A DREAMER

A DREAMER
Episode 80


__ADS_3

Pak Arif, Zee dan Bu Susan kini sama sama terdiam setelah apa yang sudah Zee lontarkan panjang lebar tadi. Zee mengucapkan hal itu memang penuh tekanan emosi, ia sungguh tidak menyangka ayahnya akan meminta nya berhenti bekerja begitu saja.


"Zee, coba kamu dengarkan penjelasan Papa dulu" kata Bu Susan lembut.


"Apalagi yang perlu di jelaskan, Ma?" lirih Zee "Tidak mudah aku ada di posisi ini, ada banyak yang aku korbankan, usaha ku juga tidak gampang. Dan setelah aku bisa ada di posisi ini, kenapa aku harus mundur?" tanya Zee.


"Papa lakukan semua ini demi kamu, Zee. Lebih baik kita hidup sederhana tapi tenang, dari pada menjadi orang kaya tapi tidak tenang" tukas ayah nya.


"Tidak tenang apanya sih, Pa?" tanya Zee "Memang Papa dengar gosip apa lagi? Papa kenal aku kan? Papa tahu aku seperti apa" kata Zee penuh penekanan.

__ADS_1


"Bukan begitu, Zee" seru Pak Arif yang kini tampak terpancing emosi nya "Apa kamu tahu apa yang orang bicarakan tentang kamu di luar sana? Mereka memikirkan tubuh kamu, Zee. Seolah kamu memang sengaja menjajakan tubuh kamu!" seru Pak Arif yang membuat Zee terperangah.


"Makanya, Papa mau kamu berhenti dari pekerjaan kamu. Kita jalani hidup kita seperti dulu" lanjut nya yang membuat Zee langsung menatap nanar ayah nya itu, mata Zee bahkan sudah memerah seolah ia ingin menangis namun Zee menahan nya. Zee menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan, mencoba menenangkan perasaan nya yang bergemuruh di dada nya.


"Ini memang harga yang harus aku bayar, Pa" lirih Zee "Dan aku tidak mau berhenti, ini juga demi keluarga kita" lanjut nya kemudian Zee bergegas ke kamar nya. Ia mengambil tas, dompet dan ponselnya kemudian ia meninggalkan rumah tanpa pamit pada orang tua nya seperti biasa nya.


"Zee, kita belum selesai bicara" seru Pak Arif sembari mengikuti Zee namun Zee sudah pergi jauh.


Pak Arif langsung menghela nafas lesu dan hatinya terasa begitu perih karena di abaikan oleh Zee.

__ADS_1


"Lihatlah anak mu itu!" seru Pak Arif kemudian pada istri nya itu membuat Bu Susan langsung menatap nanar sang suami "Setelah sukses dia menjadi orang yang keras kepala dan egois, padahal aku melakukan semua ini demi dia. Sekarang ia seperti orang yang haus uang dan kekayaan" desis nya.


Bu Susan tahu, suaminya tidak bermaksud mengatakan hal buruk tentang putri mereka namun ia hanya terlalu perduli pada Zee.


"Lalu apa salah nya?" tanya Bu Susan kemudian yang membuat Pak Arif tercengang "Apa salahnya kalau Zee ingin sukses, ingin memiliki uang dan kekayaan? Itu bagus kan? Mau sampai kapan kita akan hidup seperti ini, Mas? Dan Zee benar, setelah ia menjadi model, kehidupan kita jauh lebih baik"


"Aku lebih suka kehidupan yang dahulu tapi tenang dari pada sekarang, ekonomi membaik tapi ketenangan terusik" tukas Pak Arif.


"Itu bukan salah Zee apalagi profesi nya, itu salah orang orang yang memandang Zee dari sudut negatif nya. Dan kamu bilang lebih suka hidup yang dulu tapi tenang? tenang dari mana nya, Mas? Gaji mu cuma cukup untuk makan sehari hari, kita tidak pernah memanjakan Zee dan membelikan nya hadiah seperti orang lain. Bahkan Zee juga di bully karena miskin, berasal dari kota kecil, tidak bisa mempercantik diri dan sebagai nya. Apa ketenangan itu yang kamu mau, Mas?"

__ADS_1


__ADS_2