
* keesokannya
Amoera kini pasrah mengikuti keinginan marvin .
Marvin menyewakan sebuah rumah yang letaknya lumayan jauh di jangkau dari rumahnya .
Ia juga mencarikan seorang pembantu yang bernama bibi lian untuk membantu dan menemani amoera di rumah tersebut .
Kala itu amoera tengah duduk dengan mendekap tubuhnya di dalam kamar tatapan matanya begitu kosong melihat ke sembarang arah .
Dan marvin pun mencoba mendekat dan menghampirinya .
" aku akan pulang kerumahku , kau jangan coba coba kabur dari sini " ancam marvin . Namun amoera hanya diam saja . Tak menghiraukan perkataan marvin . Marvin meraih dompet miliknya dan ia mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompet tersebut .
" ambil uang ini untuk kebutuhanmu " ucap marvin dengan menyodorkan beberapa lembar uang itu kepada amoera . Amoera pun meliriknya dengan tajam .
" aku tidak butuh uang darimu ! Pergilah dari sini " teriak amoera . Marvin hanya mengernyitkan dahinya dan membiarkan uang itu tergeletak di dekat amoera , ia pun pergi meninggalkan kamar amoera . Dan menuju ke dapur menemui bi lian .
" bi .. Saya tinggal pulang , tolong jaga dia " ucap marvin .
" baik tuan " saut bi lian . Marvin pun berlalu pergi meninggalkan rumah yang di tempati amoera dan kembali ke rumah dengan mengendarai mobil miliknya .
Amoera masih terdiam dengan posisi yang sama , air matanya tiba tiba mengalir karna tak tertahankan . Ia melihat sebuah pisau buah tergeletak di sudur meja kamarnya . Amoera pun beranjak mendekati meja dan tangannya msraih pisau tersebut . Ia melihat dengan seksama ujung pisau yang tajam itu ia memejamkan mata dan hendak menancapkan pisau tersebut ke arah perutnya .
PYARRR (tiba tiba tedengar suara pecahan gelas) ternyata bi lian yang tengah terkejut melihat amoera hendak bunuh diri .
" astaga nona , jangan bertindak hal yang bodoh , kemarikan pisaunya " teriak bi lian ia langsung mencoba merampas pisau tersebut dari tangan amoera .
" lepaskan bi .. Aku lebih baik mati daripada hidup seperti ini , lepaskan " teriak amoera dengan menangis .
" nonaaa dengar bibi baik baik ! Apa nona pikir dengan bunuh diri akan mengakhiri semuanya ? Kau sama saja akan membunuh anakmu , tolong jangan lakukan ini nona kau bukan seorang pembunuh ! " tutur bi lian . Amoera melepaskan pisau tersebut , ia menjatuhkan dirinya duduk di bawah lantai .
" aku bukan pembunuh " gumam amoera , air matanya semakin mengucur deras .
" iya nona kau bukan pembunuh ! Bibi mohon jangan lakukan ini " ucap bi lian
" tapi aku tidak menginginkan anak ini bi aku tidak mau " seru amoera , ia semakin mengeraskan tangisannya . Bi lian pun mencoba memeluk amoera .
" nona amoera .. Anak ini tidak bersalah , kau boleh membenci tuan marvin , tapi jangan membenci anak ini " tutur bi lian . Amoera hanya terdiam dan menangis sesenggukan di pelukan bi lian . Bi lian mencoba menenangkan amoera . Ia membantu amoera untuk duduk diatas tempat tidur .
Sementara marvin ia sudah sampai di rumahnya . Ia memarkirkan mobil miliknya di depan halaman rumah tersebut dan kemudian ia masuk ke dalam . Terlihat rumah itu sangat sepi tidak seperti biasanya karna memang saat itu albert dan marquez membawa alice ke rumah sakit karna 2 hari ini kondisi kesehatan alice menurun .
Saat marvin masuk ke dalam rumah . Elsa pun menegur dan menyambutnya dengan wajah yang begitu riang .
