
Setelah acara makan malam keluarga, perasaan Ken dan Zee kembali menghangat apa lagi kedua belah pihak keluarga mendukung hubungan mereka.
Dan keesokan hari nya, Ken memerintahkan Lula untuk membeli ponsel keluaran terbaru untuk ia berikan pada Zee.
"Yang terbaru, yang paling bagus, Lula" titah Ken "Aku mau sore ini sudah ada"
"Baik, Pak" jawab Lula patuh kemudian ia pun meninggalkan ruangan Ken. Bersamaan dengan itu Arun datang tanpa permisi seperti biasa.
"Mau cari ponsel untuk Zee, eh?" tanya Arun sambil terkekeh.
"Tentu saja, untuk siapa lagi" jawab Ken dingin.
"Kenapa tidak sekalian belikan mobil? Sampai sekarang dia belum punya mobil sendiri, sekalian belikan rumah" tukas Arun setengah mengejek karena ia melihat Ken benar benar tergila gila pada mantan pembantu nya itu.
"Aku bukan nya tidak sanggup membelikan semua itu untuk Zee, tapi biarkan saja dia punya rumah dan mobil dari hasil kerja keras nya sendiri dengan begitu dia akan selalu menghargai apa yang dia punya dan orang lain tidak akan menganggap dia memanfaatkan ku" jawab Ken tanpa menatap Arun sedikit pun.
__ADS_1
"Terus kenapa di belikan ponsel?" tanya Arun penasaran dan ia pun duduk di meja Ken seperti wanita penggoda saja, membuat Ken mendelik kesal.
"Karena ponsel nya sudah usang, dan ponsel itu hal yang kecil" jawab Ken "Apa kau tidak bisa mencari tempat duduk yang lain?" tanya Ken kemudian membuat Arun tertawa.
"Lagi pula, kenapa kau datang kesini?"
"Aku ada perlu, soal investasi yang kita bicarakan bulan lalu"
"Hem, bicara nanti saja. Aku sangat sibuk,
"Astaga, kesurupan setan yang mana kau?"
.........
Beda hal nya dengan Ken yang di ganggu oleh Arun, Zee justru di ganggu oleh Sabina karena sekarang kedua nya berada di proyek yang sama dan akan melakukan pemotretan di pantai.
__ADS_1
"Kamu di sandingkan dengan ku? Ck, aneh sekali. Kita bagaikan bumi dan langit, gelap dan terang" ejek Sabina namun Zee enggan menanggapi nya.
"Kenapa kamu tidak menolak proyek ini, Zee? Memang nya kamu percaya diri di sandingkan sama aku, eh?" tanya nya lagi seolah ia benar benar ingin memukul rasa percaya diri Zee. Kayla yang mendengar ucapan penuh ejekan dari Sabina itu hanya bisa menatap Zee dan memberi isyarat agar Zee membiarkan nya saja. Namun tanpa di sangka, Zee justru menyunggingkan senyum miring nya pada Sabina dan berkata.
"Kita di sandingkan, artinya kita sudah setara, Sabina" tukas Zee dengan tenang yang membuat Sabina langsung merasa jengkel.
"Dan kenapa aku harus tidak percaya diri? Hanya satu kali penampilan, aku berhasil merebut perhatian semua orang. Kamu tahu kenapa?" tanya Zee setengah mendesis dan ia mendekatkan wajah nya ke wajah Sabina
"Karena aku tidak hanya mempersembahkan kecantikan fisik, tapi aku memperkenalkan apa itu inner beauty. Sedangkan Kamu hanya bisa memamerkan kecantikan fisik mu, tidak ada yang lain"
"Berani nya kau..." desis Sabina menunujuk wajah Zee dengan jari telunjuk nya namun Zee justru menurunkan jari Sabina itu dengan tenang.
"Lihatlah, aku hanya berbicara fakta dan kau sudah sangat emosi. Sungguh kau tidak punya apapun selain fisik cantik dan sikap arrogant"
"Zendaya..." geram Sabina marah namun Zee justru terkekeh dan kembali berkata.
__ADS_1
"Yeah, itu nama ku"