
"Aku takut mereka tersinggung sebenarnya," kata Zee sembari duduk di kursi yang di tarikan oleh Ken, Ken memperlakukan Zee bak ratu nya. Ken melepaskan jasnya yang menutupi tubuh Zee.
"Itu terserah mereka, kamu punya hak untuk menikmati waktumu," kata Ken dengan tenang.
"Dan boleh aku kasih saran yang sedikit sesat?" tanya Ken yang langsung membuat Zee tertawa.
"Tumben kamu tanya dulu, biasanya itu mulut pedasnya seperti sambal di kasih cabe sekilo," kata Zee di tengah tawanya yang membuat Ken terkekeh "Jadi apa saran sesat mu?" tanya Zee kemudian.
"Aku mau saranin, kamu harus belajar egois," ucap Ken yang membuat Zee melongo.
"Benar-benar ajaran sesat!" seru Zee.
"Tapi perhatikan dulu egois dalam hal apa, Love. Kalau seperti tadi, ya kamu harus egois. Tidak perlu memikirkan apakah orang lain akan tersinggung atau tidak, jangan takut bilang 'tidak' sama orang lain. Apalagi status mu sekarang itu sangat berbeda dengan yang dulu, akan ada orang-orang yang datang bukan hanya untuk berteman tapi untuk mengambil manfaat dari pertemanan itu." tutur Ken dengan sangat serius.
__ADS_1
"Ya, Kayla pun sering mengatakan hal yang sama," kata Ze lirih dan tak lama kemudian dua orang pelayan menyajikan makanan untuk mereka.
"Wow..." seru Zee saat sang pelayan menyajikan masakan Perancis di depannya.
"Aku yakin kau akan suka ini," kata Ken.
"Terima kasih, aku bahkan akan berfikir puluhan kali sebelum memesan makanan semahal ini," kata Zee yang membuat kedua pelayan itu langsung tersenyum samar. Sementara Ken hanya terkekeh, karena sepertinya Zee akan sulit keluar dari mindset 'hemat'.
"Itu bagus!" seru Ken "Kamu memang harus berfikir beberapa kali untuk meghamburkan uang, tapi sesekali menikmati hidup itu tidak masalah sebenarnya. Memanjakan tubuhmu, mata mu, bahkan perutmu itu tidak masalah," kata Ken dan Zee hanya tersenyum manis sambil mengangguk setuju, ia tampak tidak sabar untuk menikmati hidangan yang ada didepannya ini.
"Hem, ini enak banget," ujar Zee.
"Kamu suka?" tanya Ken dan Zee hanya mengangguk.
__ADS_1
Mereka pun makan malam sambil membicarakan beberapa hal tentang hubungan mereka, dan disini Ken kembali memperlihatkan keseriusannya pada Zee.
"Usiaku sudah 29, Love. Aku rasa tidak ada waktu lagi hanya untuk bermain-main atau melakukan hal-hal yang kesenangannya hanya sesaat. Aku ingin membina rumah tangga, aku ingin ada istri dan anak-anak yang menunggu dirumah setiap hari," ujar Ken dengan sangat serius yang membuat hati Zee terenyuh sebenarnya.
"Aku tahu, kamu masih sangat muda dan mungkin kamu ingin fokus sama karir kamu. Setelah menikah, kamu masih akan memiliki kehidupan yang kamu mau, karir kamu, identitas kamu. Satu-satunya yang berubah adalah status kamu di hidupku, kamu akan jadi istriku,"
"Apa menurut kamu itu tidak terlalu cepat, Ken?" tanya Zee dan Ken menggeleng.
"Memangnya kamu menunggu apalagi?" tanya Ken dengan tatapan yang begitu dalam, membuat Zee langsung merona karena Ken seolah sangat mengharapkannya.
"Kamu yakin aku pilihan yang tepat untukmu, Ken? Mengingat status kita yang akan selalu terlihat sangat berbeda,"
"Zendaya," ucap Ken dengan lembut "Perbedaan itu hanya terlihat dimata orang lain yang iri sama kamu, Love. Sementara aku sama sekali tidak melihat adanya perbedaan di antara kita. Jadi, aku mohon fikirkan lagi tentang hubungan kita kapan harus di resmikan. Rasanya aku benar benar tak sabar untuk memilikimu seutuhnya, Love," lirih Ken dengan begitu dalam yang membuat Zee merona.
__ADS_1
"Kalau begitu, kita cari tanggal yang pas untuk hari indah kita."