
Amoera mengerjap setengah sadar , kedua matanya memmperhatikan sekitar dan ia terkejut mendapati dirinya sudah berada di dalam mobil bersama marvin .
" marvin .. Kau ? " ucap amoera
" kau sudah sadar ? " tanya marvin
" kau mau membawaku kemana ? " tanya amoera dengan mengeraskan suaranya .
" aku akan mengantarkanmu kembali ke tempat asalmu " ucap marvin , amoera pun terdiam seketika .
Kenapa rasanya ia sangat berat meninggalkan alice .
" bukankah ini yang aku inginkan ? , aku harus pergi menjauh dari keluarga dia . Aku akan sangat merindukan alice " gumam amoera dalam hati
Saat perjalanan menuju ke london . Marvin melewatkan mobilnya ke arah hutan belantara yang begitu lebat dan gelap akan rindangnya pepohonan .
Kala itu cuaca begitu dingin hingga serasa menusuk di tulang belulang marvin dan juga amoera .
Tiba tiba amoera merasakan perutnya begitu penuh . Ia pun mual dan hendak memuntahkan semua isi didalam perutnya .
" jangan muntah di dalam mobilku " teriak marvin dengan begitu keras . Amoera menahan agar semua isi didalam perutnya tidak keluar . Marvin pun mencari tempat untuk menghentikan mobilnya .
" cepat turunlah " pinta marvin dengan mengeraskan suaranya .
, amoera cepat cepat keluar dari mobil marvin ia duduk berjongkok dan mengeluarkan semua isi cairan di dalam perutnya yang begitu terasa penuh .
__ADS_1
" apa kau bisa cepat sedikit " teriak marvin . Amoera pun berdiri kepalanya terasaa sangat berat , tubuhnya menggigil kedinginan .
" marvin pergilah tinggalkan aku disini " pinta amoera dengan mendekap tubuhnya begitu erat karna angin malam itu benar benar menusuk tubuhnya.
Marvin pun turun dari mobil dan menghampiri amoera .
" apa kau sudah gila menyuruhku meninggalkanmu tengah malam di hutan belantara seperti ini " tanya marvin dengan geram
" iya .. Aku sudah gila semenjak kau menyiksaku ! semenjak kau menghancurkan hidupku " ucap amoera dengan begitu geram , ia hendak melangkahkan kakinya pergi meninggalkan marvin namun marvin menarik tangannya dengan kasar
" cepat masuk kedalam mobil " teriak marvin , ia menarik kasar tangan amoera dan menyuruhnya masuk kedalam mobil . Namun amoera bersih keras menolaknya .
" lepaskan aku ! Aku tidak mau " teriak amoera meronta ronta , marvin mencengkram leher amoera .
" iya lakukanlah .. Bunuh saja aku ! Itu yang memang aku inginkan dari dulu , bukankah dengan membunuhku kau dan keluargamu bisa hidup tenang ? " seru amoera . Marvin pun hanya diam saja
" kenapa kau diam saja ? Cepat bunuh aku , bunuh aku marvinnn ! " teriak amoera , ia pun menangis .
" apa kau tau ! aku sudah tidak memiliki kehidupan semenjak bertemu bajingan seperti dirimu , cepat bunuhlah aku , bunuh aku " teriak amoera semakin keras , marvin pun melepaskan tangannya dari leher wanita malang itu .
" cepat masuklah ke dalam mobil " pinta marvin lirih .
" aku tidak mau ! " seru amoera , marvin dengan paksa mengunci kedua tangan amoera ke belakang tubuhnya dan ia memasukan tubuh amoera kedalam mobil dengan begitu kasar
" arghhh sakit .. Marvin lepaskan tanganku ! " teriak amoera .
__ADS_1
" aku tidak peduli cepat duduk " paksa marvin , amoera pun duduk didalam mobil , marvin menutup pintu mobilnya dan melanjutkan kembali perjalananannya menuju ke london
" dasar bajingan ! Aku sangat membencimu " teriak amoera dengan geram
" meskipun kau membenciku aku tidak peduli ! Asal kau tau , kau sama sekali tidak berpengaruh dan tidak berarti dalam hidupku " saut marvin .
saat dalam setengah perjalanan keluar dari hutan , mobil yang marvin kendarai tiba tiba berhenti mendadak .
" shit .. Kenapa dengan mobilnya " gumam marvin seraya memukul setir mobil tersebut .
" tunggu disini jangan kemana mana ! Aku akan memeriksa mesin mobilnya " ucap marvin . Amoera pun hanya diam saja tak menggubris perkataan marvin .
" disini sangat gelap . aku tidak bisa memeriksa mesin mobilnya , sial " teriak marvin ia pun kembali masuk kedalam mobilnya .
" untuk sementara kita tunggu didalam mobil sampai fajar terbit . aku tidak membawa lampu penerang untuk memeriksa kerusakan mobilku " tutur marvin . namun amoera hanya diam saja dengan menatap ke samping jendela mobil .
mereka berdua tak berbicara sepatah kata pun .
amoera terdiam dan mendekap erat tubuhnya dengan kedua tangan karna ia merasa kedinginan , malam pun semakin larut kedinginan yang amoera rasakan semakin tak tertahankan , ia menggiggil hingga terlihat jelas raut wajahnya begitu pucat .
" kau kenapa ? tanya marvin. amoera tak bergemming . Ia memejamkan matanya dan terlihat Sekujur tubuhnya gemetar
" amoera " panggil marvin . ia melepaskan sweater miliknya dan mencoba mengenakannya di tubuh amoera .
" jangan menyentuhku ! jauhkan tanganmu dariku " teriak amoera , dengan menggigil .
__ADS_1