
Marvin kembali kedalam kamar amoera . ia melihat perempuan itu sedang berbaring dengan memiringkan badannya , karna saat itu posisi tidur miring adalah posisi tidur ternyaman bagi amoera . namun ia belum juga memejamkan matanya . karna dirinya merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya seperti sekarang ini . marvin pun mendekati amoera , kini ia berdiri persis di hadapan amoera , ia memperhatikan wajah perempuan itu .
" kenapa kau belum tidur ? " tanya marvin . amoera pun hanya diam , dan ia mengubah posisi tidurnya agar tidak melihat marvin .
" cepat tidurlah , aku akan mengantarkanmu besok ke dokter " ucap marvin . amoera tetap diam saja . marvin menghela nafas dengan kesal . ia melangkahkan kakinya hendak meninggalkan kamar amoera .
" apa alice baik baik saja ? " tanya amoera . langkah kaki marvin terhenti seketika .
" apa kau merindukan alice ? " tanya marvin . amoera beranjak duduk dan mengangguk .
" kondisi kesehatannya beberapa bulan ini sedang memburuk , dia sedang tidak baik " ucap marvin , amoera pun membulatkan kedua matanya karna terkejut .
" kenapa bisa memburuk ? " tanya amoera . Marvin pun kembali dan duduk di samping amoera .
" entahlah .. Mungkin cuaca tempat tinggal kami sekarang tidak sebaik di london " ucap marvin .
Amoera terdiam , dan pikirannya melayang kemana mana .
" apa aku boleh berbicara kepadanya ? " tanya amoera .
" tentu saja . Tapi tidak sekarang ini sudah larut malam " ucap marvin . Amoera pun membaringkan tubuhnya kembali dan menarik selimutnya . Ia mencoba memejamkan mata namun rasanya sulit sekali untuk tertidur . Marvin mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamar amoera . Ia beranjak dan duduk di kursi yang terletak di sudut kamar tersebut untuk menunggu amoera .
Ia memperhatikan amoera dari sudut kamar tersebut .
" apa aku harus menyuruhnya untuk menggugurkan anak itu ? " gumam marvin dalam hati .
" tidak .. Aku bukan pembunuh aku sudah melakukan kesalahan aku tidak mau melakukan kesalahan dengan membunuh anakku sendiri " imbuhnya . Marvin memejamkan matanya dengan kebingungan
" tapi aku harus bagaimana ? lalu bagaimana dengan elsa? apa dia bisa menerima ini semua ? . Aku sangat mencintainya " gumamnya kembali .
* Keesokan malamnya \,
Marvin pun pulang ke rumahnya . Ia langsung menuju ke kamar elsa . Terlihat elsa sudah tertidur . Ia melepaskan jacket dan sepatu miliknya . Kemudian menjatuhkan tubuhnya disamping elsa , ia memeluk tubuh wanita berdarah italia tersebut dengan begitu erat . Elsa pun terbangun akan dekapan marvin yang begitu kencang .
__ADS_1
" sayang kau pulang ? " tanya elsa dengan mengerjapkan kedua matanya .
" iya .. Ayo Tidurlah lagi " ucap marvin . Elsa membelai wajah marvin dan mengecup bibirnya .
" aku sangat merindukanmu , kau akhir akhir ini selalu meninggalkanku sendirian " ucap elsa .
" iya maafkan aku , aku sangat banyak pekerjaan sayang " tutur marvin .
" sayang .. Apa kita bisa mempercepat pernikahannya ? " tanya elsa . Marvin menyipitkan matanya dengan penuh keheranan .
" kenapa kau tiba tiba ingin mempecepat pernikahan kita ? Tanya marvin
" ehm ya .. tidak apa apa , aku hanya ingin segera menikah dan memiliki sebuah keluarga bersamamu dan juga anak anak yang lucu . Pasti menyenangkan melihat anak anak kita berlarian di halaman rumah " ucap elsa . Dengan tersenyum bahagia .
" elsa " panggil marvin
" iya ? " saut elsa .
" kalau aku memiliki anak dari perempuan lain apa kau akan menerimanya ? " tanya marvin .
" tidak .. Lupakan saja , ayo tidurlah " pinta marvin . Ia mencium kening elsa dan mendekap tubuhnya dengan begitu erat .
" kak marvin apa yang bicarakan tadi ? anak siapa yang kau maksu ? " tanya elsa
" aku hanya bercanda sayang , ayo tidurlah " tutur marvi , Elsa pun menenggelamkan kepalanya di dada marvin , ia masih bertanya tanya akan perkataan marvin baru saja
* 5 bulan kemudian
Kini perut amoera sudah terlihat semakin membesar . Marvin juga lebih sering menemaninya di rumah yang saat ini amoera tinggali ,
begitu juga dengan clarissa , mungkin hanya menghitung hari dirinya akan melahirkan . meskipun tanpa marquez di sampingnya . itu tak membuat dirinya patah semangat . bahkan ia sudah mengumpulkan uang dari hasil kerjanya untuk kelahiran anaknya , dan clarissa juga berniatan setelah anaknya lahir , ia akan kembali ke kediaman kakaknya . ia akan pulang hidup bersama kakak dan anaknya , hanya itu angan angan dan keinginan clarissa . yang beberapa bulan terakhir ini memenuhi isi kepala dan hatinya .
__ADS_1
*di rumah marvin
siang itu marvin berada didalam kamar alice , terlihat alice sedang duduk bersandar di tempat tidur . dan marvin mencoba menyuapi adik perempuannya tersebut .
" alice ayo buka mulutmu lagi " pinta marvin .
" alice sudah kenyang kak " saut alice .
" sayang ayo sedikit saja " pinta marvin .
" kakak .. alice tidak mau , kakak jangan memaksa alice " seru alice . marvin menghela nafas , dirinya terdiam seenak , kemudian ia menoleh ke arah pintu memastikan tidak ada orang disana .
" alice .. apa kau ingin bertemu dengan amoera ? " tanya marvin . alice menoleh ke arah marvin dan menganggukan kepalanya .
" aku sangat merindukan dia " tutur alice .
" kakak akan mengajakmu untuk bertemu dengan amoera tapi kau harus makan " bujuk marvin .
" tidak .. kakak membohongi alice kan ? biar alice mau makan ? alice bukan anak kecil lagi yang bisa kakak bohongi " seru alice .
" alice sayang .. kakak tidak membohongimu , kakak tau dimana amoera .. kakak akan mengajakmu kesana " tutur marvin
" apa kakak tidak berbohong ? " tanya alice
" tidak sayang .. kakak tidak berbohong , besok saat kak marquez dan kak hanna mempersiapkan pernikahannya , kakak akan mengajakmu menemui amoera , tapi kau harus janji kau tidak boleh memberitau siapapun " tutur marvin .
" baiklah kak , alice janji " ucap alice dengan tersenyum lebar .
" ayo sekarang makanlah lagi " pinta marvin , alice pun mengiyakannya dan alice begitu lahap memakan makanan yang marvin suapkan untuknya . marvin memperhatikan raut wajah adiknya yang terlihat begitu riang dan semangat .
" hanya karna aku menjanjikan nya untuk bertemu dengan amoera , alice bisa sesemangat dan seriang ini . apa yang baik dari dalam diri wanita itu " gumam marvin dengan heran .
__ADS_1