Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Menyingkirkan ~ amoera


__ADS_3

Marvin kembali masuk ke dalam kamar nya sembari membanting pintu kamar tersebut dengan begitu keras , ia terlihat kesal akan perkataan kakanya yang menyuruhnya bertanggung jawab atas amoera .


" aku memang bersalah .. Tetapi aku tidak mungkin menikahi wanita itu  ! Tidak mungkin "seru marvin dengan geram .


" arghhhh , aku harus bagaimana . Kenapa aku waktu itu tidak bisa menahan nafsuku " gumam marvin , ia menjatuhkan tubuhnya dengan keras diatas tempat tidur seraya memejamkan matanya dengan begitu erat .


" aku sangat mencintai elsa , tapi aku malah menghianatinya " gumam marvin , ia terlihat kebingungan . Tiba tiba marvin beranjak dan membuka matanya begitu lebar


" lebih baik aku menyingkirkan wanita itu jauh dari sini " gumam marvin


Sementara amoera didalam kamarnya , ia terlihat begitu resah dan tidak nyaman . Terlihat jelas kebingungan diantara kedua bola matanya .


" Aku harus pergi dari sini , tapi aku harus bagaimana ?  " gumam amoera lirih , ia beranjak dari tidurnya dan mendekati jendela yang ada didalam kamar tersebut .


Tangannya menyentuh kaca jendela tersebut seraya kedua matanya menatap ke arah luar dengan begitu kosong .


" ayah. . Kenapa hidup amoera jadi seperti ini " gumam amoera kembali .


Tiba tiba terdengar suara pintu kamar  terbuka , amoera mengalihkan pandangannya ke arah pintu tersebut . Mata amoera menajam seketika , ketika ia melihat marvin yang sedang membuka pintu kamarnya ,


" sedang apa kau kemari ? Pergi dari sini ! " teriak amoera , marvin cepat cepat mengunci pintu tersebut , ia menghampiri amoera dan membungkam mulutnya agar ia tak berteriak .


" lepaskan. Tolonggggggg " teriak amoera meronta namun suaranya tak tedengar karna bungkaman tangan marvin

__ADS_1


" diamlah ! bukannya kau ingin kebebasan ? Aku kemari hanya ingin membebaskanmu dari sini " ucap marvin , amoera langsung diam seketika . marvin mencoba melepaskan tangannya dari mulut amoera


" aku memang bersalah ! dan aku minta maaf kepadamu atas apa yang aku lakukan kepadamu selama ini , tapi bukan berarti kau bisa seenaknya mempengaruhi keluargaku agar kasihan terhadapmu  " seru  marvin , amoera berdecih


" aku sama sekali tidak pernah mempengaruhi  keluargamu dan camkan satu hal ! seumur hidupku aku tidak akan pernah memaafkanmu ! " teriak amoera dengan geram


" aku tidak peduli kau memaafkanku atau tidak ! Yang penting dalam satu bulan ini kau harus pergi jauh dari keluargaku , aku akan mengantarkanmu kembali ke  london " tutur marvin


" dengan senang hati ! aku juga ingin terbebas dari sini . lagipula Aku juga tidak sudi tinggal satu atap dengan laki laki bajingan seperti dirimu " seru amoera dengan geram . Namun marvin hanya diam saja


" apa kau tau marvin ?  aku sangat membencimu ! Dan akan selalu seperti itu ! " imbuh amoera , ia menatap marvin dengan penuh kebenciam . namun marvin tak bergemming , amoera berteriak menyuruh marvin keluar dari kamarnya , marvin pun bergegas cepat keluar dari kamar amoera .


setelah marvin keluar dari kamar amoera. amoera duduk di bawah lantai dana mengatur nafasnya yang tersengal sengal karna menahan kegeraman kepada marvin .


" aku tidak akan pernah memaafkannya , tidak akan pernah ! " gumam amoera , menggigil geram


clarissa dan albert sampai di rumah yang di tempati oleh keluarga marvin untuk sementara waktu ,


pagi itu rumah terlihat masih sepi dan semua pintu masih terkunci


" apa ini rumah yang di tinggali oleh marquez " tanya clarissa kepada albert ia memperhatikan rumah bangunan tua tersebut  , albert pun mengiyakannya


tok .. tok .. tok (albert mengetuk pintu rumah )

__ADS_1


tak lama kemudian terdengar suara bi yonna menyaut dari dalam , bi yonna pun membukakan pintu rumah itu .


" tuan albert " sapa bi yonna , kedua mata bi yonna memandangi clarissa dari ujung kaki hingga ujung kepada dengan perasaan yang begitu asing ,


" apa marquez sudah bangun bi ?" tanya albert


" sudah tuan , dia sedang berada di kamar , mari masuklah " ajak bi yonna , albert pun masuk kedalam dan mengajak clarissa , clarissa mengikuti albert dari belakang , dia menatap isi didalam rumah bangunan tua itu .


" kenapa aku begitu tidak asing dengan rumah ini " gumam clarissa dalam hati , matanya masih melihat lihat ke arah sekitar


" kau sedang memperhatikan apa ? cepatlah " teriak albert , clarissa pun mempercepat langkah kakinya .


albert mengajak masuk clarissa kedalam kamar marquez dan terlihat marquez barusaja keluar dari dalam kamar mandi yang ada di kamarnya tersebut dengan telanjang dada  , marquez terkejut ketika pagi itu sudah melihat clarissa sudah tiba ,


" marquez " panggil clarissa lirih dan ia menepiskan senyumnya , clarissa berjalan cepat menghampiri marquez dan memeluknya dengan begitu erat ,


" albert keluarlah tinggallkan aku bersamanya "  pinta marquez kepada albert , albert pun mengiyakannya , ia keluar dan menutup pintu kamar marquez .


" aku sangat merindukanmu " ucap clarissa lirih , ia  masih tenggelam di antara dada bidang marquez sembari memejamkan matanya


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2