
clarissa terbangun dan sadarkn diri . ia menemui dirinya sudah berada di sebuah kamar , ia pun mencoba beranjak dari tidurnya
" Nona .. Istirahatlah " suara seseorang mengagetkan clarissa , ternyata albert . Ia menghampiri clarissa dengan membawakan segelas teh hangat .
" kau siapa ? " tanya clarissa dengan sedikit takut .
" seharusnya aku yang tanya kau siapa dan ada perlu apa kemari ? Tadi kami menemukanmu sedang tidak sadarkan diri di depan gerbang ? " tanya albert sembari meletakan gelas tersebut di atas meja
" aku clarissa .. aku sedang mencari marquez , Apa benar ini rumah marquez ? " tanya clarissa
" ada perlu apa kau mencarinya ? " tanya albert dengan menaikan satu alisnya .
" aku hanya ingin bertemu dengan dia saja " ucap clarissa seraya menundukan pandangannya
" marquez tidak ada disini . Dia sudah pergi meninggalkan london " tutur albert , clarissa langsung menaikan pandangannya seketika .
" tidak mungkin .. Dia sudah berjanji akan menungguku ! Tuan .. Tolong bantu aku bertemu dengannya ! " seru clarissa seraya mengatupka kedua tangannya . Albert pun terdiam sejenak .
" kau siapanya marquez ?" tanya albert curiga , namun clarissa membungkam
" baiklah jika kau tidak ingin mengatakannya ! minumlah dulu teh ini dan istirahatlah .. Nanti aku akan membantumu " pinta albert. Clarissa pun menganggukan kepalanya dan albert berlalu meninggalkan clarissa keluar dari kamar tersebut .
Pikiran albert masih di penuhi pertanyaan tentang clarissa . Tangannya menggenggam sebuah telpon rumah , tampaknya albert hendak menghubungi seseorang .
Tut .. Tut .. (menyambungkan)
" iya hallo " terdengar suara seseorang dari balik telpon yang albert genggam
" marvin .. Ini aku albert , bisakah aku bicara dengan marquez sebentar ? " pinta albert
" tentu saja .. Tunggulah sebentar " ucap marvin . Tak lama kemudian telponnya di alihkan kepada marquez .
" iya ada apa kau mencariku? " saut marquez
" marquez .. Disini ada perempuan yang bernama clarissa sedang mencarimu . Apa kau mengenalnya " tanya albert . Marquez pun terdiam sejenak .
__ADS_1
" iya .. Dia adik dari pembunuh ayahku yang aku ceritakan waktu itu " ucap marquez ,albert pun terkejut .
" What ? Untuk apa dia mencarimu kemari ? apa dia ingin berniat buruk ? " tanya albert sedikit panik
" tidak ! dia sangat berbeda dengan kakaknya . jika kau berangkat ke cambridge ajaklah dia kemari bersamamu " pinta marquez
" apa kau sudah gila ? untuk apa kau menyuruhku mengajaknya ? " teriak albert terkejut
" jangan banyak tanya , ikuti saja apa yang aku katakan " seru marquez , ia pun mengakhiri panggilan telponnya bersama albert , senyuman licik menyeringai wajah marquez
" entahlah .. kenapa wanita itu begitu bodoh " gumam marquez tersenyum seolah menang ,
PYARRRRR
tiba tiba terdengar suara pecahan dari dalam kamar amoera . sontak marquez pun dengan cepat menghampiri asal suara tersebut .
terlihat amoera sudah terbangun ia sedang mendesis kesakitan . dan dilantai terlihat pecahan gelas berserakan ,
" nona .. kau kenapa ? " tanya marquez menghampiri amoera
" aku sangat haus sekali " ucap amoera dengan bibirnya yang begitu pucat , ternyata amoera hendak mengambil air minum yang ada didalam gelas . namun saat meraih gelas tersebut , gelasnya malah terjatuh . tak lama kemudian , marvin dan juga alice menghampiri kamar amoera karna mereka juga mendengarkan suara pecahan dari kamar tersebut .
" amoera kau sudah sadar ? " tanya alice dengan girang ia langsung menghampiri amoera dan memeluknya , mata amoera menatap marvin dengan begitu geram , marvin hendak mendekatinya namun amoera berteriak dan menangis kembali .
