Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Lingkaran yang sama ~ Amoera


__ADS_3

Amoera pun masuk kedalam ruangan dokter , dokter menyuruh amoera untuk berbaring di atas pembaringan . Sementara marvin duduk menunggu di depan meja dokter . Dokter pun masih sibuk memeriksa amoera .


" nona kau boleh turun " pinta dokter . Ia turun dan duduk di meja dokter dan  berdampingan dengan marvin .


" kapan nona terakhir kali haid ? " tanya dokter . Amoera terdiam dan mengingat ingatnya .


" saya lupa dok " ucap amoera dengan menggelengkan kepalanya .


" apa bulan lalu andai haid ? " tanya dokter kembali , amoera mengernyitkan dahi dan mencoba mengingatnya kembali .


" ehmm saya rasa tidak dok , tapi bulan sebelumnya saya haid . memangnya kenapa dok ? " tanya amoera .


"  anda sekarang tengah hamil dan perkiraan usia kandungan anda memasuki 4 minggu . Selamat ya nona .. tuan " ucap dokter sembari menepiskan senyumnya  .


Deg


 


 


Deg


 


 


Deg


 


 


Deg


Amoera pun terkesiap mendengar pernyataan dari dokter baru saja , Serasa Bagai disambar petir . Jantungnya seakan berhenti berdetak . Begitu juga marvin , ia juga terkejut mendengar apa yang baru saja di katakan oleh dokter .


" tidak mungkin " gumam amoera lirih . Nafasnya tersengal sengal , ia tidak bisa menerima kenyataan pahit bahwa dirinya tengah mengandung anak dari laki laki yang di anggap bajingan olehnya .


Lagi lagi ia harus menelan pil pahit ,


Tengkuk amoera seakan terhantam benda berat hingga dirinya tiba tiba terjatuh dari duduknya.


" amoera " teriak marvin , ia menghampiri amoera dan hendak mengangkat tubuhnya .


" tuan lebih baik kau letakan istri anda diatas pembaringan " pinta dokter .


" tidak usah dok saya akan membawa dia pulang ! Terimakasih " kata marvin seraya mengangkat tubuh amoera .


" tapi tuan .. " ucap dokter . Namun marvin tak menghiraukannya , ia berlalu menggendong tubuh amoera menuju mobilnya , ia memasukan amoera kedalam mobil dan melajukan mobil tersebut dengan sangat kencang


" ini tidak mungkin " gumam marvin , sembari kedua matanya melihat ke arah amoera yang tengah tak sadarkan diri .


" aku harus bagaimana , dia .. dia .. tengah hamil anakku , ini tidak mungkin " gumamnya lagi .


 

__ADS_1


 


* Di rumah marquez


Tok .. Tok .. Tok .. (alice mengetuk pintu kamar amoera)


" amoera " panggil alice seraya tangannya tak henti mengetuk pintu yang tengah ada di hadapannya namun tidak ada sautan sama sekali dari dalam kamar amoera , alice pun terpaksa masuk kedalam kamar .


Ceklek (pintu kamar terbuka)


Alice pun masuk namun tidak terlihat amoera di dalam kamar itu .


" amoera .. " teriak alice


" amoera where are you ? " teriaknya lagi .


Ia pun melangkahkan kakinya ke kamar mandi yang ada di dalam kamar amoera . Terlihat pintu kamar mandi itu tertutup .


" amoera .. Apa kamu di dalam ? " panggil alice . Ia mencoba mengetuk pintunya


Tok .. ( baru satu ketukan , pintu kamar mandi itu sudah terbuka sendiri )


" dimana amoera ? Di kamar mandi juga tidak ada ,di luar juga tidak ada " gumam alice , ia hendak keluar dari kamar amoera namun kedua matanya melirik ke arah meja yang ada secarik kertas yang tertindih vas bunga di atasnya .


Alice pun meraih kertas itu , kertas itu tak lain ialah sebuah surat . Alice pun mulai membacanya . Matanya terbelalak melebar saat membaca isi dari surat itu .


