
Hari yang paling di tunggu Ken akhirnya tiba, setelah persiapan yang sangat terburu-buru karena keputusan Ken yang tiba-tiba, namun tak membuat acara pernikahan Ken dan Zee kekurangan sesuatu. Ken memastikan semuanya berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang mereka rencanakan, sebagian besar tamu undangan pun hadir untuk menyaksikan janji suci pernikahan Ken dan Zee.
Sementara Kayla, ia hanya justru ingin tertawa saat menghadiri acara pernikahan Ken dan Zee.
Malam ini adalah malam yang sangat di tunggu oleh Ken dan Zee, dimana pesta pernikahan mereka di gelar dengan sangat mewah di sebuah hotel bintang lima yang Ken beli saat, hotel yang sama di tempat Zee melakukan pemotretan.
Zee sangat cantik dengan gaun berwarna putih bertahun kristal, benar-benar gaun terbaik yang pernah Nyonya Celine buat. Saat pertama kali melihat Zee dalam balutan gaun pengantin pilihan itu, Ken hanya bisa menganga, Zee selalu mampu membuatnya terpana.
Bukan hanya karena kecantikan dari riasannya, namun karena tatapan penuh cinta dari mata Zee yang juga menyorotkan kebahagiaan di hari besar mereka. Bibir Zee yang selalu setia tersenyum indah, membuat dada Ken senantiasa berdebar hebat.
Zee pun terpukau dengan ketampanan Ken dalam balutan tuxedo hitamnya, dan ia semakin terpukau saat tatapannya bertemu dengan tatapan Ken yang menyiratkan kebahagiaan tiada tara.
"So beautiful," kata itu langsung meluncur dari bibir Ken begitu saja saat Zee berdiri di hadapannya, membuat wajah Zee semakin tersipu.
"Apa itu alasan cinta mu, Sayang?" tanya Zee lirih "Riasan indah ini hanya hari ini, kecantikan ini hanya ada saat muda, saat usiaku menua, kecantikan pun akan mulai memudar,"
"Cinta adalah perasaan yang tak memiliki alasan atas keberadaannya, Love," jawab Ken "Hati yang memilih cinta, sedangkan mata yang di majakan dengan kecantikan adalah bentuk dari cinta itu sendiri. Jika cinta, semua akan terlihat indah. Bukan indah, yang menghadirkan cinta." tutur Ken yang membuat Zee kembali tersipu.
Kedua orang tua Zee tak bisa menahan tangis haru mereka saat mereka melepaskan Zee untuk kehidupan baru Zee, melepaskan Zee pada seseorang yang sebelumnya tak pernah mereka kenal.
"Mereka akan bahagia dan memiliki kehidupan yang mereka impikan," kata Ayah Zee sembari mengusap pundak istrinya.
Pak Arif bukannya tak sedih karena kini ada pria lain yang akan bertanggung jawab atas segala kehidupan Zee, yang akan menjadi penggantinya dalam mengayomi Zee.
"Aku pun patah hati," kata Pak Arif "Zee adalah cinta terkahir ku, dan sekarang pria lain telah mengambilnya, tapi aku juga bahagia karena Zee akan mendapatkan cinta yang pasti lebih indah dari suaminya." lanjutnya yang membuat sang istri tersenyum.
__ADS_1
Sementara Nyonya Celine pun tak bisa mengungkap kebahagiaannya dengan kata-kata, ia pun tak menyangka Ken kini telah menemuka cintanya. Tak bisa Nyonya Celine pungkiri, dulu ia mengkhawatirkan Ken dan kehidupannya, dimana Ken hanya sibuk bekerja dan bekerja sementara teman sebaya Ken telah memiliki pasangan masing-masing. Dan Nyonya Celine sangat merestui Zee menjadi menantunya, mungkin orang akan melihat mereka berasal dari kelas yang sangat berbeda, namun bagi Nyonya Celine, Zee adalah wanita terbaik yang pernah ia temui.
