Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Penderitaan ~ Amoera


__ADS_3

Sopir truck tersebut langsung turun menghampiri amoera



" Nona kenapa kau berdiri di jalan raya seperti ini , ini sangat bahaya " teriak sopir itu , amoera langsung membuka matanya



" kenapa kau berhenti pak ? Cepat tabrak saya " teriak amoera dengan air yang menderas jatuh dari kedua matanya



" nona apa kau ini sudah gila ? " teriak sopir tersebut



" pak tolong tabrak saya pak saya mohon .. Saya mohon .. " pinta amoera kembali ia bersimpuh didepan sopir tersebut dan mengatupkan kedua tangannya ,albert langsung menghampiri amoera dan memeluknya



" tuan apa dia kekasihmu ? Tolong bawa dia pergi dia menghalangi jalanku " kata sopir itu , albert pun mengajak amoera menepi ketempat yang lebih aman .



" amoera apa kau tidak apa apa ? " tanya albert khawatir



" lepaskan !! Kau sama saja dengan tuan marvin aku sangat membenci kalian semua , aku ingin mati biarkan aku mati aku lelah hidup seperti ini " teriak amoera menangis


__ADS_1


" amoera tenanglah " bujuk albert sembari memeluknya , namun amoera meronta ronta



" saya mohon tuan biarkan saya mati " kata amoera ia bersimpuh di lutut albert sembari terisak isak , albert pun mencoba membangunkannya ia mencoba mengajak amoera duduk di batu besar yang kala itu ada didekatnya



" amoera kenapa kau bilang seperti ini ? Aku akan membantu melepaskanmu dari marvin " ucap albert



" saya sudah tidak punya kehidupan tuan jadi untuk apa saya hidup lagi saya sungguh lelah " saut amoera lirih sembari menepis air mata yang membasahi matanya kala itu



Tak lama kemudian marvin melihat amoera sudah bersama albert , ia langsung turun dari mobilnya dan bergegas menghampiri albert dan amoera , dengan kepala yang seolah terbakar api tanpa berkata ia langsung mencekik leher amoera.




" marvin cukuppppppp , lepaskan tanganmu " teriak albert , menyingkirkan tangan marvin dengan kasar dari leher amoera



" albert ini bukan urusanmu " ucap marvin dengan geram



" jelas ini urusanku !! jika kau berani mencoba melukai amoera kau akan berhadapan denganku " teriak albert , kedua sahabat itu beradu amarah satu sama lain

__ADS_1



" Alberttttttttttt " teriak marvin seakan urat nadinya mencuat , ia mendorong keras tubuh albert.


Namun tiba tiba amoera terjatuh tergeletak ke tanah , albert langsung berdiri mengangkat tubuh amoera , ia menepuk nepuk pipi amoera dengan pelan berharap amoera sadar.


Kemudian marvin dan albert membawanya kembali ke rumah sakit dan dokter langsung menanganinya


Marvin dan albert menunggu di depan ruang rawat



" marvin .. Apa kau tau amoera hampir bunuh diri ? Dia menabrakan dirinya di jalan raya! Kau ini manusia macam apa ? Dia begitu menderita tapi kau masih saja menyiksanya , kenapa kau tidak bisa melihat begita dalam penderitaan dimatanya " ujar albert , marvin terkejut mendengarnya



" kau tak sepantasnya menyiksa dia , aku mohon bebaskan dan lepaskan dia . " sambung albert mengatupkan kedua tangannya , marvin pun tertegun sesaat . ia berpikiran sama dengan sahabatnya tersebut ia begitu melihat penderitaan amoera namun disisi lain rasa amarah atas kematian ayahnya tak bisa ia padamkan



" baiklah aku tidak akan menyiksanya lagi secara fisik , tapi bukan berarti aku membebaskannya " saut marvin sembari membuang mukanya



" aku akan membebaskannya jika aku sudah menemukan keberadaan kakakku " sambung marvin



" aku pasti akan membantumu untuk menemukan marquez " tutur albert dengan lega seraya memegang bahu marvin , namun marvin menepis tangannya karna masih geram melihat albert yang terlalu ikut campur urusannya


__ADS_1



__ADS_2