Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Membantu ~ Amoera


__ADS_3

Marquez melihat ke arah Clarissa yang saat ini tengah meringis  kesakitan


" Clarissa " teriak Marquez ia mendekati Clarissa dengan cepat  .


" ahh sakittt " Clarissa memekik kesakitan . Marquez pun panik dan kebingungan .


" Clarissa kau kenapa " tanya Marquez seraya menopang tubuh Clarissa yang  .


" ahhh Marquez perutku  sakittt sekalii " teriak Clarissa , ia mencengkram erat lengan Marquez hingga membekas merah .


" ayo aku akan membawamu ke rumah sakit yang ada di dekat sini " ucap Marquez  . Clarissa menangis dan menahan rasa sakit yang tengah menyerang perut dan punggungnya  saat ini . namun saat Marquez menuntun Clarissa berjalan tiba tiba ia di kejutkan oleh Hanna .


"sayang bagaimana gaun ini ? " tanya Hanna . kedua mata hanna kini memperhatikan Clarissa yang tengah kesakitan .


" ya Tuhannnn sakittttt , kakakkkkk " teriak Clarissa menjerit semakin  keras .


" Clarissa kau kenapa ? " tanya Hanna , kemudian ia melihat cairan bening jatuh di antara kaki Clarissa  .


" astaga air ketuban ? Clarissa sepertinya kau mau melahirkan " ucap Hanna dengan wajah yang terlihat begitu panik .


" Hanna lebih baik aku membawa nya ke rumah sakit terdekat , kau coba tanyakan kepada teman temannya agar menghubungi keluarga dan suaminya untuk memberitau " Tutur Marquez , Hanna pun mengiyakannya .


" Clarissa ayo " ajak Marquez ia mencoba menuntun Clarissa berjalan .


" Marquez aku tidak kuat , sakitttttt " ucap Clarissa , ia menangis menahan rasa sakitnya . tak ambil lama Marquez mengangkat tubuh Clarissa dan menggendongnya hendak  menuju ke mobil . dan teman teman kerja Clarissa menghampiri Marquez yang tengah berjalan cepat menggendong tubuh Clarissa .


" Tuan .. Clay kenapa ? " tanya salah satu teman wanita Clarissa  . namun Marquez tak menghiraukan nya dan melangkahkan cepat untuk keluar dari gedung EO tersebut . ia membuka pintu mobilnya dan memasukan Clarissa ke dalam mobil , Marquez pun mulai menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobil tersebut dengan sangat kencang .


" Kakakkkkkkk " teriak Clarissa air matanya masih menderu deras membasahi pipinya .


" Marquez sakitttt " ucap Clarissa ia menggenggam tangannya sekuat tenaga untuk menahan rasa sakit itu . kini ia mencengkram erat lengan Marquez hingga ia merasa lengannya kesakitan .

__ADS_1


" Clarissa bertahanlah sebentar setelah ini kita sampai rumah sakit  "  ucap Marquez , terlihat jelas saat ini ia begitu panik mendengar wanita yang tengah berada di sampingnya berteriak dan menangis kesakitan . tubuh Marquez begitu gemetar karna baru kali ini ia melihat orang kesakitan karna hendak melahirkan .


pikirannya masih bertanaya - tanya kenapa ia harus menolong adik dari seseorang yang telah membunuh ayahnya?  ia memperhatikan wajah Clarissa .


" aku manusia bukan seekor binatang seperti kakaknya  " gumam Marquez dalam hati , ia menambah laju kecepatan mobilnya .


dan setibanya di rumah sakit  Marquez membawa Clarissa masuk dan ia  langsung  di tangani oleh dokter .


" Tuan , apa anda tidak ingin menemani istri anda di dalam ? " tanya okter .


'


" dia , dia bukan .. saya tunggu disini saja dok " ucap Marquez dengan sedikit bingung menjawabnya  .


Dokter pun mengiyakan dan masuk ke dalam ruangan untuk membantu  proses persalinan .


kedua telinga Marquez begitu tersiksa mendengar suara Clarissa yang merasa kesakitan dari dalam . tak lama kemudian  seorang perawat keluar dari ruang bersalin itu dan menghampiri Marquez .