Yang tak malu mengakui kekuranganny, tak takut mengambil langkah dan keluar dari zona aman. Zee tak malu mengakui latar belakang keluarganya dan tempat asanya, dan Zee yang tak pernah menyerah untuk menggapai mimpinya.
"Dia akan jadi pasangan terbaik."
....... ...
"Yang pamit mau nikah itu aku, yang ngabarin pernikahan itu aku, terus kenapa malah Zee yang menikah?" tanya Kayla yang membuat Livy dan Zee terkekeh. Saat ini ketiganya sedang berbincang sebentar sementara Ken pun menemui tamu yang lain.
"Benar juga ya," gumam Zee kemudian "Tapi neh ya, kamu belum sebar undangan, Kay. Kamu bahkan belum mengenalkan calon suami kamu," kata Zee.
"Benar juga, kamu selama ini cuma bilang 'calon suamiku', siapa sih calon suami kamu?" "tanya Livy penasaran. Dan bukannya menjawab, Kayla justru hanya mesem-mesem dengan wajah yang tersipu malu.
"Kay, siapa?" tanya Zee penasaran.
"APA?"
.........
Promo karya Author Rini Sha.
Judul : Mantan Terindah
Cuplikan di Bab: PENYESALAN.
__ADS_1
Zein menangis dalam diam. Nyatanya perpisahan ini sungguh menyakitkan baginya.
Zi, wanita yang ia nikahi, lalu ia ceraikan itu ternyata telah pergi meninggalkan kota ini, sesaat setelah menerima akte cerai darinya.
Zein terlambat.....
Semua teman-teman kerja sang istri yang ia kenal, bungkam. Tak ada satu pun di antara mereka yang mau memberi tahu ke mana wanita itu pergi. Karena mereka memang tidak tahu ke mana Zi pindah.
Zein tidak semudah itu percaya.
ia pun langsung pergi ke bagian administrasi. Bertanya pada bagian tersebut.
Namun lagi-lagi mereka juga tidak bisa membantunya. Karena menurut info, kepindahan Zi tidak ada sangkut pautnya dengan pihak rumah sakit, yang artinya Zi mengundurkan diri. Bukan dipindah tugaskan. Atau, mereka berbohong. Entahlah.... nyatanya, info yang Zein dapatkan memang demikian.
"Ke mana kamu, Zi?" tanya Zein dalam diamnya. Zein kembali berlari menuju mobilnya, ia yakin kalau Zi pasti pergi ke rumah keluarganya yang ada di kampung. Zein pun berniat menyusul wanita itu ke sana.
Sayangnya, setelah sampai di sana, Ia tak menemukan wanita yang ia cari. Zi tidak ada. Mereka malah menjamu Zein dengan sangat baik. Membuat Zein semakin merasa bersalah.
Zein tidak berani bertanya kepada mereka, karena mereka pasti akan menghakiminya. Menangih janji yang telah ia ikrarkan saat ijab qobul itu. Kali ini Zein benar-benar merasa seperti pecundang bodoh yang mengingkari janjinya. Janji untuk menjaga Zi, janji untuk melindungi Zi, janji untuk membahagiakan Zi. Semua ia ingkari.
Tak ingin berlama-lama di kampung keluarga, Zi. Zein pun memutuskan kembali ke Jakarta. Kembali ke rumah. Rumah di mana ia dan Zi pernah tinggal.
Perlahan, Zein masuk ke dalam kamar tersebut. Kamar yang biasanya di penuhi oleh aroma Zi selepas mandi. Aroma yang bisa membuatnya sangat-sangat tenang. Tak dipungkiri, bahwa Zein sangat merindukan aroma itu.
"Zi, aku rindu," gumam Zein sembari memeluk bantal yang biasanya Zi gunakan untuk tidur. Beberapa kali Zein terlihat mencium bantal tersebut.
__ADS_1
Zein lagi-lagi menangis. Merindukan kebersamaan dengan Zi di kamar ini.