
Ken terbangun saat matahari sudah tinggi, ia pun segera mencuci wajah nya supaya lebih segar. Setelah itu, Ken segera keluar dari kamar nya.
Ia dan Zee tidur di kamar yang terpisah, tentu saja, atau Ken akan di tuntut pertanggungjawaban nya oleh Pak Arif.
"Tapi jika boleh jujur, itu yang aku mau" gumam Ken sambil terkekeh saat membayangkan akan di mintai pertanggungjawaban oleh ayah dari kekasih nya.
Ken pergi ke dapur namun ia tak melihat Zee di sana, padahal Ken berfikir mungkin Zee sudah berada di dapur dan sedang menyiapkan sarapan layaknya seorang istri. Karena tak melihat Zee dimana pun, Ken pun bergegas ke kamar yang Zee tempati, yang berada di samping kamar Zee.
"Love..." Ken memanggil nya dengan lembut sembari mengetuk pintu namun tak ada jawaban dari dalam.
"Zee, kamu sudah bangun?" tanya Ken meninggikan volume suara nya namun masih tak ada jawaban. Akhirnya Ken mencoba membuka pintu kamar Zee dan Ken tersenyum samar saat mendapati kamar itu tidak terkunci.
__ADS_1
Ken pun perlahan masuk dan ia mendapati Zee yang sedang tertidur di tengah ranjang dengan posisi yang sangat tidak anggun, satu tangan nya terangkat memperlihatkan ketiak nya yang untung saja itu mulus. Mulut nya sedikit terbuka dan terdengar dengkuran halus yang membuat Ken terkekeh, namun pandangan Ken langsung berubah sayu ketika ia melihat baju Zee tersingkap dan memperlihatkan perut nya yang putih dan rata. Ken menelan ludah nya dengan kasar, ia mendekati ranjang dan menarik selimut kemudian menutupi tubuh Zee hingga ke dada nya.
"Jadi begini kalau kamu tidur, hm? Sama sekali tidak anggun, tapi tetap cantik" gumam Ken kemudian ia menutup mulut Zee, membuat Zee bergerak merasa terganggu namun di detik selanjut nya ia kembali terlelap dan mulut nya kembali terbuka.
Ken pun membiarkan nya saja, ia keluar dari kamar Zee dan segera memanggil Bi Erin untuk memesankan mereka sarapan dan setelah itu bergegas mandi.
Tak lama kemudian Zee terbangun dari tidur nya, ia menguap sembari menggeliat malas.
.........
Setelah mandi dan berganti pakaian, Zee turun dari kamar nya apa lagi perut nya sudah keroncongan. Dan saat pergi ke dapur, Zee tercengang karena ia melihat Ken yang sedang sibuk menata makanan di meja makan. Ken juga tampak segar dengan rambut yang setengah basah, tubuh atletis nya terbungkus kaos tanpa lengan dan celana boxer selutut. Membuat Zee hanya bisa menelan ludah nya, apa lagi ketika ia melihat lengan kekar Ken yang berotot.
__ADS_1
"Benar benar iblis tampan, sungguh beruntung aku mendapatkan mu, Ken" hati Zee berorak senang.
"Good morning, Love" sapa Ken yang menyadari kehadiran Zee dan ia juga tahu sejak tadi Zee memperhatikan nya.
"Kenapa? Apa ini pertama kali nya kau melihat pria setampan aku, hm? Sampai tidak berkedip begitu" ujar nya yang membuat Zee langsung tersipu.
"Kamu memang sangat tampan, membuat ku bertanya tanya apakah aku cukup pantas untuk mu" ucap Zee dengan tenang sembari berjalan mendekati Ken. Ken hanya tersenyum simpul kemudian ia menarikan kursi untuk Zee, mempersilahkan nya duduk.
"Aku pun bertanya demikian, Love. Aku fikir apakah kau bisa jadi istri yang baik? Mengingat ternyata kamu bangun se-siang ini" mendengar ucapan Ken itu membuat Zee meringis dan ia menatap Ken sambil cengengesan.
"Maaf" ucap nya.
__ADS_1
"Tidak apa apa, kau akan menjadi istri Kenzo Alvian. Sudah biasa Nyonya bangun siang dan bersikap manja" sindir Ken sambil terkekeh, membuat Zee mendengus. Namun dari sini ia juga melihat sisi Ken yang baru, humoris