
" oiya vin , katanya kau sudah menemukan pelaku yang telah melenyapkan ayahmu ? " tanya albert
" iya .. aku menyekapnya disini " jawab marvin
" dirumahmu ini ? kenapa tidak kau penjarakan saja ? "tanya albert
" tidak .. aku sendiri yang akan menghukumnya , membalas semua yang telah dia dan pamanku lakukan terhadap ayahku " ujar marvin dengan pandangan mata yang penuh amarah
" apa aku boleh melihatnya ? " pinta albert
" tentu saja .. akan ku suruh penjaga memanggilnya kemari ," jawab marvin , kemudian marvin memanggil penjaga
" panggilkan dia , bawa dia kemari " pinta marvin kepada penjaga , penjaga pun mengiyakannya , mereka mendatangi kamar amoera , kala itu amoera sedang duduk kebingungan diatas tempat tidur
tiba tiba penjaga membuka pintu kamar dan menyeret amoera dengan kasar , amoera pun meronta kesakitan
penjaga itu menhempas tubuh amoera tepat di hadapan marvin dan albert , dan penjaga itu langsung keluar dari ruangan marvin
" marvin dia siapa ? " tanya albert heran , marvin pun mendekati amoera dan mencekik lehernya hingga ia kesulitan bernafas
" dia suruhan paman untuk melenyapkan ayahku " kata marvin memberi tahu albert , ia pun mengernyitkan dahinya begitu keras ketika melihat amoera
" marvin .. lepaskan tanganmu dia kesulitan bernafas " pinta albert menepis tangan marvin , marvin pun melepaskan leher amoera hingga amoera terbatuk batuk karna sesak nafas
" apa kau bercanda kalau dia ini pembunuh om louis ? " tanya albert tiak percaya
__ADS_1
" kau pikir aku sedang bercanda ?, dia memang pembunuh ayahku ! pamanku sendiri yang mengatakannya ! " saut marvin menunjuk jarinya kepadda amoera ,
tiba tiba marvin memperhatikan baju yang dikenakan oleh amoera , ia mendekati amoera kembali dan menarik baju amoera
" berani sekali kau memakai baju pemberian ibuku untuk alice " teriak marvin
" maaf tuan .. nona alice sendiri yang memberikannya padaku " saut amoera lirih ketakutan
" cepat lepasssssss " teriak marvin mendorong tubuh amoera dengan kasar
" marvin , kau jangan keterlaluan dia ini perempuan " teriak albert
" seharusnya dia tau kodrat sebagai perempuan itu seperti apa ! perempuan memberikan kehidupan baru untuk manusia lainnya , sementara dia !! dia malah mengakhiri hidup manusia lain .. perempuan macam apa dia ? dia tidak pantas diperlakukan layaknya perempuan " teriak marvin kepada albert , hati amoera pun merasa sakit mendengar pernyataan marvin , ia pun menangis
" baiklah tuan aku akan melepaskannya " jawab amoera ia pun berdiri hendak pergi ke kamarnya untuk melepaskan baju yang telah alice berikan
" mau kemana kau " tanya marvin dengan geram
" saya mau ke kamar melepas baju ini tuan " saut amoera lirih sembari menepis air matanya yang masih mengalir , albert memandanginya dengan penuh rasa ibah , dirinya sama sekali tidak percaya bahwa amoera seorang pembunuh
" siapa yang menyuruhmu melepaskan baju dikamar ? lepaskan bajunya disini " teriak marvin
" Marvinnnnnnnnnnnnn " teriak albert
" lebih baik kau diam " pinta marvin kepada albert
__ADS_1
" tapi tuan ,, " ucap amoera lirih , air matanya semakin membanjir
" cepat lepas disini " pinta marvin kembali
" marvin tolong jangan seperti ini " tutur albert , memegang kencang bahu marvin
" albert , dia pantas mendapatkan ini semua " saut marvin , amoera pun melepaskan baju atasannya yang telah diberikan oleh alice , dengan rasa malu ia membuka kancingnya satu persatu yang sudah menyatu satu sama lain di bajunya tersebut ,
ia hendak membuka seluruh bajunya itu namun tiba tiba albert melepas kemejanya hingga ia telanjang dada dan langsung menutupi tubuh amoera dengan kemejanya tersebut
" cepat pakailah .. " pinta albert menatap kedua mata amoera
" terimakasih tuan " saut amoera lirih ia menangis sembari menundukan kepalanya , amoera pun mengenakan kemeja yang diberikan oleh albert , tubuh albert sangatlah berisi dan berotot hingga kemeja yang ia berikan kepada amoera terlihat sangat besar saat ia kenakan
__ADS_1