" kak marvin kau sudah pulang " teriak elsa seraya memeluk tubuh marvin .
" sayang .. Aku ada kabar baik untukmu ! Apa kau tau . Wanita itu sudah pergi dari rumah ini " seru elsa dengan melebarkan senyumnya .
" benarkah ? " tanya marvin ia seakan berpura pura seakan tidak tau . Elsa pun membenarkannya .
__ADS_1
" bagus kalau begitu ! Ehm oiya sayang dimana semua orang ? Kenapa rumah sangat sepi sekali ? " tanya marvin .
" kak albert dan kak marquez sedang pergi ke rumah sakit mengantar alice " ucap elsa
" ke rumah sakit ? Apa sakit alice kambuh lagi ? " tanya elsa .
" iya sayang .. Dari kemarin dia sakit dan tadi pagi dia sempat muntah darah " tutur elsa .
" di rumah sakit mana ? " tanya marvin dengan panik .
" katanya dekat dengan apartement kak hana " saut elsa
" Aku akan menyusulnya " ucap marvin ia hendak berlalu menyusul kakak dan adiknya namun saat ia hendak masuk ke dalam mobil , tiba tiba terlihat mobil kakaknya pulang .
Terlihat albert dan marquez membantu alice turun dan memapahnya berjalan . Tak tertinggal juga ada hana diantara mereka . Marvin pun langsung menghampiri alice .
" sayang .. Apa kau baik baik saja " tanya marvin kepada alice terlihat jelas ia begitu mengkhawatirkan adik perempuannya .
" Biarkan alice masuk dulu . Ayo kau juga masuklah " ajak marquez . Mereka semua pun masuk kedalam rumah .
Marquez dan marvin membawa alice masuk ke dalam kamar dan membantunya untuk berbaring .
" sayang ayo istirahatlah . 2 jam lagi kakak akan membangunkanmu untuk meminum obat " pinta marquez .
" kakak .. Kau sudah berjanji untuk mencari amoera " ucap alice dengan suaranya yang terdengar melemah .
Dengan pikiran yang seolah dipenuhi ribuan pertanyaan . Marvin pun mencoba bertanya kepada kakaknya .
" kakak sebenarnya alice kenapa ? Kenapa kesehatannya menurun lagi ? Bukannya dia sudah membaik . Baru aku tinggal beberaoa hari kenapa dia bisa sakit lagi ? " tanya marvin dengan begitu panik .
" entahlah kakak juga tidak tau " saut marquez . Ia terlihat begitu bingung memikirkan adiknya .
" aku rasa kesehatan alice menurun karna memikirkan amoera " saut albert .
" amoera ? Tidak ada hubungannya dengan amoera . Dia hanya orang asing .. untuk apa alice memikirkan perempuan itu ? " seru marvin dengan kesal .
" aku rasa juga seperti itu . Saat bersama amoera , sakit alice tidak pernah kambuh Dan waktu Amoera pergi meninggalkan rumah tiba tiba kesehatannya menurun drastis " saut marquez .
" perempuan itu sama sekali tidak ada pengaruh apa apa untuk adikku , kondisi alice menurun karna memang cuaca disini kurang baik untuknya " seru marvin .
" sudah sudah jangan di permasalahkan lagi ! Lebih baik kita fokus untuk kesembuhan alice " tutur hanna .
" iya benar apa kata hanna " saut albert .
* POV clarissa
Siang itu clarissa sedang merapikan gaun gaun pernikahan di tempat kerjanya .
Terlihat ia sangat lelah hingga dahinya mengucur Keringat dengan begitu deras .
__ADS_1
" ya tuhan .. Sesulit ini yang namanya bekerja . Aku harus kuat " gumam clarissa dengan membuang nafas beratnya . selama ini clarissa sama sekali tidak pernah bekerja jadi rasanya pekerjaan yang dirasa orang lain mudah namun sangat sulit dirasa oleh dirinya . Saat ia tengah sibuk membereskan gaun pernikahan tiba tiba nona wang pemilik event organizer tersebut menghampiri clarissa .