" tuan sebaiknya anda menemani istri anda di dalam " ucap perawat tersebut . Marquez sebenarnya enggan untuk mengiyakan permintaan perawat tersebut , karna Clarissa bukanlah siapa - siapanya saat ini . namun entah apa yang membuat hatinya tak tega hingga ia mengiyakan permintaan  perawat tersebut dan masuk untuk menemani Clarissa dalam proses persalinan tersbut . ia melihat wanita yang pernah ia peralat kini tengah bertaruh nyawa untuk anak yang tak ia sadari bahwa anak yang tengah di pertaruhkan nyawa oleh Clarissa itu ialah anaknya .


" Mar-quez " teriak Clarissa dengan menyodorkan tangannya , ia begitu berharap marquez berada di sisinya . lagi - lagi Marquez berjalan gemetar dan memgang erat tangan Clarissa . hati Marquez begitu tersiksa entah apa yang membuatnya seakan terenyuh dan tak tega melihat Clarissa , ia menggenggam tangan Clarissa dengan begitu erat mencoba menyalurkan energinya kedalam tubuh wanita itu . Clarissa masih berjuang mempertaruhkan nyawa demi anaknya , ia begitu semangat saat Marquez menggenggam tangannya , ia tak peduli meskipun laki laki yang menemaninya saat ini tak pernah mencintainya . Clarissa sungguh tak peduli akan hal itu . tubuh Marquez semakin gemetar .


" Clarissa .. kau pasti bisa " bisik Marquez lirih di telinga wanita itu . Marquez mencoba mengusap dahi Clarissa yang berkeringat .


" Ya Tuhan " gumam marquez  lirih seraya memejamkan matanya . tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi memecah ruangan tersebut . hingga membuat Marquez merinding saat mendengarnya . tubuh Clarissa kini melemas .


" Tuan , Nyonya selamat anak anda perempuan " ucap Dokter tersebut . Marquez sejenak memperhatikan wajah bayi yang masih berlumuran darah tersebut dengan mata yang berkaca - kaca  , Marquez menelan ludahnya begitu keras . rasanya ada sesuatu yang aneh dan perasaannya yang begitu mengganjal saat melihat bayi itu . rasanya Marquez tak kuasa berlama - lama di dalam ruangan tersebut , ia melepaskan tangan Clarisa dan berlalu keluar dari kamar persalinan tersebut .


Clarissa yang melemah memperhatikan Marquez dari belakang yang kini tengah berjalan meninggalkan dirinya  .


" Marquez " ucap Clarisa lirih seraya memejamkan matanya hingga buliran buliran cairan terlepas di kedua matanya .

__ADS_1


Marquez keluar ddan mendudukan tubuhnya di kursi ruang tunggu dengan perasaan tak menentu dan meletakan kedua tangannya diatas kepala .


" kenapa dengan diriku ini ? " gumam Marquez , ia terlihat begitu resah . kemudian terdengar suara langkah kaki yang begitu nyaring di telinganya . Marquez pun menoleh dan suara tersebut berasal dari suara sepatu heels milik  Hanna yang terlihat berjalan cepat hendak menghampirinya .


" Marquez bagaimana ? " tanya Hanna dengan panik .


" dia sudah melahirkan , bayinya perempuan " saut Marquez ,


" Syukurlah " saut Hanna ia bernafas lega  seraya mendudukan tubuhnya di samping Marquez .


" bagaimana apa kau sudah memberitau suaminya Clarissa ?" tanya Marquez


" Clarissa ? " tanya Hanna dengan menyipitkan kedua matanya .


" Ehm ,  maksudku Clay , suaminya nona Clay " ucap Marquez .


" Aku sudah menanyakan kepada teman teman Clay tapi mereka tidak tau , dan sebagian temannya juga ada yang mengatakan Clarissa belum menikah karna saat bekerja disitu Clay sudah dalam kondisi hamil " ucap Hanna . kedua mata dan telinga Marquez begitu terkesiap saat mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Hanna


 


.


.


.


.


.


 jangan lupa tekan like terimakasih

__ADS_1


 


 


__ADS_2