Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Menambah masalah ~ Amoera


__ADS_3

Keesokan paginya, saat Marvin bangun, ia masih melihat Elsa tertidur. Ia dengan cepat beranjak dari tempat tidur dan mandi. Kemudian, dengan segera dirinya pergi meninggalkan rumahnya untuk menemui Amoera. bahkan pagi itu matahari belum nampak menyinari bumi. dan jalanan masih terlihat sepi. Marvin dengan cepat melajukan mobil Jeep miliknya menuju ke rumah Amoera.


Setibanya di rumah Amoera. Marvin turun dari mobil. Ia berjalan mendekati pintu rumah dan membuka pintu itu dengan kunci cadangan miliknya. Setelah pintu terbuka. Marvin pun masuk dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar Amoera. Ia melihat wanita itu masih terlelap dengan balutan selimut di tubuhnya.


Marvin tersenyum melihat Amoera yang masih tertidur dengan begitu pulasnya. rasanya, ada ketenangan sendiri di dalam hatinya saat dirinya melihat wanita itu.


Marvin melepas jaket miliknya dan meletakan ke sembarang tempat. lalu, ia mendekati Amoera dan ikut berbaring di sampingnya. ia membelai kepala Amoera dan memandangi dengan seksama wajah wanita itu. Marvin memeluk tubuh Amoera dengan erat, ia memejamkan mata dan mencium pipinya. seolah 2 hari ini, ia seakan sedang menahan kerinduan yang begitu menyiksa batinnya.


Amoera mengerjapkan matanya. ia mengucek kedua matanya yang buram. dan saat ia melihat Marvin yang sudah berada di sampingnya, ia langsung memalingkan pandangannya.


"Jangan seperti ini," Amoera menjauhkan tangan Marvin yang sedang melingkar di tubuhnya.


"Kau kenapa?" tanya Marvin.


"Tidak apa - apa," Amoera beranjak duduk dan di ikuti oleh Marvin.


Amoera hendak turun dari tempat tidur itu. Namun, Marvin menarik tangannya.


"Maaf, aku kemarin tidak kemari. Karna Elsa--"


"Itu bukan urusanku," tukas Amoera. ia beranjak berdiri. Marvin tak gentar mengikutinya.


"Kau mau ke mana?" tanya Marvin


"Aku mau mandi," jawab Amoera


Marvin memperhatikan mata Amoera yang terlihat membengkak.


"Apa kau habis menangis?" tanya Marvin.


"Tidak!" Amoera menyangkalnya. ia segera masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya tersebut. sedangkan Marvin duduk di atas tempat tidur sembari menunggu Amoera keluar dari kamar mandi itu.


Seusai Amoera mandi, Marvin mengajak Amoera untuk sarapan. namun, Amoera menolaknya, karna dirinya tidak nafsu untuk sarapan sepagi itu.

__ADS_1


Amoera mendudukan tubuhnya di tepi tempat tidur. Marvin pun mengikutinya.


"Ayo kita ke pasar, aku ingin membelikanmu baju, dan sekalian membeli baju untuk anak kita," ajak Marvin. seraya mengelus perut besar Amoera.


"Tidak usah, aku masih bisa memakai baju lamaku. untuk baju bayi kau bisa membelinya bersama Elsa," tolak Amoera seraya mengalihkan pandangannya. ia sadar Marvin hanya menginginkan anak yang sedang ia kandung saja. rasanya Amoera ingin sekali menangis. namun, ia mencoba menahannya. mendengar tolakan Amoera. membuat Marvin merasa kesal.


"Cepat bersiaplah. aku tidak suka kau menolakku seperti ini!" seru Marvin.


"Dan aku tidak suka kau memaksaku!" seru Amoera.


"Cepat bersiaplah!" Marvin setengah berteriak. hingga membuat Amoera sedikit takut saat mendengarnya. namun apa daya, Amoera tidak punya pilihan lain. meskipun dirinya enggan menerima ajakan Marvin.


"Tunggulah di luar aku akan ganti baju," perintah Amoera. Marvin pun tanpa mengiyakannya langsung keluar dari kamar Amoera. ia hendak keluar ke halaman rumah untuk menunggu Amoera.