" clay istirahatlah dulu . Kau terlihat sangat lelah " ucap nona wang . Selama clarissa tinggal di rumah nenek tiny ia mengubah nama panggilannya dengan sebutan nama clay .
" tidak nona .. Saya tidak lelah " ucap clarissa
" clay kau sedang hamil lebih baik istirahatlah , aku takut kau kenapa kenapa " tutur nona wang . Ia pun memaksa clarissa untuk beristirahat , clarissa pun terpaksa mengiyakan perintah nona wang . sebenarnya ia enggan untuk mengiyakannya . clarissa merasa tidak enak karna selama ini nona wang sudah berbaik hati kepadanya dan ia sangat sering merepotkan nona wang .
Clarissa pun duduk bersandar di tembok berwarna putih dengan kaki berselonjor seraya memejamkan kedua matanya . Namun tiba tiba 2 wanita yang tak lain pegawai nona wang menghampiri clarissa .
" kau sedang apa duduk disini ? " tanya salah seorang wanita itu .
" aku sedang ber istirahat " ucap clarissa .
" ini bukan jam istirahat jadi cepatlah bekerja ! event bulan ini sangat ramai jadi jangan bermalas malasan . " seru wanita itu .
" sudah lah kak dia sedang hamil biarkan saja " tutur wanita satunya .
" aku tidak peduli kita semua disini bekerja ! Lagi pula dia hamil karna pasti tidur bergantian dengan banyak lelaki . Bahkan mungkin juga tidak tau siapa ayah dari anaknya " seru wanita itu . Clarissa sangat geram mendengar perkataan dari mulut wanita itu . Ia pun berdiri dan mendorong keras tubuh wanita itu .
" tutup mulutmu ! Aku tidak serendah itu . Kalau kau tidak tau lebih baik diam lah " teriak clarisaa .
" kalau tidak tidur dengan banyak laki laki lalu apa ? Beritau Dimana ayah dari anakmu ? " tanya wanita itu . Clarissa hanya diam dan mengalirkan air matanya . Rasanya dadanya begitu sesak mendengar kata kata temannya .
" kenapa kau diam ? Kau tidak bisa menjawab kan ? " tanya wanita itu . Tiba tiba nona wang datang menghampiri mereka bertiga . Clarissa pun cepat cepat menghapus air matanya .
" ada apa kalian ribut ribut sampai terdengar di ruangan saya ? " tanya nona wang .
" nona wang . Anak baru ini malas malasan dia malah istirahat dan tidur di jam kerja " ucap wanita itu .
" kenapa memangnya ? Saya yang menyuruhnya beristirahat ! Lebih baik kalian lanjutkan kerja kalian " teriak nona wang .
" ehmm baik nona permisi " pamit kedua wanita itu . Pergi meninggalkan nona wang dan clarissa .
" nona wang .. Lebih baik aku bekerja , maaf sudah membuat keributan disini " ucap clarissa .
" tidak clay .. Kau harus istirahat karna sudah beberapa hari ini kau lembur , ayo lebih baik hari ini kau pulang biar aku antar " pinta nona wang .
" tidak nona aku tidak enak dengan teman teman yang lain " ucap clarissa .
" kau jangan memikirkan mereka . Yang memperkerjakan kamu disini aku ! bukan mereka ! Ayo biar aku antar pulang " pinta nona wang kembali .
" tidak usah nona biar saya pulang sendiri " ucap clarissa .
" biar aku antar clay ! Karna dari sini ke rumah jaraknya lumayan jauh " ucap nona wang
" tidak apa apa non .. Biar saya sesekali juga ber olahraga " ujar clarissa dengan menepiskan senyumnya .
" baiklah clay .. Kau hati hati dijalan " tutur nona wang . Clarissa pun mengiyakannya .
__ADS_1