
Aneh, itulah yang Kenzo rasakan saat Mamanya benar benar membawa ia ke psikolog.
Tadinya Ken ingin menemui Zee, namun tiba tiba Nyonya Celine datang dan mengajak Ken pergi ke suatu tempat dan katanya itu sangat penting. Dan disinilah Ken dan Nyonya Celine sekarang, menemui seorang psikolog yang juga teman Nyonya Celine.
"Aku rasa Ken baik baik saja dan tidak mungkin membutuhkan seorang psikolog, Cel" kata psikolog yang bernama Dokter Yuna itu.
"Aku memang baik baik saja, Tante. Aku sangat sehat, jasmani dan rohani. Aku bahkan merasa lebih sehat akhir akhir ini dari pada yang dulu" jelas Ken.
"Tapi sekarang kamu mudah emosi, Ken" kata Nyonya Celine.
"Aku rasa Ken memang emosian sejak dulu" sambung Dokter Yuna.
"Tapi sekarang dia sampai memukul Arun, hanya karena Arun memuji Zee" kata Nyonya Celine.
"Zee pacar mu itu?" tanya Dokter Yuna dan Ken mengangguk cepat.
"Eh, tunggu..." seru Ken kemudian "Mama tahu dari mana aku memukul Arun?" tanya Ken heran.
__ADS_1
"Arun cerita" jawab Nyonya Celine.
"Astaga, Mama..." geram Ken "Itu anak cuma fitnah, dia berfikiran kotor tentang Zee. Masak dia mengkhayalkan Zee tanpa memakai apapun" tukas Ken kesal yang membuat dua wanita didepan nya itu melongo.
"Jadi karena itu kamu memukul Arun?" tanya Dokter Yuna.
"Tentu saja, dia mengatakannya tepat di depan mataku" kata Ken cemberut.
"Berarti Ken baik baik saja, Cel. Dia hanya cemburu dan itu sangat normal, justru kalau pria tidak bereaksi apapun jika ada yang mengatakan sesuatu tentang pacarnya, itu yang tidak normal" kata Dokter Yuna "Rasa cemburu itu pasti di miliki semua orang yang merasa memiliki, jadi mental Ken sangat sehat" lanjutnya.
"Ya aku faham soal itu, cuma semenjak berpacarana dengan Zee, anak ini banyak berubahnya, Yun. Kadang aku sampai heran"
...... ...
"Jadi Papa sudah di pecat?" tanya Zee setelah Ayahnya itu mengatakan bahwa ia telah di pecat dari pabrik.
"Iya, Zee. Tapi Papa akan mencari pekerjaan lain, kamu jangan khawatir" jawab Pak Arif berusaha bersikap tenang.
__ADS_1
"Menurut aku Papa tidak perlu mencari pekerjaan, bagaimana kalau Papa buka usaha?" saran Zee.
"Mau buka usaha apa, Zee? Modalnya juga pasti tidak sedikit, sedangkan gajimu untuk membayar rumah. Kamu juga mau membeli mobil pribadi kan?"
"Iya sih, Pa. Tapi kalau cuma buat modal usaha kecil kecilan, aku masih ada. Doain saja biar rezeki kita makin lancar, dan yang terpenting jangan dengarkan omongan orang lain" tegas Zee yang membuat kedua orang tuanya itu tersenyum.
"Siap, Tuan putri. Kamu benar benar tumbuh menjadi gadis yang kuat ya" kata Bu Susan bangga.
"Yang kuat terbentuk dari yang keras, Ma" jawab Zee yang tentu saja langsung di benar kan oleh orang tuanya.
Saat ini Zee sedang menunggu jemputan Kayla, ia sudah siap untuk melakukan aktifitasnya sebagai model. Tak lama kemudian Kayla datang dan Zee segera berpamitan pada kedua orangtuanya.
Di dalam mobil, Kayla memandang Zee seolah ia ingin mengatakan sesuatu namun Kayla tampak ragu.
"Ada apa?" tanya Zee akhirnya karena ia merasa ada yang berbeda dengan Kayla.
"Zee, sebenarnya ada yang mau aku bicarakan sama kamu" kata Kayla.
__ADS_1
"Soal apa? Berhubungan dengan pekerjaan?" tanya Zee penasaran dan Kayla mengangguk lemah.
"Sepertinya aku mau berhenti bekerja"