
Charlotte kala itu sudah tiba di rumahnya , ia terlihat marah dan memaki maki semua anak buahnya .
" apa aku membayar kalian untuk menjadi orang bodoh ? Kenapa kalian begitu bodoh seperti ini ? " teriak charlotte
" maaf nona " salah satu anak buah mengeluarkan suara
Blukkk
( satu tendangan kaki charlotte mengenai dada anak buah tersebut)
" apa aku menyuruhmu berbicara ? " teriak charlotte kembali .
" aku tidak peduli jika laki laki itu melarikan diri , yang aku pedulikan hanya adikku " teriak charlotte
" cepat cari adikku sampai ketemu , kalau adikku sampai tidak ketemu , kalian akan tau apa yang akan aku lakukan dengan keluarga kalian " imbuh nya , semua anak buah charlotte mengiyakannya dengan takut , dan saat hendak melangkahkan kakinya keluar mencari clarissa tiba tiba segrombolan orang memakai baju hitam masuk kedalam rumah tersebut , ternyata segrombolan itu ialah alex dan anak buahnya .
" Charlotteeee " teriak alex dengan geram . Darah alex seakan sudah mendidih daritadi , terlihat urat urat di dahinya mencuat cuat karna menahan amarahnya .
Charlotte hanya diam dan mengedipkan matanya tanpa rasa takut sedikitpun .
" sedang apa kau kemari ? " tanya charlotte
" kau masih bertanya aku sedang apa kemari ? Kau ini bodoh atau ingin membodohiku ? Kau pikir aku tidak tau kalau marquez melarikan diri ? " kata alex mencoba melangkahkan kakinya mendekati charlotte
" kau begitu pintar melenyapkan nyawa orang tetapi kenapa kau sangat bodoh menjaga laki laki lemah seperti dia ? " teriak alex dengan menunjukan jarinya di wajah charlotte
" jangan berteriak dan menunjuku seperti itu , siapa kau ini berani menunjukkan jarimu di hadapanku seperti itu " teriak charlotte , tiba tiba alex memundurkan langkah kakinya . Kelicikan menyeringai wajahnya kembali .
" maaf .. Aku terlalu emosi . Mana berikan kembali surat pengalihan harta itu kepadaku " pinta alex . Tanpa mengiyakan permintaan alex , charlotte pun menyuruh anak buah kepercayaannya untuk mengambil surat itu di ruang kerjanya . Sementara alex terlihat memasukan tangannya didalam kantong celannya , dan di balik kantong celana tersebut sudah ada senjata api yang ia pegang erat erat .
" aku tidak akan membiarkan wanita ini , setelah mengambil surat pengalihan harta itu , aku akan melenyapkannya ! " gumam alex dalam hati , giginya terlihat menggigil geram . Namun sesaat kemudian anak buah charlotte kembali menghampiri charlotte dengan tangan kosong .
" nona charlotte .. Maaf surat pengalihan harta itu tidak ada ! " kata anak buah itu
" apa kau sudah mencarinya di semua tempat yang ada di dalam ruang kerjaku ? " tanya charlotte . Anak buah itu mengiyakan sudah .
" alex .. tunggulah disini aku akan mencari surat itu sendiri " pamit charlotte kepadaa alex , ia berlalu masuk ke dalam ruang kerjanya , ia membongkar semua isi yang ada didalam ruangan tersebut namun charlotte tidak menemukannya .
" marquez tidak mungkin masuk ke ruang kerjaku , tidak mungkin " gumam charlotte , tiba tiba anak buah kepercayaannya menghampiri .
" nona .. Atau jangan jangan surat itu diambil oleh nona clarissa ? " tanya anak buah itu
" tidak mungkin , clarissa tidak mungkin berani masuk kedalam ruang kerjaku " teriak charlotte
" tapi aku pernah menemui nona clarissa di dalam ruang kerjamu . katanya dia sedang mencari akta lahirnya " ucap anak buah tersebut . Mata charlotte terbelalak lebar ,
__ADS_1
" akta lahir apa ? Mana mungkin aku menyimpan akta lahir didalam ruang kerjaku ? Kenapa kau begitu bodoh tidak memberitahuku ? " teriak charlotte
" maafkan aku nona ! " kata anak buah itu dengan menundukan pandangannya
" kau sama saja tidak ada gunanya " teriak charlotte , berlalu keluar dari ruang kerjanya dan menghampiri alex kembali .
" mana suratnya ? " tanya alex .
" suratnya tidak ada ! " kata charlotte dengan melipat kedua tangannya .
" apa maksudmu berkata bahwa surat itu tidak ada? " teriak alex
" sepertinya marquez membawa surat itu " ujar charlotte dengan santainya .
" dasar wanita bodoh ! Ini semua gara gara adikmu yang sialan itu " teriak charlotte
" jangan menyangkut pautkan ini dengan adikku ! " teriak charlotte
" charlotteeee .. kau harus bertanggung jawab atas semua rencanaku yang gagal ini ! " teriak alex ia mengangkat senjata apinya , begitu juga dengan semua anak buah alex ..
Charlotte hanya tersenyum mentah melihat tindakan alex .
