
"Masih ada tenaga, Love? Aku belum mulai," kata Ken sembari memasukan jarinya yang masih basah ke dalam mulutnya dan berkata "Rasamu manis, Love"
Zee merona melihat apa yang sudah Ken lakukan, ia merasa malu sendiri namun entah kenapa itu juga memancing hasrat dalam diri Zee kembali menggeliat.
"Ken, jijik ih," kata Zee lirih yang membuat Ken terkekeh.
"Ini enak, manis, gurih." Zee menyembunyikan wajahnya yang tersipu membuat Ken gemas, ia menarik tangan Zee dan mengecup nya, kemudian Ken membawa tangan Zee menyentuh dadanya yang berdebar.
"Kau tak ingin menyentuhku, Love?" tanya Ken yang kini menatap Zee dengan begitu dalam, Ken menarik Zee hingga kini keduanya duduk berhadapan. Saat tidak adil, karena Zee begitu polos tanpa sehelai benangpun sementara Ken masih berpakaian sangat lengkap.
"Aku ingin," jawab Zee malu malu kemudian ia pun membuka kancing kemeja Ken satu persatu, setiap kali kancing itu terlepas, setiap itu juga Zee mendaratkan kecupan di dada Ken. Membuat Ken meremang bahkan ia mengerang lirih. Bibir Zee terasa begitu lembut dan hangat di kulitnya.
"Oh, Zee. Cepatlah," ujar Ken tak sabar kemudian ia pun membuka celananya. Ken berdiri saat melepaskan celana itu melewati kakinya, sementara Zee tercengang, menatap tubuh kekar Ken yang terpamerkan di depannya. Zee hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar, apalagi ketika pandangannya menangkap sosok yang berdiri kokoh dan besar di antara kedua kaki Ken.
__ADS_1
"Kamu terlihat takut, Love," ujar Ken sembari kembali merangkak naik ke atas ranjang.
"Aku rasa itu tidak akan muat, Ken." Zee berkata lirih, Ken terkekeh mendengar ucapan sang istri. Ia kembali mendorong pundak Zee dengan lembut hingga Zee kembali terlentang di atas ranjang mereka, Ken menyentuh lengan Zee, mengusap nya turun kemudian ia menangkap tangan Zee dan membawanya meyentuh bukit gairah Ken. Tatapan keduanya terkunci, menyiratkan gairah yang sama.
Secara naluriah, Zee menyentuhnya, mengusap, membelai bahkan menggenggam bahkan meremasnya seolah Zee sedang berkenalan dengan ukuran, tekstur dan ia terlihat sangat penasaran dengan rasanya.
"Bagaiamana? Apa menurutmu bisa masuk?" tanya Ken yang kini mencumbu leher dan daun telinga Zee, Ken bahkan menggigit daun telinga Zee membuat Zee kembali menggelinjang. Tangan Zee mengurutnya membuat Ken langsung menggeram tertahan.
"Yes, Baby. Lebih cepat," erang nikmat Ken yang kini memejamkan mata. Zee tersenyum puas melihat raut kepuasan di wajah Ken hanya dengan sentuhan tangan mungilnya.
"Sangat enak, Sayang. Lebih cepat lagi." Zee pun menaik Turunkan tangannya lebih cepat "Yeah, pintar sekali." puji Ken yang membuat Zee tersenyum senang seperti ia mendapatkan hadiah.
"Och, sudah cukup, Love. Aku tidak mau keluar dai tanganmu." Ken menarik tangan Zee kemudian ia memposisikan dirinya dengan tak sabar, Zee tampak sangat gugup namun Ken segera menenangkannya dengan kecupan lembut di kening Zee.
__ADS_1
"Tenang, Love. Jangan tegang," ujar Ken lembut kemudian ia menurunkan kecupannya ke kedua kelopak mata Zee yang terpejam hingga akhirnya kecupan Ken terhenti di bibir Zee.
Ken menciumnya dengan begitu lembut, menggoda bibir Zee hingga akhirnya Zee membuka bibirnya dan Ken tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia segera menyusupkan lidahnya dan membelit lidah Zee dengan manja. Saat perhatian Zee teralihkan dengan ciuman yang memabukan itu, saat itulah Ken mulai menggoda bagian bawah sana.
.........
Belum ya? Menu utamanya masih belum, sabar menunggu ya. Nah, sambil menunggu utama KenZe, mari kita lihat karya Author Black Rose dulu.
Judul : The Ugly Duckling
Napen : Black Rose
Seorang gadis dengan tubuh yang gendut, jelek, dan hitam sedang berusaha merubah takdirnya menjadi cantik dan menarik.
__ADS_1
Saat dia berada di titik terendah dalam hidupnya, masih ada orang baik yang mau mengangkat derajatnya dan menjadikannya seorang putri. Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah dia akan menemukan seorang pangeran tampan dan baik hati?