
Clarissa masih memeluk tubuh marquez yang masih telanjang dada , ia menenggelamkan wajahnya di atas dada yang masih sedikit basah karna sesuai mandi .
Namun marquez hanya diam saja tanpa membalas pelukan clarissa .
Tiba tiba tangan marquez dengan kasar menjauhkan tubu clarissa hingga ia hampir terjatuh .
" marquez kenapa kau mendorongku ? " tanya clarissa
" karna aku sangat membencimu ! " teriak marquez
" apa maksudmu berbicara seperti itu ? " tanya clarissa dengan mata yang berkaca kaca . Langkah kaki marquez mendekati clarissa
Tangannya mencengkram bahu clarissa dengan begitu erat .
" clarissa , kenapa kau ini sungguh bodoh ! Mana mungkin aku menyukai wanita sepertimu , pergilah dari sini sebelum aku berbuat kasar kepadamu " seru marquez , ia mendoefong kembali tubuh clarissa hingga tersungkur dilantai
" marquez apa yang kau katakan ? Bukannya kau sendiri yang menyuruhku kemari ? kau sudah berjanji kan akan menikahiku " tanya clarissa , air matanya memecah , ia nencoba menyeka air matanya dan beranjak berdiri .
" clarissa .. Mana mungkin aku menikahi adik dari seorang perempuan yang telah membunuh ayahku ? " teriak marquez
" marquez " ucap clarissa dengan menepis air matanya
__ADS_1
" cepat pergi darisini ! aku tidak ingin melihatmu " teriak marquez dengan geram
" kenapa kau tega berbuat seperti ini kepadaku , apa salahku kepadamu ? " tanya clarissa dengan menangis marquez mendekat dan mengangkat dagu clarissa
" kau tidak salah ! tapi yang salah adalah kakakmu , jadi orang yang pantas kau salahkan adalah kakakmu , karna dia telah membunuh ayahku " teriak marquez dengan geram dan menghentakan dagu clarissa dengan kasar . Clarissa tak bergemming mendengar kata kata marquez , hatinya benar benar begitu terluka .
" baiklah aku akan pergi , aku minta maaf atas kesalahan yang kakakku lakukan " ucap clarissa ia mengisak , dan berlari keluar dari kamar marquez , albert yang kala itu duduk diatas sofa depan pun melihat clarissa yang tengah menangis , albert mencoba menegurnya
" nona kau mau kemana ? " tanya albert , namun clarissa tak menggubrisnya , ia malah berlari dengan begitu cepat . Albert mencoba mengikuti langkah kaki clarissa namun percuma .
Ia kembali ke kamar marquez .
" biarkan saja dia pergi ! Aku sangat membencinya ! Karna kakak dia telah membunuh ayahku " seru marquez
" marquez .. Aku tau kau membenci kakaknya tapi tidak seharusnya kau juga membenci dia ! " tutur marquez .
" kau ini tau apa ? Lebih baik kau tidak usah terlalu ikut campur ! " ujar marquez sembari mengerutkan dahinya
" marquez , aku bukan terlalu ikut campur masalahmu . Kalau kau dari awal tidak ingin menemuinya lalu kenapa kau menyuruhku untuk mengajaknya kemari ? ini cambridge bukan london , apa kau akan membiarkan dia pergi di kota asing sendirian ? " tanya albert . Marquez terdiam sejenak mencerna kata kata albert , ia mengambil baju dan memakainya dengan cepat
" ayo ikut aku mencarinya " ajak marquez dengan melangkahkan kakinya dengan cepat mendahului albert ,albert mengiyakannya dan mengikuti langkah marquez dengan cepat .
__ADS_1
Marvin yang melihat marquez dan albert pun menegurnya .
" kakak .. Albert .. Kau mau kemana ? " tegur marvin , namun mereka berdua tak menggubris pertanyaan marvin .
Marquez dan albert mengendarai mobil miliknya dan melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi .
" turunkan kecepatannya , mungkin dia belum jauh dari sini " pinta albert , marquez pun mengiyakannya , ia menurunkan laju cepat mobilnya .
Sementara clarissa berjalan cepat sambil mengusap air mata yang menderas membanjiri wajahnya .
Ia begitu kebingungan harus kemana , ia tak membawa uang sepeser pun . Ia berjalan menuju perkampungan dan tak lama kemudian ia menemukan sebuah pasar , ia mengeluarkan kalung dari lehernya . Ia berhenti di depan toko emas . Dengan raut wajah yang kebingungan .
" aku harus bagaimana ? apa aku harus menjual kalung peninggalan ibu ? " gumam clarissa dalam hati
" tidak . Ini peninggalan ibu satu satunya aku tidak boleh menjualnya ! " ia bergumam kembali dan memasukan kalung tersebut kedalam leher hingga tak terlihat dan tertutup oleh bajunya . Ia berjalan kembali menuju ke jalan raya dengan tertatih tatih .
" kakak .. Clarissa ingin pulang " gumam clarissa , air matanya meleleh kembali . Saat di jalan raya tiba tiba kepala clarissa begitu berat . Ia menelan ludah ditenggorakannya dengan begitu keras . Clarissa mencoba mengatur nafasnya dan menepi untuk memegang pohon yang ada di sekitarnya .
Brukkk
Tubuh clarissa ambruk sebelum memegang pohon . Ia langsung tergeletak tak sadarkan diri di tepi jalan raya
__ADS_1