
Kedua mata marquez kini berpusat ke arah perut clarissa yang tengah membesar , ia menyunggingkan senyumnya dan melingkarkan tangannya di pinggang hana , marquez dengan sengaja mencoba memberi sensasi panas di kedua mata clarissa . pemandangan yang saat ini clarissa saksikan semakin membuat nya menelan ludah dengan begitu pahit . clarissa masih menatap laki laki itu dengan menahan keras agar tidak menumpahkan air matanya .
" hallo nona clay .. aku marquez senang bisa bertemu denganmu " sapa marquez seraya , menyodorkan tangannya . ia tersenyum sinis melihat clarissa .
" iya .. tuan .. marquez , senang ber..temu de..ngan mu juga " ucap clarissa dengan seikit terbata bata , ia hendak menjabat tangan marquez namun sebelum clarissa menjabat tangan marquez , marquez menarik kembali tangannya . clarissa menarik nafasnya ia mencoba menenangkan dirinya . sejenak ia memejamkan matanya untuk mencoba menerima kenyataan pahit ini .
" hana ayo pilihlah 3 pasang gaun dan jas untukmu dan calon suamimu besok " ucap clarissa . matanya terlihat begitu memerah . menyembunyikan rasa sakit yang saat ini menancap begitu kuat di dalam hatinya .
" clay kalau untuk dekorasi apa aku boleh request sesuai dengan yang aku inginkan ? " tanya hana
" tentu saja , " ucap clarissa . kedua mata marquez tak henti memandangi wajah clarissa .
" baiklah .. aku ada foto dekorasi pernikahan milik temanku , aku ingin sekali konsep pernikahanku seperti temanku itu , aku akan menunjukan contoh dekorasinya kepadamu " ucap hana . clarissa mengiyakannya .
" sayang .. apa kau membawa foto yang semalam aku tunjukan kepadamu ? " tanya hana kepada marquez .
" iya sepertinya aku bawa tapi ada dimobil , biar aku ambilkan " ucap marquez .
" tidak usah biar aku yang mengambil sendiri , kau tunggu saja disini " pinta hana , marquez pun mengiyakannya , hana berlalu meninggalkan clarissa dan marquez di ruangan itu , dan ia menuruni anak tangga untuk menuju ke mobil .
clarissa mencoba berlalu meninggalkan marquez namun marquez menghentikannya dan mencengkram lengannya .
" marquez lepaskan .. tanganku sakit " ucap clarissa lirih , suaranya begitu berat seolah tak bertenaga . kedua mata marquez kembali berpusat ke perut clarissa ,
" kau sedang hamil ? " tanya marquez namun clarissa hanya diam saja dan menundukan pandangannya .
" laki laki mana yang mau menikahi adik dari seorang pembunuh sepertimu ? " tanya marquez . ia semakin mencengkram erat lengan clarissa . clarissa menaikan wajahnya , hatinya serasa terluka saat marquez berbicara seperti itu . hingga air mata yang mulanya ia tahan kini tak bisa lagi terbendungkan , dengan seketika air mata clarissa kini membanjiri wajahnya .
" marquez sakit .. lepaskan tanganku " pinta clarissa lirih , dengan tatapan kedua matanya yang begitu senduh , marquez mendekatkan wajahnya ke wajah clarissa .
" aku sangat membencimu " ucap marquez . clarissa tak bergeming ia hanya bisa terdiam , matanya masih menatap kedua mata marquez dengan begitu dekat , air matanya jatuh secara bergantian . air mata itu menyiratkan rasa sakit yang kini tengah bersemayam di dalam hatinya .
" jika anakmu lahir , apa kau dan suamimu akan mengajari anakmu menjadi seorang pembunuh seperti kakakmu ? " tanya marquez . clarissa tak segan mendorong tubuh marquez dengan begitu keras .
__ADS_1
" marquez cukup ! kau boleh membenci kakakku .. kau juga boleh membenciku , kakakku memang bersalah kakakku memang seorang pembunuh ! tapi ku ingatkan kepadamu jangan sekali sekali kau berbicara seperti itu tentang anakku ! " teriak clarissa , ia menunjukan jarinya kepada marquez dengan begitu geram . air matanya semakin mengalir deras . marquez hendak membalas perkataan clarissa namun saat dirinya hendak bicara tiba tiba hana datang dan mengurungkannya . clarissa berbalik badan dan langsung menepis cepat air matanya .
" ehm sayang ada apa ? " tanya hana kepada marquez .
" tidak .. tidak ada apa apa " ucap marquez .
