
Marvin kembali masuk ke dalam kamar nya sembari membanting pintu kamar tersebut dengan begitu keras , ia terlihat kesal akan perkataan kakanya yang menyuruhnya bertanggung jawab atas amoera .
" aku memang bersalah .. Tetapi aku tidak mungkin menikahi wanita itu ! Tidak mungkin "seru marvin dengan geram .
" arghhhh , aku harus bagaimana . Kenapa aku waktu itu tidak bisa menahan nafsuku " gumam marvin , ia menjatuhkan tubuhnya dengan keras diatas tempat tidur seraya memejamkan matanya dengan begitu erat .
" aku sangat mencintai elsa , tapi aku malah menghianatinya " gumam marvin , ia terlihat kebingungan . Tiba tiba marvin beranjak dan membuka matanya begitu lebar
" lebih baik aku menyingkirkan wanita itu jauh dari sini " gumam marvin
Sementara amoera didalam kamarnya , ia terlihat begitu resah dan tidak nyaman . Terlihat jelas kebingungan diantara kedua bola matanya .
" Aku harus pergi dari sini , tapi aku harus bagaimana ? " gumam amoera lirih , ia beranjak dari tidurnya dan mendekati jendela yang ada didalam kamar tersebut .
Tangannya menyentuh kaca jendela tersebut seraya kedua matanya menatap ke arah luar dengan begitu kosong .
" ayah. . Kenapa hidup amoera jadi seperti ini " gumam amoera kembali .
Tiba tiba terdengar suara pintu kamar terbuka , amoera mengalihkan pandangannya ke arah pintu tersebut . Mata amoera menajam seketika , ketika ia melihat marvin yang sedang membuka pintu kamarnya ,
" sedang apa kau kemari ? Pergi dari sini ! " teriak amoera , marvin cepat cepat mengunci pintu tersebut , ia menghampiri amoera dan membungkam mulutnya agar ia tak berteriak .
" lepaskan. Tolonggggggg " teriak amoera meronta namun suaranya tak tedengar karna bungkaman tangan marvin
__ADS_1
" diamlah ! bukannya kau ingin kebebasan ? Aku kemari hanya ingin membebaskanmu dari sini " ucap marvin , amoera langsung diam seketika . marvin mencoba melepaskan tangannya dari mulut amoera
" aku memang bersalah ! dan aku minta maaf kepadamu atas apa yang aku lakukan kepadamu selama ini , tapi bukan berarti kau bisa seenaknya mempengaruhi keluargaku agar kasihan terhadapmu " seru marvin , amoera berdecih
" aku sama sekali tidak pernah mempengaruhi keluargamu dan camkan satu hal ! seumur hidupku aku tidak akan pernah memaafkanmu ! " teriak amoera dengan geram
" aku tidak peduli kau memaafkanku atau tidak ! Yang penting dalam satu bulan ini kau harus pergi jauh dari keluargaku , aku akan mengantarkanmu kembali ke london " tutur marvin
" dengan senang hati ! aku juga ingin terbebas dari sini . lagipula Aku juga tidak sudi tinggal satu atap dengan laki laki bajingan seperti dirimu " seru amoera dengan geram . Namun marvin hanya diam saja
" apa kau tau marvin ? aku sangat membencimu ! Dan akan selalu seperti itu ! " imbuh amoera , ia menatap marvin dengan penuh kebenciam . namun marvin tak bergemming , amoera berteriak menyuruh marvin keluar dari kamarnya , marvin pun bergegas cepat keluar dari kamar amoera .
setelah marvin keluar dari kamar amoera. amoera duduk di bawah lantai dana mengatur nafasnya yang tersengal sengal karna menahan kegeraman kepada marvin .
" aku tidak akan pernah memaafkannya , tidak akan pernah ! " gumam amoera , menggigil geram
clarissa dan albert sampai di rumah yang di tempati oleh keluarga marvin untuk sementara waktu ,
pagi itu rumah terlihat masih sepi dan semua pintu masih terkunci
" apa ini rumah yang di tinggali oleh marquez " tanya clarissa kepada albert ia memperhatikan rumah bangunan tua tersebut , albert pun mengiyakannya
tok .. tok .. tok (albert mengetuk pintu rumah )
__ADS_1
tak lama kemudian terdengar suara bi yonna menyaut dari dalam , bi yonna pun membukakan pintu rumah itu .
" tuan albert " sapa bi yonna , kedua mata bi yonna memandangi clarissa dari ujung kaki hingga ujung kepada dengan perasaan yang begitu asing ,
" apa marquez sudah bangun bi ?" tanya albert
" sudah tuan , dia sedang berada di kamar , mari masuklah " ajak bi yonna , albert pun masuk kedalam dan mengajak clarissa , clarissa mengikuti albert dari belakang , dia menatap isi didalam rumah bangunan tua itu .
" kenapa aku begitu tidak asing dengan rumah ini " gumam clarissa dalam hati , matanya masih melihat lihat ke arah sekitar
" kau sedang memperhatikan apa ? cepatlah " teriak albert , clarissa pun mempercepat langkah kakinya .
albert mengajak masuk clarissa kedalam kamar marquez dan terlihat marquez barusaja keluar dari dalam kamar mandi yang ada di kamarnya tersebut dengan telanjang dada , marquez terkejut ketika pagi itu sudah melihat clarissa sudah tiba ,
" marquez " panggil clarissa lirih dan ia menepiskan senyumnya , clarissa berjalan cepat menghampiri marquez dan memeluknya dengan begitu erat ,
" albert keluarlah tinggallkan aku bersamanya " pinta marquez kepada albert , albert pun mengiyakannya , ia keluar dan menutup pintu kamar marquez .
" aku sangat merindukanmu " ucap clarissa lirih , ia masih tenggelam di antara dada bidang marquez sembari memejamkan matanya
__ADS_1