
"Oh ya, kenapa lupa tutup pintu ya" ujar Ken dengan santai nya membuat kedua wanita itu melongo.
"Ken..." geram Nyonya Celine yang kemudian menjewer telinga Ken membuat Ken langsung meringis.
"Mama, aku sudah dewasa. Kenapa di jewer?" tanya Ken kesal sembari berusaha melepaskan tangan Mama nya dari telinganya namun itu percuma. Nyonya Celine justru semakin menarik telinga Ken dengan keras membuat Zee ikutan meringis.
"Tante, nanti sakit" seru Zee yang merasa kasihan dengan kekasihnya itu.
"Kamu juga, Zee!" seru Nyonya Celine yang kini mengalihkan tatapan tajam nya pada Zee "Kenapa kamu mau-maunya di bodohin Ken? Astaga, Zee. Aku harus bilang apa pada orang tua mu? Nanti mereka mengira aku tidak mendidik Ken" tukas Nyonya Celine panjang lebar.
"Ma, ayolah. Kami ini sudah dewasa, apa salahnya coba sedikit" seru Ken yang membuat Mama nya tercengang. Heran sekaligus kesal, ia tak menyangka Ken punya sisi yang tak terduga, yang tak pernah ia lihat sebelum nya.
__ADS_1
"Dewasa itu kalau kalian bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya. Kalian itu belum dewasa jika kalian cuma menuruti hasrat buta begini, umur kalian saja yang tua" seru Nyonya Celine kesal sementara Ken justru kekeh, beda halnya dengan Zee yang cemberut karena di katakan umur nya tua.
"Ini salah Ken, Tante. Dia tadi mengurung aku di sini" adu Zee.
"Apa yang aku lakukan, Love? Tadi aku hanya mengajak mu sebentar karena aku ada urusan, aku ada meeting tadi. Tapi kamunya yang peluk aku karena aku sudah bantu menyelesaikan masalah kamu" ucap Ken membela diri dan Zee tidak mengelak karena tadi ia memang memeluk Ken.
"Kenapa harus di bawa ke kamar? Kan bisa menunggu di lobi, di restaurant atau dimana" kata Nyonya Celine lagi.
"Ken yang bawa, Tante. Katanya aku disuruh menunggu dan tidak boleh kemana mana" jawab Zee lagi.
"Alasan" desis Nyonya Celine "Untung saja Mama datang tepat waktu, Ken. Bisa di cincang kamu sama Papa nya Zee, habis nanti Mama tidak punya anak lagi" ucap nya yang juga membuat Ken tertawa.
__ADS_1
"Mama..." Ken memeluk Mamanya itu dengan gemas sambil tertawa kecil "Kenapa dua ratu ini begitu menggemaskan, hm?" ujar nya sembari melirik Zee, kemudian mengulurkan tangan nya pada Zee. Zee menyambut nya dan Ken memeluk kedua wanita itu dengan sayang.
"Kalian sangat menggemaskan, pengobat lara ku, penghilang letih ku, penenang jiwa ku. Padahal tadi aku sangat marah dan kesal karena kehilangan kontrak ratusan juga"
"HUH?"
.........
Sementara itu, Bu Susan yang saat ini sedang sibuk membersihkan rumah tiba tiba merasa sesak nafas. Ia pun segera masuk ke kamarnya dan mencari inhaler di laci namun ia tidak menemukan nya.
Bu Susan mencari ke luar sembari terus berusaha bernafas dan ia menemukan inhaler nya di meja dapur. Ia segera menyemprotkan inhaler itu ke mulutnya.
__ADS_1
"Astaga..." gumam nya setelah ia merasa lebih baik, Bu Susan mengelus dada nya yang masih terasa sesak. Dan tak lama kemudian ia mendengar suara motor suaminya, membuat ia mengernyit bingung karena ini masih siang.
Ia pun segera membuka pintu dan ia sangat terkejut melihat suaminya yang pulang dengan wajah babak belur.