Namun sialnya, saat Marvin membuka pintu. Ia melihat Danny berdiri di depan pintu dan hendak mengetuk pintu rumah itu. Guratan raut wajah Marvin yang kesal. Kini semakin menjadi - jadi. Saat dirinya melihat Danny.


"Sedang apa kau kemari lagi?" teriak Marvin.


"Aku mau menemui Amoera," jawab Danny.


"Kalau aku tidak mau bagaimana? Mana Amoera?" tanya Danny dengan menantang.


"Pergi!" teriak Marvin.


"Danny." tiba - tiba Amoera keluar dan mendekati Marvin.


"Masuk!" Marvin memerintah Amoera. namun Amoera tak menghiraukannya.


"Danny pergilah dari sini ku mohon," pinta Amoera.


"Amoera, aku mau membawamu pergi dari sini," ucap Danny.


"Danny tolong pergilah jangan memberiku masalah baru," ujar Amoera seraya mengalirkan air matanya. Ia benar - benar takut jika Marvin akan marah kepadanya. dan menghabisi Danny.

__ADS_1


"Amoera menikahlah denganku," pinta Danny dengan begitu beraninya.


Mendengar kata - kata Danny. Satu kepalan tangan Marvin tiba - tiba melayang di wajah Danny. Danny membalas pukulan itu. Bahkan ia tak segan memukul balik wajah Marvin hingga dua kali. Mereka melakukan adu pukulan hingga membuat Amoera ketakutan saat melihatnya.


"Danny, Marvin. tolong berhentilah," teriak Amoera. Seketika itu, Amoera menarik tubuh Marvin untuk melerainya.


"Pergi dari sini!" teriak Marvin kepada Danny.


"Kau siapa menyuruhku pergi ha? Kau bukan siapa - siapanya Amoera! Aku kemari karna aku ingin mengajak Amoera menikah!" tegas Danny. Marvin dengan geram hendak memukul Danny. Namun, Danny terlebih dulu menangkis tangan Marvin.


"Yang kau inginkan hanya anakmu saja kan?" teriak Danny.


"Sedangkan aku menginginkan Amoera! Aku akan menikahi Amoera. dan setelah anakmu lahir. aku akan memberikannya kepadamu," imbuh Danny.


"Beraninya kau berbicara seperti itu di depanku?" teriak Marvin. Bahkan darahnya seakan mendidih tepat di ubun - ubunnya. Dengan penuh amarah. Marvin hendak memukul Danny kembali.


"Marvin, ku mohon jangan!" Amoera seketika memeluk tubuh Marvin. Ia bermaksud menghalangi Marvin agar tidak berkelahi lagi dengan Danny.


"Minggir!" teriak Marvin.


"Aku tidak mau! Aku mohon jangan Marvin, aku mohon jangan..." Amoera memohon kepada laki - laki itu. Kata - kata Amoera yang memelas dan bercampur dengan isakan tangisnya. Membuat Marvin tak tega mendengarnya.


"Danny, tolong pergilah dari sini!" perintah Amoera.


"Tapi Amoera--"


"Aku mohon pergilah, jangan menemuiku lagi!" teriak Amoera.


"Amoera, aku hanya ingin menikahimu. Aku ingin memberi sebuah kebebasan untukmu," ucap Danny.


"Aku tidak mau menikah denganmu! aku tidak butuh kebebasan. Tolong jangan menambah masalah lagi untukku, aku mohon pergilah! Aku mohon." Amoera menangis dan mengatupkan kedua tangannya di hadapan Danny.


"Pergi!" teriak Marvin.

__ADS_1


"Baiklah, Amoera. tapi aku janji aku akan membawamu pergi dari laki - laki **** ini," seru Danny dengan menatap wajah Marvin dengan penuh kebencian.


"Cepat pergi atau aku tidak akan segan membunuhmu!" teriak Marvin kembali rasanya ia ingin sekali memulul laki - laki itu, namun, amoera masih menghalanginya. Danny pun segera pergi dari sana.


__ADS_2