
"Maksud ku, kenapa kamu tidak memberi tahu aku kalau kita sudah pacaran? Kamu malah kasih tahu Sabina"
"Eh?"
Zee langsung menatap Ken dengan bola mata yang membulat, dan saat ia mengerti apa maksud Ken, Zee langsung menunduk malu.
"Pacar, kenapa menunduk?" tanya Ken dan ia mengapit dagu Zee di sela sela jari nya, memaksa Zee mendongak dan menatap nya. Membuat jantung Zee berdetak lebih cepat, pipi nya terasa panas dan tanpa sadar ia menahan nafas.
"Em_Saya..."
"Saya? Saya apa?" tanya Ken sembari tersenyum miring, senyum yang justru membuat Ken semakin mempesona.
"Oh ya, karena ternyata sekarang kita sudah pacaran. Aku tidak mau kamu terlalu dekat dengan pria lain kecuali di tempat kerja dan dalam urusan pekerjaan" tukas Ken dengan santai nya yang membuat Zee kembali terkejut.
"Eh?" pekik nya.
"Kenapa sejak tadi kamu Eh Eh terus? Apa ada yang salah?" tanya Ken sembari terkekeh, Zee terpana melihat Ken yang tertawa. Ternyata semakin tampan.
"Oh, kapan tadi tanggal jadian kita? Mungkin kita bisa merayakan nya nanti jika aku ada waktu" ucap Ken lagi yang membuat Zee semakin tak bisa berkata-kata.
__ADS_1
"Ah, apa kamu sudah memberi tahu Mama tentang hubungan kita?" tanya Ken lagi yang membuat Zee semakin bingung dan tak tahu harus berkata apa. Namun satu uang pasti, Zee tak mau sampai Nyonya Celine tahu tentang candaan nya itu.
"Tuan Kenzo, saya..."
"Pacar, kenapa kamu masih memanggil ku Tuan?" tanya Ken lagi yang kembali membuat Zee terperangah, apa lagi sejak tadi Ken terus memanggil nya 'Pacar'
"Panggil saja nama ku, atau kau punya panggilan sayang yang lain? Aku tidak pernah punya pacar jadi aku tidak berpengalaman dalam hal seperti itu" tukas Ken dengan santai nya.
"Saya cuma bercanda waktu itu, Tuan Kenzo" ucap Zee setengah berbisik dan mata membulat sempurna saat ia melihat Nyonya Celine yang kini sudah kembali.
"Aduh, mati aku. Jangan sampai Ken memberi tahu Nyonya Celine.." hati Zee berteriak cemas.
"Bercanda? Benarkah? Kau bisa saja mengelak nya, Pacar" ucap Ken lagi yang membuat Zee meringis.
"Iya, Ma" jawab Ken namun mata nya tertuju pada Zee.
"Kalian belum memesan apapun? Kalian juga terlihat membicarakan sesuatu yang sangat serius, apakah ada masalah?" tanya Nyonya Celine penasaran.
"Bukan apa apa, Tante" jawab Zee sambil tersenyum kaku.
__ADS_1
"Pacar, kamu sudah memanggil Mama Tante? Lalu kenapa masih memanggil ku Tuan?" tanya Ken lagi yang membuat Zee langsung melemparkan tatapan tajam nya pada Ken, namun Ken mengacuhkan hal itu. Sementara Nyonya Celine mengerutkan kening nya setelah mendengar nama panggilan Ken untuk Zee.
"Pacar?" tanya nya.
"Bukan, Tante..."
"Iya, Ma" kedua nya menjawab bersamaan yang membuat Nyonya Celine semakin bingung.
"Kalian ada hubungan?" tanya Nyonya Celine lagi, ia menatap Zee dan Ken bergantian.
"Tidak ada, Tante"
"Zee bilang kita pacaran, Ma"
Lagi lagi kedua nya menjawab secara bersamaan namun dengan jawaban yang bertolak belakang, membuat Nyonya Celine semakin bingung namun juga penasaran. Apa lagi setelah di perhatikan, Zee terlihat seperti gadis yang sedang salah tingkah.
"Sekarang aku mau tanya sama Zee. Dan kamu diam dulu, Ken" tukas Nyonya Celine, Ken pun mengangguk patuh. Sementara jantung Zee semakin berdebar, seperti ia akan di introgasi polisi.
"Zee, apa kamu dan Ken punya hubungan?"
__ADS_1
"Tidak" jawab Zee kemudian menggeleng tegas, walaupun ia sangat berharap punya hubungan dengan Ken namun Zee tahu ia belum pantas untuk Ken.
"Bohong dia, Ma. Dia sendiri yang bilang kalau aku pacarnya"