
Albert dan marquez masih sibuk menelusuri jalanan untuk mencari clarissa , mata mereka tak henti melihat ke sekitar tempat , berharap menemukan clarissa .
" dimana dia " gumam marquez dalam hati
" seharusnya dia tidak jauh dari sini tapi kenapa kita tidak menemukannya dimana pun " saut albert .
" lebih baik kita pulang saja , biarkan wanita itu . Dia pantas mendapatkan ini semua " seru marquez .
" marquez tapi wanita itu sangat kasian ! Apalagi dia sendirian di kota ini " tutur albert . Namun marquez tak menggubris perkataan albert
" ( menghela nafas ) baiklah terserah kau saja " ucap albert , sebenarnya dalam hati marquez ia juga khawatir akan clarissa , namun lagi lagi ia teringat kejahatan yang telah dilakukan oleh charlotte sehingga membuat marquez seolah kejam untuk membiarkan clarissa sendirian di kota asing itu .
Marquez pun melajukan mobilnya kembali menuju ke arah rumah . Setibanya dirumah , marquez melihat alice sedang duduk diluar sembari tertawa bersama amoera .
" albert .. Aku tidak pernah melihat alice seceria itu , setiap kali bersama amoera . Dia selalu tampak ceria " ujar marquez kepada albert . Mereka berdua masih duduk didalam mobil memperhatikan alice dan amoera
dari dalam .
" iya , aku juga sudah lama tidak melihat alice seceria itu .. " saut albert dengan tersenyum , marquez pun mengajak albert turun dari mobil , mereka berdua menghampiri amoera dan alice .
" alice .. Amoera .. " sapa albert
" tuan albert , kau disini ? " tanya amoera ia pun berdiri dan menundukan pandangannya
" iya amoera .. Apa kau baik baik saja ? " tanya albert , amoera pun mengangguk iya
" alice .. Amoera .. ayo kita masuk " ajak marquez , mereka berempat pun masuk kedalam rumah .
* 1 bulan kemudian
Dalam satu bulan belakangan ini
Alex tak henti mencari marquez dan keluarganya . ia masih terobsesi untuk mengambil alih harta warisannya , namun sialnya alex mengetahui bahwa perusahan peninggalan keluarganya sudah di pindah tangankan kepada orang lain . Hal tersebut membuat alex semakin gila dan menjadi jadi untuk menemukan marquez dan keluarganya . Ia selalu menyalakan charlotte atas kegagalan rencananya tersebut , namun dalam pikiran alex . Ia akan balas dendam kepada charlotte setelah menemukan keluarga marquez karna yang terpenting ialah ia harus menemukan marquez .
Begitu juga dengan charlotte
__ADS_1
Hampir setiap hari Charlotte mengerahkan anak buahnya untuk mencari clarissa namun ia tak menemukan jejak keberadaan adiknya sama sekali .
Ia berulang kali mendatangi dan menyuruh anak buahnya untuk berjaga di sekitar kediaman marquez yang ada di london berharap clarissa akan datang disana . Namun nyatanya mereka tak menemukan apapun disana .
Kala itu charlotte sedang berkunjung di makam ibunya , ia duduk bersimpuh di samping tempat peristirahatan ibunya tersebut .
" ibu .. Maafkan charlotte , charlotte tidak bisa menjaga clarissa . Tapi charlotte janji charlotte akan menemukan clarissa secepatnya " ucap charlotte
" ini semua gara gara alex ! Jika aku tidak menerima pekerjaan darinya , tidak mungkin aku sampai kehilangan clarissa seperti ini . Aku bersumpah jika sampai terjadi apa apa dengan adikku , aku akan melenyapkan alex dan semua keluarganya " gumam charlotte dengan menggigil geram
Sementara clarissa , ia masih tinggal dirumah nenek tiny dan kehamilannya sudah menginjak usia 11 minggu meskipun hidup tanpa marquez , clarissa begitu menjaga janin yang ada di perutnya . Selama satu bulan itu clarissa tidak berdiam diri , ia diajak oleh tetangga nenek tiny yang bernama nona wang untuk bekerja di sebuah event organizer miliknya .
