
"Kamu tahu apa yang kamu tulis itu bisa menjadi racun bagi orang lain?" desis Ken pada Maya yang membuat nyali Maya langsung menciut "Kamu bisa memukul mental nya, kamu bisa menghilangkan rasa percaya diri nya. Bukan hanya itu, kamu juga bisa membuat orang tua nya malu. Kamu sendiri perempuan kan? Bagaimana bisa kamu membuat fitnah tentang perempuan lain dan menghina kehormatan nya?" geram Ken yang sudah sangat marah.
"Tapi saya hanya menulis berita, Pak" jawab Maya yang berusaha membela diri.
"Berita atau fitnah, huh?" desis Ken lagi.
"Tentu saja fakta, saya mendapatkan informasi itu dari orang terdekat Zendaya" Maya kembali berkata lantang.
"Orang terdekat Zendaya? Siapa?" tanya Ken penasaran apa lagi setahu nya Zee tidak punya teman dekat.
"Saya tidak tahu, dia hanya menyampaikan berita itu dan dia bilang dia adalah teman dekat Zendaya" jawab Maya.
"Jangan bohong, aku bisa menuntut mu dan perusahaan ini atas tuduhan pencemaran nama baik!!!" desis Ken lagi yang langsung membuat Maya terkesiap "Kamu tahu siapa aku, kan? Gadis kecil?" desis Ken lagi yang membuat Maya semakin cemas.
__ADS_1
"Beritahu dari mana sumber informasi ini atau..."
"Saya benar benar tidak tahu, saya bersumpah!!!" seru Maya kemudian.
"Pak, mungkin dia berkata jujur" kata Arga kemudian "Itu artinya, kita akan langsung menuntut dia dan perusahaan ini saja" tukas nya lagi yang membuat kedua bola mata Maya langsung terbelalak.
"Jangan, Pak. Saya mohon..." lirih Maya namun Ken hanya menatap sinis wanita mungil itu.
"Urus dia, Arga. Aku akan menyusul Zee"
"Setelah pemotretan usai, semua orang kembali ke kamar mereka masing masing. Kayla menuji kinerja Zee, dan itu membuat Zee sangat senang.
Beda hal nya dengan Sabina yang mendapatkan teguran dari Livy, manager nya yang rasa nya ia pun sudah tidak tahan bekerja sama dengan Sabina namun karena masih membutuhkan uang maka ia masih bertahan sampai sejauh ini.
__ADS_1
"Jika kamu masih terus bersikap seperti tadi, lama lama orang akan enggan memakai kamu sebagai model, Sabina" tukas Livy namun Sabina tak mengindahkan nya.
"Aku serius, Bi. Beberapa bulan terkahir tawaran yang datang ke kamu itu semakin berkurang" lanjut Livy.
"Menurut kamu aku perduli?" seru Sabina kemudian yang membuat Livy mengerutkan kening nya.
"Aku tidak menjadi model untuk mencari uang seperti Zendaya, aku menjadi model hanya karena aku suka" lanjut nya yang membuat Livy menghela nafas berat.
"Justru itu, Sabina. Kamu akan kehilangan apa yang kamu suka kalau kamu tetap bersikap seperti itu, orang bukan hanya akan melihat apakah dia cantik atau tidak. Tapi orang juga akan melihat apakah dia pantas dan nyaman untuk di ajak kerja sama" tutur Livy menurunkan emosi nya, berharap Sabina mengerti maksud nya karena ini juga demi karir Sabina.
Sementara Sabina, wanita itu tampak nya benar benar kesal apa lagi ia melihat Zee masih baik baik saja sampai detik ini dan seolah tak terpengaruh sedikitpun dengan berita miring tentang nya.
"Jadi menurut mu aku tidak pantas di ajak kerja sama, begitu? Kalau iya, tidak mungkin aku bisa bertahan sampai detik ini" tukas Sabina dengan kesal kemudian ia pergi meninggalkan kamar nya, membuat Livy menghela panjang. Karena jika karir Sabina merosot, maka itu akan berdampak pada nya.
__ADS_1
"Sepertinya Zendaya jauh lebih baik, tidak perduli apakah dia mendapatkan popularitas ini karena tidur dengan pria atau tidak, setidak nya dia bisa bekerja baik dalam tim"