
Liburan Ken dan Zee bersama keluarga nya sangat berkesan bagi keduanya, apalagi ini adalah kisah cinta pertama mereka dan keluarga mereka pun langsung merestuinya. Kebahagiaan yang mereka rasakan tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Dan saat ini, meraka sedang makan malam bersama dan mereka berencana akan pulang besok pagi.
"Kamu harus siap siap nanti, Zee" kata Nyonya Celine di tengah acara makan malam nya.
"Siap siap? Maksudnya?" tanya Zee.
"Ya kalau nanti kamu akan di serbu media setelah di lamar Ken, video lamaran kalian juga viral" tukas Nyonya Celine yang membuat Zee tersenyum manis.
"Iya, Tante. Aku siap kok, biar sekalian aku jelaskan bahwa aku dan Ken saling mencintai dan hubungan kami bukanlah timbal balik atas karir ku ini. Apalagi mereka sampai mengatakan aku tidur sama Ken, ciuman saja baru sekali" cicit Zee di akhir kalimat yang membuat Nyonya Celine dan kedua orang tua Zee terbelalak.
"Hanya sekali?" tanya Nyonya Celine ingin memastikan dan Zee mengangguk malu, sementara Ken tetap makan dengan tenang dan sesekali mengulum senyum.
"Benarkah? Di villa tidak ada siapapun, apa kalian tidak kebablasan?" tanya Nyonya Celine lagi yang membuat kedua orang tua Zee langsung menatap Zee dengan curiga.
__ADS_1
"Tidak, Tante" Zee menjawab dengan cepat "Kami waktu itu ciumannya di mobil, itu pun di paksa sama Ken" Zee berkata sambil cemberut mengingat bagaimana Ken merampas ciuman pertama nya. Sementara Nyonya Celine dan orang tua Zee tampaknya tidak percaya dengan pengakuan Zee itu apa lagi mereka pernah menginap di villa, ketiga tetua itu memicingkan matanya pada Ken dan Zee.
"Kami tidak melakukan apapun di villa" tukas Ken kemudian dengan santainya.
"Kami tidak percaya" tukas Nyonya Celine "Di mobil saja kamu berani menciumnya, apa lagi di villa" lanjut nya.
"Aku benar benar tidak mencium Zee di villa, aku sudah minta cium waktu itu tapi Zee mengabaikan nya apalagi saat itu Om Arif telfon" tutur Ken yang membuat Pak Arif langsung melongo dan dengan polos nya Zee mengangguk meng-iyakan.
"Bagaiamana kamu bisa menahan diri, Ken?" tanya Nyonya Celine kemudian.
"Terus kenapa di tahan?" introgasi Nyonya Celine.
"Zee ciuman saja tidak bisa, Ma" jawab Ken yang membuat Zee tercengang.
"Hey, siapa bilang aku tidak bisa?" tukas Zee.
__ADS_1
"Aku yang bilang, buktinya waktu di mobil itu kamu cuma diam. Bahkan tubuh kamu kaku" jawab Ken.
"Ya karena aku terkejut, Ken. Kamu tiba tiba cium aku, itu ciuman pertama ku" seru Zee
"Itu juga ciuman pertama ku" balas Ken tak mau kalah.
"Jadi sebelum nya kamu tidak pernah punya pacar, Ken?" tanya Bu Susan penasaran, rasa nya tidak mungkin seorang Kenzo tidak punya pacar melihat betapa tampan dan sukses nya dia.
"Tidak pernah, Tante" jawab Ken jujur.
"Kenapa bisa? Padahal kamu tampan, mapan, pasti banyak wanita yang jatuh cinta sama kamu" sambung Pak Arif
"Bagaiamana putra ku itu mau jatuh cinta, kalau setiap hari wajah nya sudah seperti prajurit yang mau berperang" Nyonya Celine menimpali yang membuat semu orang tertawa.
"Tapi setelah bertemu Zee, Ken banyak berubah. Dan memang hanya Zee yang pantas untuk putra ku" tegas Nyonya Celine, kemudian ia menatap Zee dengan serius "Jangan tinggalkan putra ku apapun yang terjadi ya, Zee. Karena dia sangat mencintai mu"
__ADS_1
"Tentu, Tante. Aku pun sangat mencintai nya, memiliki Ken adalah mimpi ku yang menjadi nyata"