A DREAMER

A DREAMER
Episode 40 - Iblis Diluar Malaikat Didalam


__ADS_3

Setelah sarapan, Ken mengajak Zee jalan jalan di sekitar Villa. Kedua nya berjalan bergandengan tangan dan tampak sangat bahagia layak nya sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara.


"Ken..." lirih Zee yang kini menyenderkan kepalanya di pundak Ken.


"Hm?"


"Apa kamu tidak malu?" Ken langsung mengernyit bingung saat mendengar pertanyaan Zee itu.


"Kenapa harus malu?" tanya Ken sembari menatap Zee.


"Karena semua orang tahu dulu aku pembantu mu, Ken. Orang orang akan membicarakan mu karena kamu berkencan dengan pembantu mu sendiri" tukas Zee lagi.

__ADS_1


"Siapa yang bilang aku mengencani mu, love? Aku menjadikan mu calon istri ku dan itu pilihan ku, aku tidak terbiasa mendengarkan kata orang lain kecuali kata Mama" jawaban Ken itu sungguh menyentuh hati Zee, sebuah kehangatan yang tak pernah Zee bayangkan sebelum nya.


"Thank you and I love you" lirih Zee kemudian ia mendaratkan kecupan singkat di pipi Ken.


'Thank you and I love you?" Ken justru mempertanyakan dua hal yang di ucapkan Zee itu karena dua hal itu hampir Tidak pernah Ken ucapkan pada siapapun selama ini.


"Hem, thank you karena sudah menerima aku apa ada nya, aku benar benar tidak menyangka karena mimpi ku untuk mendapatkan cinta mu terwujud. Dan I love you, perasaan indah yang tidak pernah akan aku lepaskan" tutur Zee sembari menatap mata Ken dengan intens, membuat Ken merasakan perasaan yang berdebar, ia menyunggingkan senyum manis nya, menangkup pipi Zee dengan lembut.


"Iblis tampan ku berubah menjadi pria roman picisan" ejek Zee yang membuat Ken terkekeh. Kedua nya pun kembali melanjutkan acara kencang mereka hingga hari menjelang siang dan kedua nya harus segera kembali.


Selama dalam perjalanan, Ken dan Zee terlibat obrolan ringan yang membuat kedua nya terkadang tertawa, terkadang mendengus dan terkadang tersipu malu.

__ADS_1


Seperti mimpi, inilah yang Zee rasakan sekarang. Di cintai oleh pria yang membuat jantung nya berdebar, pria bak iblis namun ternyata berhati malaikat.


Namun Zee tahu, kisah cinta nya dan Ken tak akan mulus seperti yang di harapkan nya apa lagi ada Sabina yang sangat menyukai Ken. Dan juga para haters Zee, yang pasti akan membully Zee dan akan mengomentari hubungan nya dan Ken. Dan apapun yang akan Zee hadapi di depan sana, Zee siap!...


...


"Sabina, apa kau mabuk, huh?" teriak seorang fotografer pada Sabina yang saat ini sedang melakukan pemotretan. Sabina yang di bentak pun merasa semakin kesal, memikirkan Ken pergi bersama Zee sudah membuat darah nya seperti mendidih.


"Aku rasa aku sudah melakukan pekerjaan ku dengan benar" jawab Zee yang tak mau di salahkan.


"Benar dari mana? sejak tadi ekspresi mu itu seperti orang kelaparan, kamu harus profesional, Sabina" tukas fotografer nya karena sejak tadi ia tidak mendapatkan ekspresi yang ia mau sedangkan pemotretan itu sudah berlangsung sejak satu setengah jam yang lalu.

__ADS_1


"Aku rasa kamu yang tidak bisa mengambil gambar dengan baik" tukas Sabina ketus kemudian ia pergi dari tempat pemotretan dengan seenak nya. Membuat semua orang yang ada di sana hanya bisa menghela nafas berat dan mereka tidak terkejut, karena ini bukan pertama kali nya Sabina melakukan hl yang semena mena.


__ADS_2