" Kakkaaakkkkkkk " teriak alice


" kak marquez " teriaknya kembali . Marquez , albert dan elsa yang kalah itu tengah menikmati sarapan di dapur , saat mendengar teriakan alice , mereka pun langsung  menghampirinya .


" alice ada apa kau berteriak ? " tanya marquez .


 


 


Dear :


Alice


Tuan albert


Tuan marquez


Aku pamit pergi dari rumah kalian aku tidak bisa terus menerus merepotkan kalian disini , terimakasih sudah mau menerima ku dengan baik , aku akan sangat merindukan kalian


Amoera


 


 


Surat itu bukan amoera sendiri yang menulisnya , melainkan marvin .


Karna saat sebelum  menyuruh pesuruhnya menculik amoera dari kamarnya . Ia menyuruh pesuruh itu untuk meletakan surat tersebut diatas meja bermaksud agar orang rumah tidak curiga  .

__ADS_1


" alice .. Ini sudah menjadi pilihan amoera " ucap marquez


" tidak .. Alice mau amoera , tolong cari dia kak " pinta alice memohon . Air matanya masih menderas , terlihat jelas jika alice sangat menyayangi amoera karna selama ini dirinya tidak mempunyai teman maupun saudara perempuan , bahkan meskipun dirinya mempunyai calon kakak ipar . Tapi alice merasa kedua calon kakak iparnya sangat berbeda dengan amoera .


" alice .. kita tidak mungkin memaksa amoera " saut albert


" kakak .. Alice mohon cari amoera , alice mau amoera " pinta alice kembali sembari mengatupkan  kedua tangannya .


" alice " ucap marquez lirih , ia mencoba membuat adik perempuannya untuk mengerti .


" kakak alice mohonnn " pintanya lagi .


" baiklah .. Kakak akan mencarinya tapi kau harus makan dulu " pinta marquez , alice pun mengiyakannya


Sementara amoera , ia mengerjapkan kedua matanya kini ia tengah sadar dan mendapati dirinya sudah berada di sebuah kamar .


Dan ia melihat marvin sedang duduk di atas kursi yang ada di dalam kamar tersebut .


Melihat amoera sadar , marvin pun menghampirinya .


" aku dimana ? " tanya amoera .


" aku menyewa sebuah rumah untuk sementara waktu kau tempati " ucap marvin . Amoera mengingat ingat kembali saat dirinya belum sadarkan diri . saat dirinya mengingat kembali semuanya , ia langsung begitu histeris .


" tadi aku .. aku  tidak mungkin hamil " gumam amoera .


" tidak mungkin " teriak amoera dengan histeris


" amoera tenanglah .. " teriak marvin .


" aku tidak mungkin hamil , kau sudah menghancurkan hidupku , aku membencimu aku tidak mau anak ini " teriak amoera .


Marvin memejamkan mata dengan kebingungan .


" aku akan menggugurkan anak ini  " ucap amoera , ia beranjak dari tempat tidurnya . Marvin mencengkram bahu amoera


" kalau kau berani menggugurkan anak itu  . Kau akan tau apa akibatnya ! Kau harus melahirkan anak itu  baru aku akan melepaskanmu  " teriak marvin .


" aku tidak mau .. aku tidak peduli ! Aku tidak sudi mengandung anak dari bajingan seperti dirimu  , aku tidak sudi " teriak amoera  tangisannya semakin menjadi jadi . kedua tangan marvin mencengkram lengan amoera dengan begitu erat .


" kau berani berbicara seperti itu lagi aku akan membunuhmu ! " teriak marvin


" bunuh saja aku ! aku sudah berkali kali bilang kepadamu bunuh aku ! lebih baik aku mati dari pada aku harus mengandung anak dari bajingan seperti dirimu " teriak  amoera


PLAKK (satu tamparan tangan marvin mendarat di pipi amoera )


Amoera tak berkutik saat marvin menamparnya , ia menjatuhkan dirinya duduk di bawah lantai dan menangis sejadi jadinya , baru saja ia hampir terlepas dari marvin dan menghirup udara kebebasan  . Namun kini lagi lagi takdir harus menahannya di lingkaran yang sama  .


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2