Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Merindukan ~ Amoera


__ADS_3

Marvin kembali kedalam kamar amoera . ia melihat perempuan itu sedang berbaring dengan memiringkan badannya , karna saat itu posisi tidur miring adalah posisi tidur ternyaman bagi amoera . namun ia belum juga memejamkan matanya . karna dirinya merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya seperti sekarang ini . marvin pun mendekati amoera , kini ia berdiri persis di hadapan amoera , ia memperhatikan wajah perempuan itu .


" kenapa kau belum tidur ? " tanya marvin . amoera pun hanya diam , dan ia mengubah posisi tidurnya agar tidak melihat  marvin .


" cepat tidurlah , aku akan mengantarkanmu besok ke dokter " ucap marvin . amoera tetap diam saja . marvin menghela nafas dengan kesal . ia melangkahkan kakinya hendak meninggalkan kamar amoera .


" apa alice baik baik saja ? " tanya amoera . langkah kaki marvin terhenti seketika .


" apa kau merindukan alice ? " tanya marvin . amoera beranjak duduk dan mengangguk .


" kondisi kesehatannya  beberapa bulan ini  sedang memburuk , dia sedang tidak baik  " ucap marvin , amoera pun membulatkan kedua  matanya karna terkejut .


" kenapa bisa memburuk ? " tanya amoera . Marvin pun kembali dan duduk di samping amoera .


" entahlah .. Mungkin cuaca tempat tinggal kami sekarang tidak sebaik di london " ucap marvin .


Amoera terdiam , dan pikirannya melayang kemana mana .


" apa aku boleh berbicara kepadanya ? " tanya amoera .


" tentu saja . Tapi tidak sekarang ini sudah larut malam " ucap marvin . Amoera pun membaringkan tubuhnya kembali dan menarik selimutnya . Ia mencoba memejamkan mata namun rasanya sulit sekali untuk tertidur . Marvin mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamar amoera . Ia beranjak dan duduk di kursi yang terletak di sudut kamar tersebut untuk menunggu amoera .


Ia memperhatikan amoera dari sudut kamar tersebut .


" apa aku harus menyuruhnya untuk menggugurkan anak itu ? " gumam marvin dalam hati .


" tidak .. Aku bukan pembunuh aku sudah melakukan kesalahan aku tidak mau melakukan kesalahan dengan membunuh anakku sendiri " imbuhnya . Marvin memejamkan matanya dengan kebingungan


" tapi aku harus bagaimana ? lalu bagaimana dengan elsa? apa dia bisa menerima ini semua ? . Aku sangat mencintainya " gumamnya kembali .


* Keesokan malamnya \,


Marvin pun pulang ke rumahnya . Ia langsung menuju ke kamar elsa . Terlihat elsa sudah tertidur . Ia melepaskan jacket dan sepatu miliknya . Kemudian menjatuhkan tubuhnya disamping elsa , ia memeluk tubuh wanita berdarah italia tersebut dengan begitu erat . Elsa pun terbangun akan dekapan marvin yang begitu kencang .

__ADS_1


" sayang kau pulang ? " tanya elsa dengan mengerjapkan kedua matanya .


" iya .. Ayo Tidurlah lagi " ucap marvin . Elsa membelai wajah marvin dan mengecup bibirnya .


" aku sangat merindukanmu , kau akhir akhir ini selalu meninggalkanku sendirian " ucap elsa .


" iya maafkan aku , aku sangat banyak pekerjaan sayang " tutur marvin .


" sayang .. Apa kita bisa mempercepat pernikahannya ? " tanya elsa . Marvin menyipitkan matanya dengan penuh keheranan .


" kenapa kau tiba tiba ingin mempecepat pernikahan kita ? Tanya marvin


" ehm ya .. tidak apa apa , aku hanya ingin segera menikah dan memiliki sebuah keluarga bersamamu dan juga anak anak yang lucu . Pasti menyenangkan melihat anak anak kita berlarian di halaman rumah " ucap elsa . Dengan tersenyum bahagia .


" elsa " panggil marvin


" iya  ? " saut elsa .


" kalau aku memiliki anak dari perempuan lain apa kau akan menerimanya ? " tanya marvin .


" tidak .. Lupakan saja , ayo tidurlah " pinta marvin . Ia mencium kening elsa dan mendekap tubuhnya dengan begitu erat .


" kak marvin apa yang bicarakan tadi ? anak siapa yang kau maksu ? " tanya elsa


" aku hanya bercanda sayang , ayo tidurlah " tutur marvi , Elsa pun menenggelamkan kepalanya di dada marvin , ia  masih bertanya tanya akan perkataan marvin baru saja


 


* 5 bulan kemudian


Kini perut amoera sudah terlihat semakin membesar . Marvin juga lebih sering menemaninya di rumah yang saat ini amoera tinggali ,


begitu juga dengan clarissa , mungkin hanya menghitung hari dirinya akan melahirkan . meskipun tanpa marquez  di sampingnya . itu tak membuat dirinya patah semangat . bahkan ia sudah mengumpulkan uang dari hasil kerjanya untuk kelahiran anaknya , dan clarissa juga berniatan setelah anaknya lahir , ia akan kembali ke kediaman kakaknya . ia akan pulang hidup bersama kakak dan anaknya , hanya itu angan angan dan keinginan clarissa . yang beberapa bulan terakhir ini  memenuhi isi kepala dan hatinya .

__ADS_1


*di rumah marvin


siang itu marvin berada didalam kamar alice , terlihat alice sedang duduk bersandar di tempat tidur . dan marvin mencoba menyuapi adik  perempuannya tersebut .


" alice ayo buka mulutmu lagi " pinta marvin .


" alice sudah kenyang kak " saut alice .


" sayang ayo sedikit saja " pinta marvin .


" kakak .. alice tidak mau , kakak jangan memaksa alice " seru alice . marvin menghela nafas , dirinya terdiam seenak , kemudian ia menoleh ke arah pintu memastikan tidak ada orang disana .


" alice .. apa kau ingin bertemu dengan amoera ? " tanya marvin . alice menoleh ke arah marvin dan menganggukan kepalanya .


" aku sangat merindukan dia " tutur alice .


" kakak akan mengajakmu untuk bertemu dengan amoera tapi kau harus makan " bujuk marvin .


" tidak .. kakak membohongi alice kan ?  biar alice mau makan ? alice bukan anak kecil lagi yang bisa kakak bohongi " seru alice .


" alice sayang .. kakak tidak membohongimu , kakak tau dimana amoera .. kakak akan mengajakmu kesana " tutur marvin


" apa kakak tidak berbohong ? " tanya alice


" tidak sayang .. kakak tidak berbohong , besok saat kak marquez dan kak hanna mempersiapkan pernikahannya , kakak akan mengajakmu menemui amoera , tapi kau harus janji kau tidak boleh memberitau siapapun " tutur marvin .


" baiklah kak , alice janji " ucap alice dengan tersenyum lebar .


" ayo sekarang makanlah lagi " pinta marvin , alice pun mengiyakannya dan alice begitu  lahap memakan makanan yang marvin suapkan untuknya . marvin memperhatikan raut wajah adiknya  yang terlihat begitu riang dan semangat .


" hanya karna aku menjanjikan nya untuk bertemu dengan amoera , alice bisa sesemangat dan seriang  ini . apa yang baik dari dalam diri wanita itu " gumam marvin dengan heran .


 

__ADS_1


 


__ADS_2