" hana .. tiba tiba aku mendadak ada pekerjaan penting , apa kau tidak apa apa jika aku meninggalkanmu disini ? dan kau pulang menumpangi taxi ? " tanya marquez .
" lalu jasnya ? apa kau tidak mau mencoba nya ? " tanya hana .
" lain kali saja kan bisa " saut marquez .
" yasudah tidak apa apa sayang , pergilah .. hati hati , aku bisa pulang sendiri nanti , terimakasih sudah mau menyempatkan mengantarkanku kemari " tutur hana . marquez pun mengiyakannya dan ia berlalu pamit meninggalkan hana .
" clay .. ini contoh konsep yang aku inginkan " ucap hana seraya menyodorkan kertas kepada clarissa , dan clarissa pun mengambil kertas tersebut . mereka berdua melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat terputus tadi , sesekali kedua mata clarissa menatap hana dengan perasaan terluka ,
" hana wanita yang sangat baik , dia begitu anggun . sementara aku . aku hanya adik seorang pembunuh dari ayah marquez , yatuhan kenapa kau menakdirkan hidupku seperti ini . aku sanggup jika marquez membenciku seumur hidupku , tapi aku tidak sanggup jika dia membenci anakku " gumam clarissa , air matanya kini meleleh kembali.
" clay kau kenapa menangis ? " tanya hana dengan heran ,
" kau yang sabar ya clay , kedua orang tuamu sudah tenang di surga " tutur hana , ia mencoba menenangkan clarissa dengan memeluknya .
* di rumah singgah amoera
marvin dan alice kini pun tiba di rumah yang di tempati amoera , marvin memarkirkan mobilnya di halaman rumah itu .
" kakak ini rumah siapa ? " tanya alice dengan penasaran , kedua matanya tak henti memandangi sekitar rumah itu
" katanya kau ingin bertemu dengan amoera " ucap marvin .
" iya kak , aku ingin sekali bertemu dengannya . apa ini tempat tinggal amoera ? " tanya alice .
__ADS_1
" iya , ayo turunlah " pinta marvin , alice dan marvin pun turun dari mobil. marvin mengajak alice masuk kedalam rumah itu dan menyuruhnya untuk duduk di ruang depan . kedua mata alice tak henti mengamati isi rumah tersebut .
" sayang .. tunggulah disini dulu " ucap marvin alice pun mengiyakannya .
marvin masuk kedalam hendak ke kamar amoera untuk memanggilnya . namun tiba tiba bi lian menghentikan langkah kaki marvin .
" tuan " sapa bi lian .
" bi lian .. apa amoera tadi sudah makan ? " tanya marvin
" sudah tuan , tapi sepertinya nona amoera saat ini sedang tidur " ucap bi lian .
" baiklah bi , oiya di depan adikku tolong buatkan teh hijau untuknya " saut marvin , bi lian pun mengiyakannya .
marvin masuk kedalam kamar amoera dan menutup pintunya . siang itu terlihat amoera sedang berbaring diatas tempat tidur dan memejamkan kedua matanya dengan satu tangan terlipat di perutnya , marvin mendudukan tubuhnya di samping amoera . ia memperhatikan wajah amoera dengan begitu seksama , tangannya bergerak membelai wajah cantik amoera yang kala itu sedang tertidur . kini tangan marvin bergerak menyentuh perut amoera dan memberikan sentuhan lembut di perut wanita yang sedang mengandung anaknya itu . rasanya ada kebingungan yang tersirat di kedua mata marvin saat itu , entah kebingungan semacam apa yang sedang ia rasakan . tiba tiba amoera membuka kedua matanya .
" marvin " ucap amoera , ia sontak mencoba menjauhkan tubuhnya dari marvin .
" maaf aku mengganggu tidurmu " ucap marvin .
" tidak apa apa " saut amoera .
" apa kau sudah minum obatmu ? " tanya marvin , amoera mengangguk tanpa bersuara .
" ayo ikutlah denganku " ajak marvin seraya menarik tangan amoera . amoera , mencoba menepiskan tangan marvin .
" kau mau mengajakku kemana ? " tanya amoera dengan sedikit takut .
" ada seseorang yang ingin menemuimu di luar " tutur marvin .
" siapa ? " tanya amoera dengan penasaran .
" ikutlah saja " ajak marvin ia mencoba memegang tangan amoera .
__ADS_1
" aku bisa sendiri " saut amoera , ia beranjak berdiri daritempat tidurnya dan berjalan keluar kamarnya