A DREAMER

A DREAMER
Episode 44 - Janji


__ADS_3

Zee merasa tidak enak pada Ken karena untuk yang kesekian kalinya ia menolak pergi bersama Ken hanya karena urusan pekerjaan Zee yang sebenarnya tidak penting.


Tentu saja itu sebenarnya tidak penting, karena Zee hanya akan makan malam ramai ramai kemudian mengobrol berbagai hal dari hal tidak yang penting hingga yang tidak penting.


"Ck, kenapa tidak di angkat" gumam Zee yang saat ini mencoba menghungi Ken karena setelah berbicara di telfon semalam, Ken seperti mengabaikan nya.


"Ada apa, Zee?" tanya Kayla yang melihat Zee tampak frustasi.


"Tidak apa apa" jawab Zee lirih kemudian ia meletakkan ponsel nya ke dalam tas nya.


"Semua nya sudah siap, sudah waktunya melanjutkan pemotretan" tukas Kayla dan Zee yang sudah siap pun langsung mengikuti Kayla.


Saat ini mereka ada di hotel dan melakukan pemotretan di kolam yang ada di hotel itu, Zee memakai gaun malam berwarna hitam berbahan sutera dengan make up yang sangat mencolok.


Zee di arahkan untuk berpose seksi dan Zee pun melakukan nya dengan baik, hingga tiba tiba pandangan Zee tertuju pada pria yang sejak tadi terus terbayang dalam benak nya, pria itu berada di antara beberapa pria yang dengan setelan jas nya dan salah satu nya Zee ketahui sebagai pemilik hotel. Mereka tampak membicarakan sesuatu yang sangat serius

__ADS_1


Kenzo, pria itu tahu Zee ada dimana dan sedang apa. Dan ia juga tahu Zee sedang melakukan pemotretan di hotel milik salah satu rekan bisnis nya, dan rekan nya itu ingin menjual hotel itu pada Ken. Ken pun datang untuk melihat mengurus semua itu.


Ken dan Zee saling pandang, namun kemudian Ken membuang pandangan nya membuat hati Zee terkesiap.


"Zee, fokus ke kamera" seru fotografer nya dan Zee pun langsung kembali fokus pada pekerjaan nya. Sementara Ken, pria itu berjalan di sisi kolam yang lain seolah ia tak melihat Zee. Membuat Zee ingin menangis rasa nya.


.........


Setelah beberapa sesi pemotretan selesai, Zee langsung bergegas ke ruang ganti yang sudah di siapkan namun tiba tiba tangan Zee di tarik seseorang dan membawa Zee masuk ke dalam salah satu kamar di hotel itu.


"Kamu dari mana saja? Aku telfon dari pagi tidak di jawab, aku kirim pesan tidak di balas" rengek Zee di pelukan kekasih nya itu, ia melingkarkan lengan mungil nya di pinggang Ken dengan begitu erat, seolah ia takut Ken pergi.


"Bagaiamana rasa nya, hm?" tanya Ken santai berusaha melepaskan Zee dari pelukan nya namun Zee menolak


"Tentu saja aku sedih, cemas, aku kefikiran, aku juga rindu. Kenapa masih tanya" gerutu Zee dan ia pun menghirup aroma maskulin dari tubuh sang kekasih. Aroma yang sejak dulu selalu memanjakan indera penciuman Zee.

__ADS_1


"Itu juga yang aku rasakan saat kamu sibuk dengan pekerjaan mu, Love. Aku juga rindu, cemas, kefikiran, meskipun aku tahu kamu bekerja" tutur Ken lembut.


"Jadi kamu balas dendam?" tanya Zee mengerucutkan bibir nya.


"Iya" jawab Ken jujur yang membuat Zee kesal dan ia memukul dada Ken.


"Jahat" tukas nya.


"Aku cuma mau kamu mengerti, Love. Dan aku faham, kamu sibuk tapi kalau kamu memang sayang sama aku, kamu akan meluangkan sedikit saja waktu mu buat aku" ungkap Ken yang membuat hati Zee terenyuh "Aku pun juga sibuk, sangat sibuk. Tapi aku akan selalu meluangkan waktu khusus buat kamu. Aku harap kamu juga melakukan hal yang sama"


"Aku akan belajar" cicit Zee "Aku akan belajar mengatur waktu, aku akan pergi makan malam dengan mu malam ini. Aku tidak mau di abaikan seperti hari ini, rasa nya sesak" Zee kembali merengek dan semakin mendekap Ken, membuat Ken terkekeh.


"Beneran ya? Janji akan selalu meluangkan waktu untuk ku?"


"Janji"

__ADS_1


__ADS_2