" alex .. Kenapa kau begitu bodoh ? apa kau lupa sekarang kau sedang berada dimana? " tanya charlotte , menyiniskan senyumannya , tiba tiba alex dan semua anak buahnya di kepung oleh anak buah charlotte dari belakang . Alex pun terkejut ketika melihat semua anak buah charlotte yang begitu banyak yang tiba tiba datang dari belakang dan mengepungnya dengan membawa senjata api .
" dasar wanita licik ! " teriak alex .
DORR ( suara tembakan )
" Arghhhhh " alex berteriak
Tiba tiba tubuh alex terkapar di lantai . Terlihat bahu sebelah kirinya berdarah akibat tarikan pelatuk yang dilepaskan oleh charlotte , charlotte bukanlah orang bodoh yang seperti dipikirkan oleh alex , sebelum alex menembaknya , charlotte terlebih dulu menembak alex .
" perempuan bajingan . Argh " pekik alex kesakitan
" aku ini bukan tandinganmu alex , Jangan pernah sekali sekali mencoba melawanku ! " teriak charlotte
" bawa bos kalian pergi dari sini atau aku akan benar benar melenyapkannya " teriak charlotte kepada anak buah alex , anak buah alex pun mengiyakan dan mengangkat tubuh alex kedalam mobil , alex berteriak kesakitan , dan anak buahnya membantu membawa alex pergi ke rumah sakit .
Dan charlotte mengerahkan anak buahnya untuk mencari clarissa
Sementara malam itu clarissa sudah melakukan perjalanan bersama di kota cambridge , namun wajah clarissa nampak benar benar tidak sehat .
" apa kau sakit ? " tanya albert , clarissa menggelengkan kepalanya .
" tuan .. Apa kau benar akan mengajaku bertemu dengan marquez ? " tanya clarissa ,
__ADS_1
" kau jangan terlalu banyak bertanya ! Jika aku sudah berkata aku tidak akan pernah ingkar " jawab albert dengan memusatkan pandangannya kedepan .
Di rumah marvin .
Amoera sedang beristirahat di dalam kamarnya .
Terlihat ia duduk bersandar diatas tempat tidurnya .
Tok .. Tok .. Tok (ketukan pintu dari luar kamar)
" masuklah " teriak amoera dari dalam , ternyata marquez , ia membuka pintu kamar tersebut dengan membawa selimut tebal ditangannya .
" amoera .. Ini selimut untukmu , pakailah ! Karna udara malam ini sangat dingin " pinta marquez menyodorkan selomut tersebut
" terimakasih tuan marquez " kata amoera , ia mengambil selimut tersebut dan menundukan pandangannya
" jangan memanggilku tuan , panggilah aku kak marquez seperti alice memanggilku " pinta marquez , amoera pun menganggukan kepalanya tanpa bersuara .
" istirahatlah , aku akan pergi " pinta marquez kembali , ia pun berlalu keluar meninggalkan kamar amoera .
Kala itu marvin keluar dari kamarnya hendak menuju ke dapur , namun ia tidak sengaja melihat marquez barusaja keluar dari dalam kamar amoera , ia pun menegur kakaknya
" sedang apa kakak di kamar dia " tanya marvin penasaran .
" aku baru memberikan dia selimut " jawab marquez .
" kak. Aku mau berbicara kepadamu tetapi aku mau ke dapur mau mengambil minum dulu " ucap marvin , marquez pun mengiyakannya .
Seusai marvin mengambil minum di dapur , ia kembali dan menuju ke halaman rumah , terlihat di halaman rumah tersebut ada marquez yang sedang duduk menunggunya .
" apa yang ingin kau bicarakan ? " tanya marquez
" kakak kapan akan menikah ? " tanya marvin
" kenapa kau tanya seperti itu ? " tanya marquez kembali ia melirik tajam ke arah marvin
" elsa ingin aku segera menikahinya kak. Aku harap kakak bisa mengerti " ucap marvin dengan raut wajah yang bingung , marquez pun menoleh dengan keras dan menatap wajah marvin dengan tajam.
" apa kau sudah gila ? Apa Kau sudah lupa bahwa kau sudah menghancurkan hidup seorang wanita yang sama sekali tidak bersalah ? Dan Sekarang kau berpikiran mau menikah dengan elsa ? Dimana otak dan hatimu itu " teriak marquez
" lalu aku harus bagaimana kak ? Aku benar benar tidak sengaja melakukannya. Karna waktu itu aku mabuk ! " seru marvin. Ia semakin bingung
" kakak tidak mau tau ! kau harus bertanggung jawab kepada amoera " pinta marquez
" Tidak ! aku tidak mungkin menikahi wanita yang tidak jelas asal usulnya itu. Aku sudah lama menjalin hubungan dengan elsa dan aku sangat mencintainya , aku tidak akan menikahi wanita itu " kata marvin dengan meninggikan suaranya . Ia beranjak dari duduknya dan pergi berlalu meninggalkan marquez
__ADS_1
" marvinnnnn, " marquez pun berteriak memanggil adiknya itu , namun ia sama sekali tak menggubris marquez