
Seusai dokter mengambil darah amoera , ia pun terlihat begitu pucat ia duduk disamping marvin sembari menunggu marvin sadarkan diri di sampingnya . namun beberapa jam kemudian marvin sadarkan diri , ia masih merasa kesakitan di bagian bahunya dan marvin pun mencoba beranjak duduk , amoera mencoba membantunya .
" aku tidak butuh bantuanmu " teriak marvin menepis kasar tangan amoera , amoera mencoba menjauh dari marvin
" pinjamlah telpon rumah sakit ini untuk menelpon orang rumah agar menjemput kita disini " pinta marvin sembari membuang mukanya , amoera pun mengiyakannya , ia berjalan keluar ruang rawat menuju ke meja receptionist untuk meminjam telpon , kemudian ia menelpon orang rumah dan memberi kabar kalau marvin tertembak dan sedang berada dirumah sakit , kala itu kebetulan bi yona yang mengangkat telponnya , amoera menyuruh bi yona agar tidak memberi tahu alice bahwa kakaknya sedang terluka . bi yona langsung menelpon albert untuk memberi tahu kabar tentang marvin , sementara amoera kembali ke ruangan marvin , ia begitu pucat dan kepalanya terasa pusing namun amoera tetap memaksakan dirinya untui berjalan .
sementara di rumah charlotte , marquez tak henti berteriak teriak . charlotte pun menghampirinya ..
" kau sudah berjanji tidak akan melukai adikku ! charlotte .. jika terjadi apa apa terhadap adikku , aku tidak akan membiarkanmu " teriak marquez dengan geram seakan urat nadinya bermunculan di dahinya
" adikmu baik baik saja .. kau tak perlu khawatir " ucap charlotte , ia melepaskan ikatan rantai yang melilit tubuh maequez setelah itu berlalu pergi meninggalkan marquez .
__ADS_1
Tak lama kemudian clarissa datang
" tuan marquez maafkan aku tidak bisa Bernuat banyak " ucap clarissa bersedih sembari menundukan kepalanya
" tidak apa apa " saut marquez
" clarissa , apa kau mau membantuku ? " pinta marquez seraya menaikan dagu clarissa
" apa yang bisa aku bantu tuan ? " tanya clarissa , marquez melihat sekitar memastikan bahwa tidak ada orang .
" mana mungkin aku bisa mengambilnya tuan ? " saut clarissa
__ADS_1
" ku mohon .. Setelah aku mendapat surat itu dan keluar dari sini. Aku akan menikahimu dan membawami pergi dari sini " bujuk marquez , clarissa terdiam sesaat , ia mencerna kata kata marquez .
" akan ku coba tetapi aku tidak berjanji " tutur clarissa
" terimakasih clarissa .. Terimakasih " ucap marquez seraya mencium bibir clarissa
Dirumah sakit , albert pun tiba bersama beberapa anak buah marvin , mereka menuju receptionist dan menanyakan keberadaan marvin . Setelah mengetahui ruangan marvin mereka langsung bergegas menghampirinya , para anak buah marvin menunggu di depan ruangan sementara albert masuk , ia melihat marvin sedang berbaring miring diatas tempat tidur dan amoera sedang duduk di kursi yang berada di pojok ruangan tersebut .
" marvin .. Kenapa kau bisa sampai tertembak ? " tanya albert khawatir , kemudian marvin menceritakan semua kejadian yang sempat ia alami di rumah charlotte kepada albert .
Setelah itu Albert melirik amoera dan ia langsung menghampirinya
__ADS_1
" amoera apa kau baik baik saja ? " tanya albert menyentuh pipi amoera
" iya aku baik baik saja tuan " ucap amoera tersenyum