A DREAMER

A DREAMER
Episode 42 - Ujian Kecil


__ADS_3

Seperti Zee yang kembali sibuk dengan pekerjaan nya, begitu juga Kenzo. Pria itu kembali melakukan aktivitas nya sebagai pemimpin perusahaan, namun di sela sela kesibukan nya, Ken selalu menyisihkan waktu untuk berkomonikasi dengan Zee. Bagi nya, Zee adalah penghilang lelah letih nya dari segala kesibukan dan pekerjaan yang seolah tiada habis nya.


Semakin hari hubungan kedua nya semakin dekat meskipun kedua nya terkadang sangat sulit untuk menghabiskan bersama. Mungkin Ken akan punya hari libur, dan saat malam hari ia pun akan punya waktu kosong. Namun tidak dengan Zee. Terkadang ia tetap bekerja sampai malam, bahkan hari libur pun tak menentu demi mengejar semua target dan kontrak nya yang semakin hari semakin banyak berdatangan.


Zee mulai merasa letih, namun ia juga menikmati hal yang tak pernah ia bayangkan ini. Dan semakin tinggi posisi yang Zee capai, semakin tinggi pula hal yang harus ia bayar. Kebersamaan bersama keluarga nya berkurang, Zee bahkan lupa kapan terkahir makan malam bersama kedua orang tua nya. Membuat mereka merasa begitu kehilangan.


"Zee tidak pulang lagi?" tanya Pak Arif sembari memasukan secentong nasi ke piring nya.


"Belum, kata nya mungkin nanti jam 10 an" jawab Bu Susan lirih. Pandangan Pak Arif pun tertuju pada kulkas besar yang masih terbungkus kardus, dan juga ada sofa baru yang juga masih terbungkus rapi. Tak lupa ada tv besar yang siap menemani Bu Susan karena sebarian ia akan sendirian ketika suami dan putri nya pergi bekerja.


"Aku kangen makan malam sama Zee, Mas" lirih Bu Susan kemudian yang membuat hati Pak Arif terkesiap, ia pun merasakan hal yang sama.

__ADS_1


"Zee juga pasti kangen makan malam sama kita, tapi dia bekerja kan juga buat kita. Kalau di depan dia, jangan perlihatkan kesedihan kita. Supaya tidak menjadi beban" tukas Pak Arif berharap istri nya mau mengerti.


"Tapi masak Zee tidak ada waktu libur sama sekali"


"Zee baru merintis karir nya, jadi dia harus bekerja keras supaya karir nya lebih baik lagi. Aku yakin nanti Zee akan meluangkan waktu nya untuk kita seperti dulu"


.........


Sementara itu, Zee baru saja menyelesaikan syuting video klip nya dengan Jose. Syuting itu berjalan selama lima hari dan Zee sangat bersyukur Karena syuting itu berjalan dengan lancar meskipun ia masih harus banyak belajar lagi.


"Hai, Jose. Ada apa?" tanya Zee masih sibuk dengan aktivitas nya.

__ADS_1


"Kamu sangat keren" puji Jose "Aku harap kita bisa di pertemukan di proyek proyek yang lain" Zee tentu sangat tersanjung dengan pujian Jose itu.


"Aku juga berharap begitu, maaf karena aku masih harus banyak belajar dan terima kasih banyak karena kamu sangat membantu" ujar Zee melemparkan senyum manis nya pada Jose.


"Zee..." Zee menoleh pada Kayla yang memanggil nya "Ken telfon, kata nya ponsel mu tidak aktif" ujar Kayla yang membuat Zee langsung mencari ponsel nya dalam tas nya.


"Ponsel ku mati, bukan habis batrei" gumam Zee.


"Memang nya kamu serius menjalin hubungan sama Kenzo, Zee?" tanya Jose dan ia terlihat sangat penasaran dengan jawaban Zee.


"Tentu saja" jawab Zee dengan senyum sumringah di bibir nya.

__ADS_1


"Kamu yakin? Maksud ku, Kenzo itu sangat dingin dan seorang yang ternama, Zee. Aku justru dengar dia selalu dekat dengan Sabina sejak dulu sampai sekarang, bahkan ada yang mengira mereka itu tunangan" ucapan Jose itu berhasil membuat hati Zee terkesiap dan terdiam, namun kemudian ia segera tersenyum dan mencoba menepis fikiran buruk yang hinggap di kepala nya.


"Meraka hanya saudara"


__ADS_2