A DREAMER

A DREAMER
Episode 20 - Ops, Kamu Ketahuan


__ADS_3

Terharu, itu lah yang Zee rasakan saat Ken membelanya di depan semua orang apa lagi Ken juga merangkul pundak nya.


Pesta kembali berjalan lancar seperti perintah Ken dan tak ada lagi keributan yang terjadi, para tamu kembali menikmati pesta nya begitu juga dengan Zee.


"Zee, aku setuju dengan apa yang di katakan Ken. Wow, aku tidak tahu kalau sahabat ku yang dingin ini ternyata bisa bijak juga" kata Arun yang sejak tadi menempel pada Zee, membuat Ken semakin jengkel.


"Tuan Kenzo memang baik, Tuan Arun" kata Zee sambil tersenyum manis dan ia melirik Ken yang saat ini sedang berbincang dengan beberapa orang, sesekali Ken juga melirik Zee sehingga terkadang tatapan keduanya bertabrakan dan itu membuat Zee salah tingkah dan tersipu malu.


"Berhentilah memanggil ku Tuan Arun, Zee. Panggil saja Arun, supaya kita lebih nyaman untuk berkomonikasi ke depan nya" kata Arun lagi yang membuat Zee terkekeh.


"Kenapa ketawa?" tanya Arun heran.


"Saya heran saja, Tuan Kenzo dingin seperti es kutub, tapi punya sahabat dan Mama yang sangat baik dan manis, ramah lagi" kata Zee yang justru kini membuat Arun yang terkekeh.


"Kalau di fikir fikir benar juga ya, berarti nanti Ken dapat pacar yang sifat nya berlawanan dengan Ken" ujar Arun.


"Bisa jadi" jawab Zee dengan senyum samar di bibir nya karena Zee sangat berharap dia lah yang akan menjadi kekasih Ken nanti. Kedua nya pun kemudian sama sama tertawa dan menikmati hidangan yang di sediakan, sementara Sabina sejak tadi melirik Zee dengan begitu sinis.

__ADS_1


"Kok bisa sih orang orang suka sama dia? Tante Celine, Ken, dan sekarang Arun" ia menggerutu dalam hati.


...


Keesokan harinya, Zee memposting beberapa foto nya terdahulu bersama orang tua nya di rumah mereka yang kecil dan sederhana. Hal itu Zee lakukan agar tak ada lagi yang mempermalukan nya dengan menggunakan masa lalu Zee sebelum merombak penampilan nya, jika Zee mau menerima masa lalu nya dan mengakui nya, maka apapun yang mereka katakan takkan membuat Zee sedih lagi. Zee juga menuliskan caption 'Setiap wanita itu cantik, namun tidak semua wanita tahu cara mempercantik diri dan menunjukan kecantikan nya. Semua orang berhak bermimpi dan berubah, tidak perduli apakah ia berasal dari kota kecil, dari keluarga miskin atau sebagai nya. Semua orang punya hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan meraih mimpi nya'


Setelah foto dan cuitan Zee itu di posting, ada banyak yang menanggapi nya dan bahkan Zee mendapatkan banyak like dan ada yang membagikan cuitan nya itu. Masih ada yang berkomentar buruk, tapi Zee teringat apa yang di katakan Ken. Ia hanya perlu fokus pada apa yang positif dan mengabaikan yang negatif.


"Ken?" Zee tersenyum mengingat mantan majikan nya itu dan apa yang terjadi di pesta semalam membuat Zee semakin menyukai Ken dan tergila gila pada pria yang pernah ia sebut iblis tampan itu. Zee juga jadi menyadari, sikap Ken mungkin cuek, ekspresi wajah nya mungkin terlihat dingin tapi sebenarnya Ken pria yang baik dan punya hati lembut.


"Aku benar benar jatuh cinta sama kamu, Ken"


...


Sementara itu, Ken membeli majalah dimana ada gambar Zee dan Jose di sana kemudian Ken membawa majalah itu ke kantor nya.


Sembari duduk santai di kursi kebesaran nya, Ken memperhatikan foto Zee dan tanpa ia sadari, sudut bibir nya terangkat membentuk senyum samar. Namun saat ia melihat foto Jose yang berpose mesra dengan Zee, senyum Ken langsung musnah dan kini raut wajah nya berubah kesal. Ken merobek majalah itu dan memisahkan gambar Zee dan Jose

__ADS_1


"Lagian aneh juga, kenapa Zee dengan pria itu? Dia kan masih bocah, anak ingusan" gerutu Ken dan tanpa ia sadari, kelakuan nya itu tertangkap basah oleh Arun yang baru saja masuk ke dalam ruangan Ken.


Karena fokus memisahkan foto Jose dan Zee, Ken masih tak menyadari keberadaan Arun yang saat ini sudah ada di depan nya dan memperhatikan Ken sambil mengangguk-anggukan kepala nya.


"Oh, begitu ya..." ujar Arun kemudian yang membuat Ken langsung terlonjak kaget dan ia pun tampak gelagapan, seperti remaja yang tertangkap basah membaca majalah dewasa.


"Cemburu, Tuan Kenzo? Makanya fotonya di pisah begitu, hm?" goda Arun sembari menaik turunkan alis nya.


"Bu_bukan, bukan begitu" jawab Ken yang mencoba mengelak. Ini cuma, em iseng aja. Engga ada kerjaan" jawab nya asal yang tentu saja membuat Arun langsung menertawakan sahabat nya itu.


"Oh, jadi menjadi CEO sekaligus owner sebuah perusahaan besar tidak membuat mu cukup sibuk ya? Sampai sampai kamu mengisi waktu luang mu dengan merobek majalah, eh bukan merobek. Tapi memisahkan foto sang pujaan dan pria saingannya, haha" Arun kembali mengejek nya dan Ken tidak tahu harus mengelak seperti apa lagi.


"Sayang sekali, Ken. Padahal majalah itu mahal lho" ujar Arun lagi yang masih ingin mengejek Ken. Jarang jarang ia punya kesempatan terhormat seperti ini, menemukan celah konyol dari seorang Kenzo Alvian. Sementara Ken kembali memasang wajah datar nya kemudian ia membuka laptopnya.


"Kalau tidak ada keperluan yang penting, silakan keluar" ujar Ken dingin yang justru membuat Arun tergelak.


"Atau aku panggil security, Tuan Muda Bagwanda?"

__ADS_1


__ADS_2