A DREAMER

A DREAMER
Episode 79


__ADS_3

Zee pulang ke rumah sebelum jam 12, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan baginya. Apalagi setelah ia tahu Ken mengalami kerugian ratusan juta demi menolong dirinya, Zee merasa bersalah sekaligus tersentuh atas pengorbanan Ken.


Sesampai nya di rumah, Zee langsung mandi kemudian ia langsung jatuh tertidur saking lelahnya.


...


Keesokan paginya, Zee bangun kesiangan seperti biasa. Karena merasa lapar, ia pun langsung keluar dari kamar dan pergi ke dapur.


"Papa tidak bekerja?" tanya Zee yang melihat Ayahnya itu duduk membelakinya. Sementara Pak Arif hanya menggeleng pelan dan ia meminum kopi dengan tenang .


Bu Susan sendiri saat ini sedang menyusun makanan di atas meja makan.


"Astaga, wajah Papa kenapa?" pekik Zee saat melihat wajah Ayahnya itu babak belur.

__ADS_1


"Tidak apa apa, hanya terlibat masalah kecil" jawab Pak Arif.


"Duduk, Zee. Kita sarapan" kata Bu Susan.


"Tunggu dulu, ini Papa sebenarnya kenapa? Kalian menyembunyikan apa? Kalian ada masalah dengan orang? Atau bagaimana?" tanya Zee khawatir.


"Nanti Papa akan ceritakan Zee, kita sarapan dulu ya" ujar Pak Arif namun Zee hanya berdiri dan menatap ayah nya itu.


"Duduk, Zee. Setelah ini kita bicara hal penting" tegas Pak Arif kemudian dan Zee pun langsung menarik kursi di dekat ayah nya, mendaratkan bokong indah nya di sana.


"Iya, Papa sama Mama sudah memikirkan semua nya kok. Yang mana yang bisa di bawa dan yang mana yang harus di buang" kata Bu Susan. Zee pun kembali melirik Ayahnya yang kini sedang menikmati sarapan nya.


"Pa, coba Papa jujur deh sama aku. Papa sebenar nya kenapa? Terus tumben Papa tidak berangkat bekerja jam segini?" tanya Zee.

__ADS_1


"Selesaikan dulu makan nya, Zee. Baru kita bicara!" tegas Pak Arif dengan dingin membuat Zee melongo. Karena selama ini ayahnya tak pernah sekalipun berkata dengan dingin seperti itu padanya. Zee pun tak lagi bersuara dan mereka bertiga makan dalam diam.


Setelah sarapan, Zee membantu Ibu nya membersihkan dapur dan setelah selesai ia pun pergi mandi dan hari ini ia bisa sedikit lebih santai karena jadwalnya tidak begitu padat. Setelah mandi Zee langsung menemui ayahnya yang saat ini sedang duduk di sofa.


"Pa..." Zee duduk di samping ayahnya itu.


"Zee, Papa mau minta maaf sebelum nya" kata Pak Arif yang tentu saja membuat Zee langsung terlihat bingung.


"Maksud nya?" tanya nya bingung.


"Papa..." Pak Arif menatap Zee dengan serius kemudian melanjutkan ucapan nya "Papa ingin kamu berhenti menjadi model, Zee" Zee langsung terperangah mendengar ucapan ayahnya itu yang tak pernah ia duga.


"Papa bercanda?" tanya Zee tak habis fikir.

__ADS_1


"Papa serius, Zee. Lebih baik kamu cari pekerjaan yang lain, yang sesuai dengan latar belakang pendidikan kamu" kata Pak Arif lagi yang tentu saja membuat Zee semakin tercengang.


"Papa kenapa sih, Pa? Papa kan tahu sendiri betapa sulitnya mendapatkan pekerjaan, dan sekarang aku sudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang sangat tinggi, Pa. Bahkan aku sudah bisa dp rumah, aku juga mau nyicil mobil. Kehidupan kita jauh lebih baik setelah aku menjadi model, kenapa aku harus berhenti? "


__ADS_2