" aku sudah terbiasa hidup sendiri . karna dari kecil aku hanya tinggal berdua dengan kakak ! dan nanti setelah anakku lahir aku akan hidup berdua bersamanya " gumam clarissa tersenyum getir , tangannya mengelus lembut perutnya yang terlihat masih datar , ia menyeka air matanya yang tak sengaja terjatuh membasahi pipinya .
Di rumah marvin .
Hari itu Marvin sudah merencanakan malam harinya akan membawa amoera pergi jauh dari rumahnya dan mengantarkannya kembali ke london .
Selama keluarga marvin tinggal di cambridge . setiap seminggu sekali albert selalu berkunjung kesana .
(terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah)
Bi joanna yang mendengar ketukan pintu tersebut , ia langsung menyaut dan membukakan pintu . Ternyata albert
" bi .. Marquez dimana ? " tanya albert
" ada di kamarnya tuan " ucap bi joanna , tanpa berkata , albert melangkahkan kakinya menuju ke kamar marquez .
Kala itu marquez sedang sibuk untuk memikirkan cara mengembangkan usaha restaurant baru miliknya yang berada di cambridge , yang akan segera ia buka dalam waktu tedekat .
" marquez " panggil albert , marquez pun menoleh ke arah albert
" kau kemari ? Masuklah ! " ajak marquez
" ada yang ingin bertemu denganmu di luar ! " ucap albert
__ADS_1
" siapa ? " tanya marquez dengan menyipitkan pandangannya
" keluar dan lihatlah sendiri " ucap albert seraya meninggalkan marquez , marquez pun keluar .
Dan albert menemui marvin yang kala itu berada di meja makan sedang menyuapi alice .
" albert .. Apa kau dari tadi kemari ? " tanya marvin .
" tidak .. baru saja aku sampai ! " ucap albert
" alice .. Bagaimana keadaanmu ? " tanya aalbert kepada alice
" sangat baik kak " ucap alice dengan wajah yang begitu riang .
Tiba tiba terlihat amoera keluar dari kamar. Amoera terlihat sangat cantik siang itu dengan rambut yang tergerai panjang , ia berjalan menghampiri alice dengan membawa sesuatu ditangannya .
Kedua mata albert dan mata marvin tak lepas memandangi amoera , yang sedang berjalan mendekat . Albert pun menyapa amoera , begitu juga sebaliknya .
" nona alice .. Syal yang ku rajutkan untukmu sudah jadi , kemarilah akan ku pasangkan di lehermu " pinta amoera , seraya membalutkan syal tersebut di leher alice .
" terimakasih banyak amoera . Ini sangat nyaman. aku suka " kata alice dengan menepiskan senyumnya . marvin memandangi kedua mata amoera dengan begitu dekat , namun amoera membuang wajahnya dengan jijik ketika tak sengaja melihat marvin memandanginya .
sebenarnya marvin juga geram akan melihat sikap amoera yang ia rasa sok baik kepada semua keluarganya . rasanya ia ingin sekali mencaci maki amoera , namun marvin menahannya , karna ia bersama alice dan albert .
" aku permisi kembali ke kamarku " pamit amoera .
" amoera , sebentar ! Duduk dan tunggulah disini aku punya sesuatu untukmu " kata alice seraya mencoba memaksa amoera untuk duduk di samping albert , ia juga duduk berhadapan debgan marvin . Amoera terlihat canggung dan merasa tidak nyaman saat duduk bertiga bersama albert dan marvin terlebih lagi albert tak henti melepaskan pandangannya dari amoera ,
Amoera hanya menundukan pandangannya dibawah . Dahinya terlihat berkeringat , albert meraih beberapa lembar tissue .
" amoera .. Apa kau sedang sakit ? Kenapa wajahmu terlihat begitu pucat ? " tanya albert seraya menghapus keringat di dahi amoera. Marvin hanya melirikan kedua matanya
" ehmm tidak .. aku baik baik saja tuan , mungkin semalam karna kurang tidur " ucap amoera mencoba menepis tangan albert . Ia masih menundukan pandangannya
" tetapi kau terlihat tidak sehat " kata albert , ia hendak menyentuh bahu amoera . Namun amoera menghindar dan menjauhkan tubuhnya .
__ADS_1
" sudah ku bilang aku baik baik saja tuan ! Permisi " pamit amoera , ia berjalan cepat meninggalkan meja makan .