A DREAMER

A DREAMER
Episode 107 - Setelah Malam Pertama


__ADS_3

Ken mengerang tertahan sembari berusaha membuka matanya yang terasa berat. Seutas senyum terbentuk di bibir seksi Ken saat tatapannya menangkap sosok sang istri yang saat ini sedang terlelap di pelukannya.


Ken menyingkirkan rambut yang berantakan di wajah Zee, kemudian pandangannya tertuju pada dada Zee yang di penuhi dengan bercak merah akibat ulahnya semalam.


Ah, mengingat kejadian semalam membuat sesuatu yang di bawah sana kembali menggeliat nakal, membuat Ken mendesis tertahan.


"Nyenyak sekali kamu, Love. Apakah selelah itu, hm?" gumam Ken kemudian ia mengecup sudut bibir Zee, ia terkekeh saat menyadari saat istri tidur dengan mulut terbuka dengan air liur di sudut bibir yang lain hingga ke pipinya.


"Kamu ini, benar-benar tidak cantik saat tidur," gumamnya.


Jam sudah menunjukan pukul setengah 12 siang, dan bukannya mandi, Ken justru memandangi wajah Zee, seolah Zee adalah sebuah keindahan yang sangat di sayangkan jiwa di lewatkan, hingga sang istri pun mulai bergerak dan mengerang, kelopak matanya bergerak-gerak dan perlahan mata indah itu terbuka.


Senyum manis langsung tercetak di bibirnya saat tatapannya menangkap sosok tampan sang suami yang juga tersenyum padanya.


"Kamu sudah bangun?" Tanya Zee dengan suara serak khas bangun tidur.

__ADS_1


"Sejak beberapa menit yang lalu, Lova." Ken menjawab sembari menatap Zee dengan senyum tertahan, pandangan matanya pun seolah mencurigakan.


"Kenapa? Apa ada yang salah? Apa aku jelek saat bangun tidur?" Ken tertawa mendengar pertanyaan beruntun Zee itu.


"Liur," satu kata yang meluncur dari bibir Ken itu membuat Zee langsung melotot sempurna dan ia langsung mengelap sudut bibir dan pipinya.


"Malu," lirihnya kemudian yang membuat Ken langsung tergelak, ia pun beranjak dari ranjangnya kemudian tanpa aba-aba, Ken langsung menggendong Zee membuat Zee memekik terkejut.


"Ayo, kita mandi," ujar Ken yang membuat wajah Zee langsung merona. Apalagi saat ini keduanya tak memakai sehelai benangpun, ajakan mandi Ken terdengar seperti ajakan bercinta di telinga Zee.


"Kita berendam ya, supaya kita lebih rileks." Zee hanya bisa mengangguk pasrah, Ken memasukan ia ke dalam buth tub, kemudian Ken mengisinya dengan air hangat. Setelah itu, ia pun bergabung dengan istrinya.


"Bagaiamana perasaanmu?" Tanya Ken namun tatapannya tertuju pada dua benda yang menggantung indah di bagian depan tubuh Zee, seolah menggoda dan memanggil Ken agar menyentuhnya, Ken menjilat bibirnya dan ia menelan salivanya dengan kasar.


Zee yang menyadari kemana arah pandang sang suami langsung menutupi dua benda itu dengan tangannya.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan, Love? Kenapa di tutup?" Ken menurunkan tangan Zee dan darah Zee berdesir saat dengan sengaja Ken menyentuh kulitnya.


"Sangat indah, aku benar-benar suka, Love. Apalagi tanda merah ini..." jari Ken menyusuri tanda kepemilikannya itu, "Bagaiamana jika aku membuat tanda ini setiap malam, hm? Itu akan sangat menyenangkan." suara Ken semakin serak, tatapannya mulai tidak fokus, begitu dengan tangannya yang mulai bergerak nakal, mulai memberikan pijatan menggoda, bahkan menekan titik tebal berwarna merah muda di tengah benda kenyal itu, membuat Zee mengerang tertahan.


"Oh, Love. Ingin sekali rasanya aku memasukimu disini, detik ini!" geram Ken kemudian ia menarik tengkuk Zee dan melahap bibir istrinya itu dengan kasar, ia mencecap, menghisap bahkan menggigit gemas bibir sang istri, sementara Zee hanya bisa pasrah dan dengan senang hati menyambut bibir suaminya yang juga menjadi candu untuknya.


Setelah merasa hampir kehabisan napas karena terus saling memangut, Ken dan Zee pun menarik diri, napas keduanya terengah dengan dada naik turun, wajah keduanya memerah dan tatapannya mulai menggelap, sarat akan gairah. Bibir keduanya yang basah dan bengkak kini mengulas senyum.


"Aku juga ingin, Sayang. Tapi masih sakit," cicit Zee malu-malu.


"Aku mengerti, karena itu lah aku menahan diri," ucap Ken kemudian ia mundur dan bersandar di dinding buth tub.


"Besok malam ya," ucapnya kemudian dengan tatapan memohon, membuat wajah Zee kembali merona dan ia pun mengangguk.


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


Hai, masih ada yang setia menunggu KenZe? Maaf karena baru bisa up ya. Btw, supaya di part ini dapat feelnya, bisa baca ulang bab sebelumnya. Takutnya ada yang lupa alur karena lama tidak up. Semoga kalian suka 😘😘😘😘


__ADS_2