
Alice bertanya tanya kepada marquez tentang mereka yang harus meninggalkan london . Namun marquez tidak memberitau semuanya kepada adik perempuannya itu , alice memohon mohon kepada kedua kakaknya bahwa ia ingin amoera agar ikut bersamanya .
Begitu juga dengan elsa ia masih bertanya tanya dengan kepindahan yang secara mendadak,
" kenapa kita harus pergi kak ? " tanya elsa kepada marvin .
" jika kita masih disini keluargaku tidak akan aman dari om alex .. Tapi itu terserah kau. Kau mau ikut denganku atau tidak ,atau kau mau kembali ke italia tempat ayahmu ? " tanya marvin
" tidak ! Aku akan ikut denganmu untuk apa juga aku disana . Aku sangat tidak menyukai istri baru ayahku ! " seru elsa , marvin pun tersenyum mendengar elsa akan ikut dengannya .
" baiklah .. Cepatlah kemasi barang barangmu " pinta marvin
Malam itu Seusai mengemasi barang barangnya , marvin dan marquez bersiap siap untuk berangkat . Mereka hanya mengajak beberapa pekerja , termasuk nani yang menjaga alice , bi yoona dan beberapa penjaga . Dan pekerja yang lain tetap tinggal menjaga rumahnya tersebut .
marquez mencoba menghubungi albert , ia memberitau bahwa dirinya malam ini akan berangkat dan sebelum berangkat ia akan menemuinya dirinya terlebih dulu , albert pun mengiyakannya .
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit . Marvin dan marquez pun turun dari mobil hendak masuk kedalam rumah sakit namun permintaan alice menghentikannya .
" kakak apa aku boleh ikut ? " pinta alice . Kepada kedua kakaknua
" tudak usah ! Kau disini saja dengan elsa ! " ucap marquez
" kak .. alice mohon ! Alice ingin sekali bertemu amoera " pinta alice kembali sembari mengatupkan kedua tangannya ., marvin dan marquez pun terpaksa mengiyakannya . Elsa juga ingin ikut masuk kedalam . Namun Marvin melarangnya keras untuk ikut , jadi elsa menunggu di dalam mobil .
__ADS_1
Mereka bertiga berjalan menuju ke ruangan amoera . Terlihat amoera sedang tertidur
Di temani albert di sampingnya . tiga kakak beradik itu mendekati amoera .
Alice yang melihat amoera , ia tak segan langsung memeluknya erat .
" amoera .. Bangunlah ini aku alice " ucap alice lirih .
" alice jangan bangunkan dia . Dia baru saja tenang " pinta albert , alice pun mencoba menjauhkan tubuhnya dari amoera .
" apa tidak lebih baik kalian berangkat besok pagi saja ? " tanya albert
" tidak .. Kita harus berangkat sekarang " seru marquez
" tentu saja , kita akan mengajak wanita ini " seru marquez , kedua mata marvin tak lepas memandangi amoera yang terbaring .
" biarkan amoera bersamaku .. Aku akan merawatnya disini " pinta albert
" tidak !! Amoera akan ikut bersamaku " saut alice dengan kesal
" alice .. Amoera tidak bisa ikut bersama kalian ! " ucap albert
" albert .. Biarkan amoera ikut bersama kami " saut marvin
__ADS_1
albert pun terpaksa mengiyakannya dan dirinya akan ikut menyusul jika sudah menyelesaikan urusannya , marquez mengurus surat izin kepulangan amoera . Kala itu amoera masih dalam pengaruh obat penenang jadi ia masih belum sadarkan dari . Tangan kekar marvin mengangkat kuat tubuh amoera masuk kedalam mobilnya , sesekali ia menatap wajah amoerra dengan begitu dekat .
Ia meletakan amoera duduk bersama alice dan juga elsa di belakang . Sementara marvin yang mengemudikan mobilnya .
" sayang .. Apa dia yang bernama amoera ? " tanya elsa seraya memperhatikan wajah amoera . Marvim pum mengiyakannya
" kenapa kita mengajak gadis yang belum tentu pasto asal usulnya . Kalau gadis ini memang orang jahat bagaimana? " ketua elsa
" elsa .. Tutup mulutmu ! Amoera gadis yang sangat baik .. Jangan bicara sembarangan tentangnya " teriak alice dengan kesal . Elsa pun membungkam seketika .
Mereka melakukan perjalanan panjang melewati tol . Dan selama perjalanan. Mata marvin mengawasi amoera dari balik spion , begitu juga alice tangannya tak henti memeluk gadis malang itu .
Cambridge City
Setibanya di kota cambridge . Marvin menghentikan mobilnya didepan rumah tua yang terlihat begitu besar .
Mereka semua pun masuk . Dan marvin kembali mengangkat tubuh amoera masuk kedalam rumah itu .
Setelah meletakan amoera di sebuah kamar . Mereka semua mencari kamar mereka masing masing untuk mengistirahatkan tubuhnya karna perjalanan mereka begitu sangat jauh dan melelahkan .
Tak lama kemudian .
Kedua mata amoera bergerak hendak terbuka . Ia mengawasi sekitar kamar yang sedang ia tempati dengan perasaan yang begitu asing , tubuhnya seakan masih mati rasa mungkin karna pengaruh obat penenang yang di suntikan kedalam tubuh amoera .
__ADS_1