" pergiiiiii , jangan mendekatikuuuu , pergiiiii " teriak amoera kepada marvin , ia meronta ronta dari pelukan alice
" amoera tenanglah , kenapa kau jadi seperti ini ? " tanya alice dengan bersedih
" suruh dia pergi .. aku tidak ingin melihatnya " pinta amoera , ia masih menangis dan menunjuk jarinya kepada marvin
" marvinnnn cepat keluarlah dari sini " teriak marquez , tanpa mengiyakannya marvin pun langsung meninggalkan kamar amoera
" nona amoera .. dia sudah pergi , tenanglah " tutur marquez , ia menatap amoera dengan rasa ibah . amoera yang melihat marvin sudah pergi , dirinya sudah tenang kembali , tangan alice tak henti bergerak mengusap usap punggung amoera agar tenang . dan bi yonna menghampiri marquez memberikan segelas air kepadanya .
__ADS_1
" nona amoera .. minumlah " pinta marquez menyodorkan segelas air minum dan membantu amoera untuk minum , amoera pun meneguk air terssebut dengan cepat karna ia benar benar merasa kehausan . amoera mengatur nafasnya dengan begitu lega .
" nona alice , kita dimana ? " tanya amoera lirih
" kita sekarang di kota cambridge , karna rumah yang di london sudah tidak aman untuk kita " ucap alice .
" oh iya amoera .. ini kakakku marquez , dia sudah kembali bersamaku " imbuh alice , amoera pun terkejut ketika laki laki dihadapannya ialah marquez , kakak yang seang di cari cari oleh marvin , ia memang sempat melihat marquez di rumah sakit namun ia tidak tau kalau dia ialah marquez , bahkan sebelumnya waktu ia pergi bersama marvin dirumah charlotte , amoera juga sudah melihat marquez namun amoera melihat marquez hanya sekilas saja , jadi tak heran jika amoera tak begitu mengenalinya .
" tuan .. maafkan aku , aku bukan pembunuh ayahmu , aku bersumpah sama sekali tidak membunuh ayahmu . ku mohon percayalah kepadaku " ucap amoera kepada marquez , air matanya tak henti menderas karna ia takut marquez juga akan melakukan hal yang sama kepadanya seperti yang dilakukan oleh marvin , amoera mengatupkan kedua tangannya dengan menunduk . melihat amoera seperti itu , marquez semakin ibah .
" aku tau kau memang bukan pembunuh ayahku " saut marquez , amoera menaikan wajahnya dengan terkejut seolah tak percaya .
" dan kak marvin sudah tau kalau kau bukan pembunuh ayah . " saut alice
" benarkah ? jadi aku bisa bebas ? aku bisa pergi darisini ?" tanya amoera dengan menggelayuti tangan alice
" tidak ! kau tidak boleh pergi darisini " ucap alice
" tapi nona alice .. aku ingin sekali bisa pergi darisini , aku mohon " pinta amoera kembali
" aku tidak akan membiarkanmu pergi darisini " seru alice
" lagipula kau akan pergi kemana ? bukankah kau sudah tidak memiliki keluarga ? apa kau akan kembali ke rumah ibu tiri kamu ? " tanya marquez ,amoera membisu dan menundukan kepalanya .
" tinggalah disini bersama kami untuk sementara waktu " imbuh marquez , amoera mencerna tawaran marquez
" amoera .. ku mohon tetaplah bersamaku disini . aku mohon " pinta alice memelaskan wajahnya . amoera masih terdiam kebingungan , rasanya ia ingin sekali pergi dari rumah itu namun ia begitu kasihan melihat alice , ia sejenak memutar otaknya kembali .
" aku tidak mungkin tinggal satu rumah dengan laki laki biadab itu .. tapi aku tidak punya pilihan lagi , aku akan tinggal disini untuk sementara waktu sembari mencari cara untuk pergi dari sini " gumam amoera dalam hati , kemudian amoera mengiyakan permintaan alice . alice dengan kegirangan memeluk amoera dengan erat .
" aku tidak pernah melihat alice tersenyum sebahagia ini " gumam marquez dalam hati
__ADS_1