
Tak lama berjalan, Farel dan yang lain sampai di kediaman Nita. Langsung saja mereka duduk di tempat semula. Dan beberapa menit setelahnya, Nita menghampiri para tamunya.
Selepas shalat, hati Nita jadi mantap untuk memilih. Ia pun duduk dan mulai berbicara.
“Saya sudah meminta petunjuk kepada Allah. Dan hati saya mantap untuk memilih Farel.”
“Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.” Farel sujud syukur, netranya berkaca-kaca.
“Kalau akhirnya memilih dia, kenapa kamu mengizinkan saya untuk masuk ke dalam hidupmu?” tanya Fadil yang tengah memasang wajah yang tak bersahabatnya. Sungguh, hatinya memang hancur saat ini.
“Maafkan saya Kak. Saya sudah berusaha untuk mencintai Kakak sepenuhnya. Tapi sampai saat ini, saya juga masih sangat mencintai Farel. Selain itu, Allah juga telah memantapkan hati saya untuk memilih Farel. Percayalah, Kakak sangat layak untuk mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik di luar sana.”
“Alasan klasik. Sudahlah Nita, saya sangat kecewa dengan keputusanmu ini. Anggap saja kita tidak pernah kenal.” Fadil berdiri, ia keluar dari rumah Nita bersama dengan seluruh rombongan keluarganya.
Nita mengejarnya. “Maafkan saya kak Fadil. Saya tidak bermaksud-”
“Tidak bermaksud ya? Gampang sekali kata itu keluar dari mulutmu. Egois sekali kamu, sampai kapan pun saya tidak akan sudi memaafkanmu.”
Fadil dan keluarganya menuju mobil. Mereka semua bergegas meninggalkan rumah perempuan yang telah menolak lamaran mereka.
__ADS_1
Nita yang tak kuasa menahan kesedihan kini bersimpuh di depan pintu rumahnya. Ia hanya bisa pasrah melihat Fadil beserta keluarganya pergi dari situ dengan raut muka marah.
Thira bergegas mendekatinya. “Masuk dulu Bu,” pintanya pada Nita yang tengah tersedu-sedu.
Dengan bantuan Thira, Nita pun bangkit. Ia
masuk ke rumah dengan langkah yang sangat lambat. Ia benar-benar merasa bersalah pada Fadil. Tapi ia juga tak dapat memungkiri bahwa hatinya lebih memilih Farel untuk menjadi pasangan seumur hidupnya.
Dalam kebingungan ini, ia hanya bisa berharap pengorbanannya bisa berbuah manis. Semoga ia tak salah dalam menentukan pilihan. Mudah-mudahan Farel bisa menjadi pasangan yang baik baginya.
“Minum dulu,” pinta Farel seraya menyerahkan segelas minuman dingin ke Nita. “Saya tidak tahu kamu lamaran hari ini. Kalaupun saya tahu, saya tetap akan mengungkapkan rasa cinta ini sebelum kamu menjadi milik orang lain,” imbuhnya.
Nita kemudian meneguk air manis tersebut. “Tolong jangan kecewakan saya lagi, Rel. Cukup dulu waktu kamu pergi begitu saja tanpa kabar,” lirihnya pada lelaki yang selalu berhasil mengetuk pintu hatinya itu.
Ingin rasanya Farel mengelus punggung Nita yang terisak. Namun apalah daya, mereka belum resmi menjadi pasutri yang halal untuk saling menyentuh.
Lambat laun, Nita mulai melupakan kejadian tadi. Ia dan keluarganya pun mengemasi barang-barang yang akan digunakan selama di Jakarta. Coz pernikahannya dengan Farel akan dilangsungkan di kediaman Farel.
Setibanya di Jakarta.
__ADS_1
Pernikahan Nita dan Farel berlangsung meriah. Akhirnya, cita-cita Nita yang dahulu sebatas angan-angan kini menjadi kenyataan.
Rupanya, Farel yang ia cintai adalah lelaki yang telah Allah siapkan untuk menjadi jodohnya.
Nita dan Farel kini duduk bersanding. Nita mengenakan dress berwarna putih. Sementara Farel, ia mengenakan suit berwarna hitam.
Acara utamanya bertema BBQ. Dimana tamu yang datang disuguhkan kebab, roast peking duck, juga chicken and chips.
Setelah makan, tibalah acara yang dinanti-nantikan para tamu undangan. Nita langsung melemparkan bunga pernikahannya.
Siapakah orang beruntung yang akan menimang bunga pernikahan itu?
Jeng jeng... Bunga pernikahan tersebut jatuh di tangan Daniel.
“Aish, saya lagi, saya lagi. Kenapa selalu saya yang dapat bunga pernikahan begini? Saya kan sudah tidak mau menikah,” gerutunya.
“Ini. Buat kamu saja,” lanjutnya sembari menyerahkan bunga itu ke Maher yang berdiri di dekatnya.
Persis seperti di hari pernikahan Nisa dan Arka dulu.
__ADS_1
Maher yang merasa dejavu hanya bisa pasrah. Ia membiarkan kakak dari mitranya itu menyodorkan bunga dengan paksa ke dirinya.
...TAMAT...