Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Tidak bisa ~ Amoera


__ADS_3

Marquez masih mematung tepat di hadapan pintu rumah hingga membuat Hanna keherenan.


" Sayang kau kenapa? " tanya Hanna.


" Tidak , aku tidak apa - apa " ucap Marquez . Marquez hendak mengurungkan niat untuk berbicara yang sebenarnya kepada Hanna , namun lagi lagi pikiran Marquez teringat akan Clarissa. telinganya seolah terus menerus menangkap suara  tangisan bayi yang pertama kali   ia dengar dari bibir mungil anaknya. hati Marquez merasa sakit saat melihat Clarissa. wanita yang pernah ia bodohi sekaligus ia peralat untuk membalas dendam  bertaruh nyawa untuk anaknya , anak  yang terlahir dari darah dagingnya  .


Bagaimana tidak ? Marquez dengan mata kepalanya sendiri melihat proses persalinan itu. hingga dalam sekejap pemikiran akan niat Marquez yang hendak membatalkan pernikahannya dengan Hanna kini ia bulatkan kembali .


" Hanna , aku ingin bicara denganmu " ucap Marquez.


" Bicaralah " saut Hanna .


" Ikut aku ke kamarku " ajak Marquez dengan berjalan mendahului Hanna , Hanna pun mengikuti langkah kaki Marquez dari belakang .


dan setiba di kamar miliknya , Marquez menghentikan langkah kaki itu begitu juga dengan Hanna .


" Marquez ada apa ? " tanya Hanna. Marquez berbalik badan dan mendekati Hanna.


ia terdiam dan sejenak memperhatikan wajah wanita yang berdiri persis tepat di hadapannya saat ini .


Rasanya sangat berat sekali untuk Marquez mengatakan sebenarnya,


Marquez menghela nafas hingga terdengar begitu sangat teramat berat.


" Hanna sebelumnya aku minta maaf " ucap Marquez


" Minta maaf ?  minta maaf untuk apa ? " tanya Hanna dengan menyipitkan kedua matanya .


" Aku mau membatalkan pernikahan kita " ucap Marquez .


Deg


Jantung Hanna seakan terhenti seketika , kedua matanya membulat dengan sangat sempurna saat kata kata Marquez yang baru saja ia dengar begitu menyentaknya.


" Kau bicara apa ? Marquez ku harap kau  jangan bercanda seperti ini , ini sama sekali tidak lucu ! " seru Hanna.


" Maafkan aku . saat ini aku sama sekali tidak bercanda" ucap Marquez , ia membalikan tubuhnya dan berjalan menjauhi Hanna. Deruan air mata Hanna mengaliri wajahnya seketika.


" Kenapa kau membatalkan pernikahan kita ? " tanya Hanna, rasanya ia tak percaya dengan ini semua. namun Marquez membungkam dan memejamkan matanya. Hanna mencoba mendekati Marquez.


" Marquez tolong katakan kenapa kau ingin membatalkan pernikahan kita ? " tanya Hann.


" Aku-aku telah memiliki anak dari seorang wanita dan aku harus bertanggung jawab " tutur Marquez. Hanna begitu terkesiap mendengar pernyataan yang baru saja Marquez ucapkan.

__ADS_1


" Siapa wanita itu ? katakan kepadaku ? " tanya Hanna . tangisannya semakin memecah di ruangan sana namun Marquez membungkam.


" Katakan siapa wanita itu ? " teriak Hanna seakan ada amarah didalam dirinya.


" Clarissa atau yang kau kenal dengan Clay " saut Marquez ,


" Clay ? " Hanna bergumam lirih . ia semakin terkesiap dan tak percaya.


dirinya baru saja belum bisa menerima kenyataan bahwa Marquez membatalkan pernikahan dengannya sekarang ia harus berbesar hati menerima kenyataan bahwa laki laki yang ia cintai memiliki anak dengan wanita lain , bahkan wanita yang ia kenal baik selama ini.


 


Plakkk ( tangan kanan Hanna tiba - tiba  melayang keras di pipi Marquez)


" Kau pengkhianat! kau mengkhianatiku " teriak Hanna dengan sangat keras  seraya mengkoyak - koyakan tubuh Marquez.


seketika itu saat mendengar keributan dari dalam kamar Marquez , Alice pun menghampiri mereka berdua.


" Kakak ada apa ? " tanya Alice , ia sejenak mendekati Hanna dan mendekap tubuh wanita yang sedang menangis itu.


" Kakakmu mengkhianatiku, dia mengkhianatiku  " ucap Hanna lirih suaranya terdengar berat bercampur baur dengan tangisannya.


" Aku sama sekali tidak pernah mengkhianatimu ! " saut Marquez dengan penuh penekanan.


" Marquez , memang aku salah telah meninggalkanmu tanpa alasan. tetapi percayalah aku sangat mencintaimu


ku mohon jangan lakukan ini terhadapku , aku benar - benar sangat mencintaimu " ucap Hanna seraya mengusap air matanya yang masih berjatuhan deras disana.


" Ku mohon tinggalkan Clay , aku akan merawat anak kalian  seperti anakku sendiri aku berjanji untuk itu  aku mohon " pinta Hanna . Marquez terdiam sejenak.


" Maafkan aku , aku tidak bisa memisahkan sorang anak dari ibunya. dan jika saat ini kau yang ada di posisi Clarissa , aku juga akan melakukan hal yang sama " tutur Marquez tanpa memandang Hanna. Hanna memejamkan matanya dengan begitu pilu tanpa berkata ia berlalu keluar dari kamar Marquez .


" Kak Hanna tunggu " teriak Alice namun Hanna tak menghiraukannya , ia pergi meninggalkan rumah itu air mata Hanna masih membanjiri wajahnya dan  saat keluar dari pintu rumah ia berpapasan dengan Marvin yang sepertinya baru saja pulang dari rumah Amoera.


" Kak Hanna .. kakak kenapa menangis ? " tanya Marvin seraya menghentikan langkah kaki Hanna. Tanpa berkata Hanna mendorong tubuh Marvin agar tidak menghalanginya dan ia  melangkahkan kakinya pergi  dengan begitu cepat .


" Kenapa dengan kak Hanna ? apa dia punya masalah dengan kakak ? " Marvin bertanya tanya dalam hati. ia masuk kedalam rumah dan hendak menanyakan nya kepada kakaknya tersebut.


di dalam kamar,


Alice masih tak percaya dengan apa yang tadi sempat ia dengar .


" Kakak benar benar menghamili wanita lain ? " tanya Alice kepada Marquez. namun Marquez diam saja.

__ADS_1


" Kakak jawab pertanyaan Alice " teriak Alice.


" Iya ! memang benar kakak memiliki anak dari wanita lain " teriak Marquez , rasanya ia begitu lelah akan ini semua . Alice mendorong keras tubuh kakak sulungnya itu.


" Kenapa kakak jahat kepada kak Hanna ? kenapa ? " tanya Alice . namun lagi lagi Marquez membungkam.


" Kak Marquez dan kak Marvin sama saja , kalian semua sama saja.. " teriak Alice.


" Alice " belum menyelesaikan ucapannya suara Marvin menyela begitu saja . ia pun mendekati Alice dan berharap adiknya tersebut agar tidak memberitaukan tentang masalah  dirinya dan Amoera. kedua mata Alice bergantian menatap wajah kedua kakanya itu.


" Alice benci kalian ! Alice sangat membenci kalian semuaaaaa " teriak Alice dengan penuh penekanan , ia berlari keluar dari kamar Marquez dan masuk kedalam kamarnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa setelah membaca tekan Like terimakasih


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2