
Marquez melihat ke arah Clarissa yang saat ini tengah meringis kesakitan
" Clarissa " teriak Marquez ia mendekati Clarissa dengan cepat .
" ahh sakittt " Clarissa memekik kesakitan . Marquez pun panik dan kebingungan .
" Clarissa kau kenapa " tanya Marquez seraya menopang tubuh Clarissa yang .
" ahhh Marquez perutku sakittt sekalii " teriak Clarissa , ia mencengkram erat lengan Marquez hingga membekas merah .
" ayo aku akan membawamu ke rumah sakit yang ada di dekat sini " ucap Marquez . Clarissa menangis dan menahan rasa sakit yang tengah menyerang perut dan punggungnya saat ini . namun saat Marquez menuntun Clarissa berjalan tiba tiba ia di kejutkan oleh Hanna .
"sayang bagaimana gaun ini ? " tanya Hanna . kedua mata hanna kini memperhatikan Clarissa yang tengah kesakitan .
" ya Tuhannnn sakittttt , kakakkkkk " teriak Clarissa menjerit semakin keras .
" Clarissa kau kenapa ? " tanya Hanna , kemudian ia melihat cairan bening jatuh di antara kaki Clarissa .
" astaga air ketuban ? Clarissa sepertinya kau mau melahirkan " ucap Hanna dengan wajah yang terlihat begitu panik .
" Hanna lebih baik aku membawa nya ke rumah sakit terdekat , kau coba tanyakan kepada teman temannya agar menghubungi keluarga dan suaminya untuk memberitau " Tutur Marquez , Hanna pun mengiyakannya .
" Clarissa ayo " ajak Marquez ia mencoba menuntun Clarissa berjalan .
" Marquez aku tidak kuat , sakitttttt " ucap Clarissa , ia menangis menahan rasa sakitnya . tak ambil lama Marquez mengangkat tubuh Clarissa dan menggendongnya hendak menuju ke mobil . dan teman teman kerja Clarissa menghampiri Marquez yang tengah berjalan cepat menggendong tubuh Clarissa .
" Tuan .. Clay kenapa ? " tanya salah satu teman wanita Clarissa . namun Marquez tak menghiraukan nya dan melangkahkan cepat untuk keluar dari gedung EO tersebut . ia membuka pintu mobilnya dan memasukan Clarissa ke dalam mobil , Marquez pun mulai menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobil tersebut dengan sangat kencang .
" Kakakkkkkkk " teriak Clarissa air matanya masih menderu deras membasahi pipinya .
" Marquez sakitttt " ucap Clarissa ia menggenggam tangannya sekuat tenaga untuk menahan rasa sakit itu . kini ia mencengkram erat lengan Marquez hingga ia merasa lengannya kesakitan .
__ADS_1
" Clarissa bertahanlah sebentar setelah ini kita sampai rumah sakit " ucap Marquez , terlihat jelas saat ini ia begitu panik mendengar wanita yang tengah berada di sampingnya berteriak dan menangis kesakitan . tubuh Marquez begitu gemetar karna baru kali ini ia melihat orang kesakitan karna hendak melahirkan .
pikirannya masih bertanaya - tanya kenapa ia harus menolong adik dari seseorang yang telah membunuh ayahnya? ia memperhatikan wajah Clarissa .
" aku manusia bukan seekor binatang seperti kakaknya " gumam Marquez dalam hati , ia menambah laju kecepatan mobilnya .
dan setibanya di rumah sakit Marquez membawa Clarissa masuk dan ia langsung di tangani oleh dokter .
" Tuan , apa anda tidak ingin menemani istri anda di dalam ? " tanya okter .
'
" dia , dia bukan .. saya tunggu disini saja dok " ucap Marquez dengan sedikit bingung menjawabnya .
Dokter pun mengiyakan dan masuk ke dalam ruangan untuk membantu proses persalinan .
kedua telinga Marquez begitu tersiksa mendengar suara Clarissa yang merasa kesakitan dari dalam . tak lama kemudian seorang perawat keluar dari ruang bersalin itu dan menghampiri Marquez .
