A DREAMER

A DREAMER
Episode 89


__ADS_3

"Sudah merebut Ken, sekarang dia merebut manager ku. Apa dia mau mengambil semua milik ku? Aku benar benar ingin menghajarnya" ujar Sabina yang saat ini sedang berada dalam mobil, ia melajukan mobil nya menuju kantor Ken. Ia ingin mengadukan semua yang Zee lakukan padanya, merengek dan bermanja ria. Ah, itu yang selalu Sabina harapkan sejak dulu. Karena itulah ia selalu berkeliaran di kantor Ken, namun harapannya sampai detik ini belum juga muncul tanda tanda akan terjadi.


Sesampainya di kantor Ken, Sabina memarkirkan mobilnya dan dari spion ia melihat mobil Ken ada di belakangnya. Sabina berteriak girang, setelah memarkirkan mobilnya dengan benar, ia langsung turun dan menunggu Ken dengan tak sabar.


'Ken... " teriak nya saat Ken sudah turun dari mobilnya. Ken tidak terlihat terkejut dengan kedatangan Sabina, justru ia sudah menduga bahwa Sabina akan kembali menjelekan Zee di padanya.


"Ken, pacar kamu itu bukan wanita yabg baik, Ken. Dia menyuruh Livy berhenti jadi managerku dan sekarang Zee meminta Livy bekerja pada Zee, itu kan jahat, Ken" rengek Sabina sembari mengekori Ken yang melangkah dengan cepat.


"Hmmm" hanya itu tanggapan Ken, apalagi saat ini ia sedang sibuk dengan ponselnya.


"Iya, Ken. Percaya deh sama aku, Zee itu cuma pura-pura baik sama kamu. Dia cuma mau harta kamu, Ken. Tadi di depan mata ku sendiri dia bilang akan menggaji Livy 3x lipat setelah dia menikah sama kamu, kamu tanya saja pada Livy dan Kayla kalau kamu tidak percaya sama aku" Sabina berbicara panjang lebar dengan sangat serius bahkan penuh penekanan.


"Terus salah dia dimana?" tanya Ken dengan datarnya yang membuat Sabina berdecak kesal.

__ADS_1


"Ya dia cuma mau harta kamu, Ken," geram Sabina.


"Dia mau atau tidak mau harta ku, kalau sudah menikah ya harta ku tetap akan jadi harta Zee, Bi" jawab Ken dengan santai nya yang membuat Sabina melongo bodoh.


'"Tapi, Ken..."


"Sudahlah, kamu berhenti mengurusi hubungan ku dan Zee, ya? Kamu fokus sama karir kamu biar tidak meredup dan justru Zee lah yang bersinar" seru Ken yang tentu saja membuat Sabina langsung melotot kesal.


Zee pulang kerumah nya saat hari menjelang sore, ia sangat tidak sabar untuk bertemu dengan sang kekasih malam ini dan tentu Zee harus mempercantik diri secantik mungkin.


Sesampainya di rumah, Zee di sambut kedua orang tua nya dan itu sesuatu yang sangat menyenangkan bagi Zee. Ia bahkan tersenyum lebar kemudian memeluk kedua orang tuanya dengan manja.


"Ada apa? Tumben manja begini..." kata Bu Susan yang merasa heran dengan putri nya itu.

__ADS_1


"Aku senang deh, Ma. Kalau pulang pergi kerja itu bisa liat Papa Mama" kata Zee dan ia teringat dengan masa kecilnya, dimana sang ayah sudah pergi bekerja bahkan saat hari masih gelap dan kembali saat matahari sudah tenggelam. Membuat Zee merasa kekurangan kasih sayang dan perhatian sang ayah secara langsung, namun Zee tahu dengan pasti apa yang di lakukan ayahnya hanya untuk dirinya.


"Senang kenapa?" tanya Pak Arif kemudian.


"Ya karena kalian tadi mengantar ku saat pergi bekerja, terus pas pulang di sambut. Aku senang deh, Pa. Kalau dulu kan Papa bekerja dari pagi pagi buta sampai malam" rengek Zee yang membuat Ayahnya itu tersenyum masam"


"Maaf ya, Papa kerja kan juga buat kamu"


"Iya, aku faham kok" jawab Zee "Ya sudah, aku mau mandi dulu. Nanti mau makan malam sama Kenzo"


"Dimana?" tanya Pak Arif curiga.


"Entahlah, nanti kalau ada yang nganterin paket, terima saja, Pa. Itu gaun ku dari Kenzo" ujar Zee yang membuat ayahnya itu semakin curiga

__ADS_1


__ADS_2