
Albert membaringkan amoera diatas tempat tidurnya , terlihat jelas sekali wajahnya begitu pucat . Hana pun mencarikan minyak angin di sekitar kamar amoera , setelah ia menemukan minyak angin . Ia membantu untuk mengoleskan di kepalanya .
" amoera bangunlah " panggil alice
" marquez .. Apa tidak sebaiknya kita memanggilkan dokter ? " tanya hana
" kita berada di pinggiran kota , jadi sangat sulit untuk menemukan dokter " ucap marquez .
" biarkan amoera istirahat sepertinya amoera hanya butuh istirahat . " saut albert , matanya tak lepas memandangi wajah polos amoera .
Marquez pun menyuruh alice , hana dan albert untuk meninggalkan amoera istirahat di kamarnya .
Sementara marvin ia sedang berada didalam mobil . Ia memikirkan bagaimana caranya mengeluarkan amoera dari rumahnya .
Apalagi setiap hari ia mulai terkena hasutan dari elsa .
" bahkan kakak dan juga alice sekarang selalu membela wanita itu " gumam marvin seraya memukul setir mobilnya .
Marvin melajukan mobilnya dengan begitu kencang hingga kecepatan maximal namun tiba tiba
Cittttttttttt (menginjak rem)
Marvin pun menginjak remnya dengan keras karna melihat orang hendak menyabrang di depannya .
" shit , hampir saja " marvin menggerutu kesal , ia turun dari mobil dan menghampiri orang yang hendak ia tabrak . Seorang wanita muda dan wanita tua , yang tak lain ialah clarissa dan juga nenek tiny .
" tuan .. Apa anda bisa mengurangi kecepatan saat di jalan raya ? Itu sangat membahayakan nyawa orang lain " teriak clarissa
" maaf nona , apa kalian baik baik saja ? " tanya marvin
" kami baik baik saja nak , lain kali hati hati " saut nenek tiny
" nyonya mau kemana ? " tanya marvin
" kami dari klinik nak , dan mau pulang ke rumah kami " kata nenek tiny .
" begini saja Sebagai perminta maafan saya , saya akan mengantar nyonya dan nona ke rumah" pinta marvin
" tidak perlu ! Bisa bisa kau mencelakakan kami " celetuk clarissa
" tidak , saya tidak akan mencelakakan kalian saya akan berhati hati membawa mobil " ucap marvin . Clarissa hendak menolak permintaan marvin , namun ia melihat nenek tiny terlihat begitu kelelahan jadi clarissa terpaksa menerima ajakan marvin untuk mengantarkannya dan nenek tiny untuk pulang.
Marvin pun mengantarkan nenek tiny dan clarissa pulang hingga sampai rumah .
" apa ini rumah kalian ? " tanya marvin
" iya nak , terimkasih sudah mau mengantar kami " ucap nenek tiny
" iya terimakasih tuan " ucap clarissa
" sama sama nona , nyonya . Sekali lagi saya minta maaf " ucap marvin , nenek tiny dan clarissa pun turun dari mobil marvin , marvin pamit kepada mereka dan bergegas pergi melajukan mobilnya meninggalkan rumah nenek tiny .
" wajah laki laki itu tidak asing , aku seperti pernah melihatnya ,tetapi dimana ? " gumam clarissa . Sembari mengingat ingat wajah marvin ,
seusai mengantar nenek tiny dan clarissa , marvin memcari telpon umum di pinggir jalann , ia hendak menelpon dan memberi kabar orang rumah .
Tut .. Tut .. Tut .. ( menyambungkan )
" hallo " ada sautan dari balik telepon tersebut .
__ADS_1
" iya hallo , apa ini kak marquez ? " tanya marvin .
" bukan .. ini aku albert " saut albert
" oh .. Albert ,bisakah kau panggilkan kak marquez? Aku ingin berbicara kepadanya " tanya marvin .
" kau sedang berada dimana memangnya ? " tanya albert .
" sedang di jalan ! Aku akan pergi ke luar kota " saut marvin
" baiklah, tunggu disini akan ku panggilkan marquez " seru albert , marvin pun mengiyakannya
Tak lama kemudian marquez pun mengambil alih telpon tersebut.
" iya ada apa ? " tanya marquez
" kak , aku akan pergi ke luar kota selama 3 hari karna ada pekerjaan dadakan yang harus aku selesaikan , aku minta tolong titip elsa selama aku di luar kota " ucap marvin
" memangnya kau mau kemana ? " tanya marquez
" Ke haidelberg kak " saut marvin
" baiklah , kau hati hati . Elsa akan baik baik saja disini " tutur marquez sembari menutup telponnya . Meskipun marquez kesal dengan marvin , tapi tidak bisa di pungkiri , ia sangat menyanyangi adik laki lakinya itu .
Seusai menutup telpon tersebut senyuman licik menyeringai wajah marvin . ternyata ia sudah memiliki rencana untuk membawa amoera pergi dari rumahnya itu .
Di rumah .
Malam harinya marquez dan yang lainnya sedang menikmati makan malam bersama , tak terkecuali amoera juga , di meja makan tersebut yang tak terlihat hanya hana saja karna ia sudah kembali ke apartement yang sempat ia sewa di sekitar rumah marquez . Sedangkan amoera , ia sudah sadar sejak dari tadi siang .
" kak marquez , alice .. Lebih baik aku kembali ke tempat asal ku " ucap amoera dengan mengunyah perlahan makanan yang ada di mulutnya .
" iya amoera .. Kau mau tinggal dimana ? Bukankah ibu tirimu sangat berperilaku tidak manusiawi terhadapmu ? " saut marquez .
