Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Sahabat ~ Amoera


__ADS_3

marvin sedang duduk diruangannya  ia menyuruh penjaga untuk memanggil mata mata yang terpercaya di keluarganya  , tak lama kemudian mata mata tersebut datang dan memberi hormat kepada marvin


" cari tau asal usul wanita itu dan keluarganya " pinta marvin , mata mata tersebut pun mengiyakannnya an bergegas pergi meninggalkan ruangan marvin , sementara di kamar alice amoera henak pamit kemabali ke kamarnya


" Nona alice , istirahatlah  aku akan kembali kekamarku " pinta amoera menepiskan senyumnya


" amoera tunggu , aku akan memberimu beberapa bajuku " kata alice ia turun dari tempat tidurnya , ia membuka lemari pakaian dan mengambil beberapa baju yang sudah terlipat rapi


" ini buat kau " ujar alice menyodorkan beberapa baju miliknya


" tidak usah nona alice ! ini terlalu bagus untukku " kata amoera menolak


" ini pemberian ari ibuku  tidak pernah aku pakai , jadi ingin ku berikan kepadamu dari pada tidak terpakai di dalam lemari , lagipula ini sepertinya lebih pantas jika kau kenakan  " pinta  alice , ia pun memaksa amoera untuk menerima dan mengenakannya dan amoera pun menerima pemberian alice , ia memakai baju yang di berikan oleh alice.


" amoera .. kau terlihat sangat cantik mengenakan baju ini " puji alice , ia pun tersenyum seraya memeluk tubuh amoera


" amoera .. apa kau mau jadi temanku " pinta alice sembari menjulurkan jari kelingkingnya , namun amoera hanya diam saja , dan alice menegur diamnya amoera

__ADS_1


" maaf nona alice , aku sungguh tidak pantas menjadi temanmu " kata amoera ia menunduk bersedih


" Why ? " tanya alice ia sedikit kecewa dengan jawaban amoera


" karna kita berbeda nona .. kau layaknya seorang putri , sementara aku ? aku hanya perempuan yang buruk dimata orang lain " jawab amoera ia meneteskan air matanya


" amoera jangan berbicara seperti itu , aku tidak pernah memandang martabat orang lain , aku hanya mempercayai apa kata hatiku , jika sesuatu itu memanglah  baik akan terlihat baik begitu juga sebaliknya " tutur alice , amoera yang mendengarnya pun merasa senang


kemudian amoera pamit kepada alice untuk kembali ke kamarnya


" aku harus ngapain , aku sungguh bingung " gumam amoera bersedih


 


* diruang marvin


seorang penjaga menemui marvin di ruangannya , penjaga itu memberitahukan kepada marvin jika ada seorang temannya didepan rumah ingin menemuinya , marvin pun menyuruh penjaga itu untuk mempersilahkan temannya masuk

__ADS_1


" marvin " sapa laki laki tersebut , marvin pun beranjak dari duduknya ia tersenyum dan memeluk laki laki itu  , ternyata dia albert sahabat dekat marvin


" marvin aku minta maaf waktu paman louis meninggal aku tidak bisa ikut serta ke tempat peristirahatan terakhirnya , karna aku baru semalam bisa mendapatkan  tiket pesawat untuk pulang ke london " kata albert menatap simpati marvin


" tidak apa apa , ayo duduklah " pinta marvin mengajak albert duduk


" sudah sampai mana persiapan pernikahanmu  ? " tanya marvin


" aku akan membatalkan pernikahanku " jawab albert menundukan kepalanya , sepertinya hubungan albert dengan tunangannya sedang dirundung masalah


" kenapa ? bukannya kau sudah mempersiapkan semuanya ? " tanya marvin ia pun sedikit terkejut


" iya ada masalah diantara kami yang tidak bisa aku beritahukan kepadamu atau siapapun " saut albert tersenyum getir dan marvin pun mencoba menenangkan sahabatnya tersebut


 


 

__ADS_1


__ADS_2