" tuan sebaiknya anda menemani istri anda di dalam " ucap perawat tersebut . Marquez sebenarnya enggan untuk mengiyakan permintaan perawat tersebut , karna Clarissa bukanlah siapa - siapanya saat ini . namun entah apa yang membuat hatinya tak tega hingga ia mengiyakan permintaan perawat tersebut dan masuk untuk menemani Clarissa dalam proses persalinan tersbut . ia melihat wanita yang pernah ia peralat kini tengah bertaruh nyawa untuk anak yang tak ia sadari bahwa anak yang tengah di pertaruhkan nyawa oleh Clarissa itu ialah anaknya .
" Mar-quez " teriak Clarissa dengan menyodorkan tangannya , ia begitu berharap marquez berada di sisinya . lagi - lagi Marquez berjalan gemetar dan memgang erat tangan Clarissa . hati Marquez begitu tersiksa entah apa yang membuatnya seakan terenyuh dan tak tega melihat Clarissa , ia menggenggam tangan Clarissa dengan begitu erat mencoba menyalurkan energinya kedalam tubuh wanita itu . Clarissa masih berjuang mempertaruhkan nyawa demi anaknya , ia begitu semangat saat Marquez menggenggam tangannya , ia tak peduli meskipun laki laki yang menemaninya saat ini tak pernah mencintainya . Clarissa sungguh tak peduli akan hal itu . tubuh Marquez semakin gemetar .
" Clarissa .. kau pasti bisa " bisik Marquez lirih di telinga wanita itu . Marquez mencoba mengusap dahi Clarissa yang berkeringat .
" Ya Tuhan " gumam marquez lirih seraya memejamkan matanya . tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi memecah ruangan tersebut . hingga membuat Marquez merinding saat mendengarnya . tubuh Clarissa kini melemas .
" Tuan , Nyonya selamat anak anda perempuan " ucap Dokter tersebut . Marquez sejenak memperhatikan wajah bayi yang masih berlumuran darah tersebut dengan mata yang berkaca - kaca , Marquez menelan ludahnya begitu keras . rasanya ada sesuatu yang aneh dan perasaannya yang begitu mengganjal saat melihat bayi itu . rasanya Marquez tak kuasa berlama - lama di dalam ruangan tersebut , ia melepaskan tangan Clarisa dan berlalu keluar dari kamar persalinan tersebut .
Clarissa yang melemah memperhatikan Marquez dari belakang yang kini tengah berjalan meninggalkan dirinya .
" Marquez " ucap Clarisa lirih seraya memejamkan matanya hingga buliran buliran cairan terlepas di kedua matanya .
__ADS_1
Marquez keluar ddan mendudukan tubuhnya di kursi ruang tunggu dengan perasaan tak menentu dan meletakan kedua tangannya diatas kepala .
" kenapa dengan diriku ini ? " gumam Marquez , ia terlihat begitu resah . kemudian terdengar suara langkah kaki yang begitu nyaring di telinganya . Marquez pun menoleh dan suara tersebut berasal dari suara sepatu heels milik Hanna yang terlihat berjalan cepat hendak menghampirinya .
" Marquez bagaimana ? " tanya Hanna dengan panik .
" dia sudah melahirkan , bayinya perempuan " saut Marquez ,
" Syukurlah " saut Hanna ia bernafas lega seraya mendudukan tubuhnya di samping Marquez .
" bagaimana apa kau sudah memberitau suaminya Clarissa ?" tanya Marquez
" Clarissa ? " tanya Hanna dengan menyipitkan kedua matanya .
" Ehm , maksudku Clay , suaminya nona Clay " ucap Marquez .
" Aku sudah menanyakan kepada teman teman Clay tapi mereka tidak tau , dan sebagian temannya juga ada yang mengatakan Clarissa belum menikah karna saat bekerja disitu Clay sudah dalam kondisi hamil " ucap Hanna . kedua mata dan telinga Marquez begitu terkesiap saat mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Hanna
.
.
.
.
.
jangan lupa tekan like terimakasih
__ADS_1