" amoera , lebih baik kau tinggal disini saja disini kau memiliki keluarga dan juga alice " saut albert
" tapi aku sudah sangat merepotkan kalian selama ini , aku tidak ingin menambah beban keluarga kalian lagi " ucap amoera
" amoera kau sama sekali tidak membebankan kami , justru aku malah senang kau bisa tinggal disini bersama kami karna dirimu , alice bisa semangat lagi " tutur marquez
" amoera ku mohon tinggalah disini bersama kami . Apa kau sudah tidak mau menjadi sahabatku lagi ? " tanya alice
" bukan seperti itu nona , aku sangat senang bisa bertemu orang baik sepertimu , bahkan kau sudah bersudi hato menganggapku sebagai sahabat . Sebelumnya aku tidak perbah mempunyai seorang sahabat , aku sangat menyayangimu seperti adikku sendiri nona " tutur amoera . Albert dan marquez pun tersenyum , sementara elsa ia terlihat begitu tidak senang .
" kalau kau menyayangiku kau harus tinggal disini bersama kami " pinta alice .
" baiklah nona " ucap amoera , dengan berberat hati ia terpaksa mengiyakan permintaan alice . Namun ia akan tetap mencari cara untuk bisa pergi dari rumah mereka karna amoera berpikir bahwa marvin tidak akan membiarkannya hidup tenang selama ia masih tinggal bersama keluarganya .
" eherm aku permisi kembali kekamar " pamit elsa , marquez dan lainnya pun mengiyakannya .
Elsa kembali ke dalam kamarnya dengan raut wajah yang begitu kesal .
" semenjak ada wanita itu , semua orang jadi mengasingkanku bahkan alice dia yang biasanya dekat denganku , sekarang jadi berpihak ke pada wanita itu , apa spesialnya wanita itu ? Aku harus mencari cara untuk menyingkirkannya " gumam elsa dengan geram
" kak marvin , aku sangat merindukanmu, kalau saja tadi ada kau . Aku pasti tidak akan di asingkan seperti ini " gumam elsa sembari menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur .
Seusai amoera makan malam
Ia kembali masuk kedalam kamarnya baru saja ia hendak menutup pintu kamar , namun tiba tiba albert menahan pintunya .
__ADS_1
" amoera tunggu " panggil albert
" tuan albert .. Ada apa ? " tanya amoera
" amoera .. Tadi aku membelikanmu beberapa baju , pakailah ini " pinta albert dengan menyodorkan paperbag .
" tuan kenapa repot repot .. Baju yang di berikan oleh alice kepadaku masih banyak " ucap amoera
" sudah ambilah saja , tolong hargai pemberianku karna aku sudah susah payah membelikannya " pinta marvin .
" baiklah tuan terimakasih " saut amoera menerima paper bag itu .
" oh iya amoera .. Jangan panggil aku tuan , panggil saja albert " pinta albert .
" aku tidak terbiasa , karna kau lebih tua dariku " ucap amoera dengan menundukan pandangannya .
" kalau begitu panggilah kak albert saja " pinta albert
" baiklah .. Kak albert , aku permisi mau istirahat " seru amoera .
" baiklah .. Selamat malam " ujar albert , albert pun berlalu meninggalkan kamar amoera .
Amoera meletakan isi paperbag itu di dalam lemarinya , kemudian ia pun merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur .
Saat tengah malam .
amoera dan yang lainnya sudah terlelap tidur , karna terlihat dari luar rumah yang di tempati mereka . Bahwa rumah itu sudah terlihat sepi , seluruh lampu juga sudah di padamkan .
Namun tiba tiba Terlihat Seseorang sedang berusaha membobol paksa jendela kamar amoera , saat dirasa jendela itu terbuka . Orang itu masuk kedalam kamar amoera seketika .
Orang itu mengambil sapu tangan dan langsung membekap hidung amoera . Amoera pun membuka mata dan mencoba meronta ronta .
" tolong " amoera setengah berteriak , namun tiba tiba amoera tak sadarkan diri . Rasanya sapu tangan yang di gunakan untuk membekap amoera sudah di beri obat bius oleh orang itu , jadi maka dari itu amoera langsung tidak sadarkan diri .
Orang itu mengangkat tubuh amoera hendak mengeluarkannya dari jendela dan ternyata ada satu orang lagi lainnya yang membantu untuk mengeluarkan tubuh amoera dari jendela tersebut . Kemudian dua orang itu membawa dan memasukan amoera kedalam mobil .
Dan mobil tersebut tak lain ialah milik marvin .
" tuan .. Kami sudah melaksanakan perintah anda dengan baik " kata salah satu orang itu .
" baiklah , ini koin emas untuk kalian ambilah " pinta marvin sembari memberikan satu kantong koin emas penuh kepada dua orang itu . karna semenjak marvin dan keluarganya pindah di cambridge perekonomian mereka tidak sejaya seperti di london jadi ia memberikan koin emas peninggalan milik keluarganya untuk membayar pesuruhnya .
" terimakasih tuan . Kami berdua permisi " pamit orang tersebut
Marvin dengan cepat melajukan mobilnya untuk membawa amoera pergi dari kediamannya . Kala itu amoera duduk disamping marvin dengan kondisi yang masih tidak sadarkan diri .
" aku akan membawamu pergi jauh dari keluargaku " gumam marvin , ia tersenyum sinis sembari tak henti memandangi wajah amoera dari dekat .
.
.
.
.
.
maaf jika terlambat update karna saat mau update file saya terhapus jadi saya nulis ulang dari awal ðŸ˜
__ADS_1