
Kedua mata Marvin terjaga malam itu,
ia sama sekali tidak memejamkan matanya, memandangi wanita yang terlelap tidur di dalam dekapannya saat itu. lagi - lagi, pikiran dan hatinya merasa begitu kacau saat berada di dekat Amoera, namun dirinya tidak tau pasti, kenapa bisa sekacau ini.
Marvin mengangkat wajah Amoera dan memperhatikan dengan seksama wajah itu, ia membelainya perlahan dengan punggung telapak tangannya. ia mengusap lembut bibir tipis itu rasanya Marvin ingin sekali mencium dan melumatnya. namun, saat ia mendekatkan bibirnya dengan bibir Amoera, ia mengurungkannya.
ia tidak ingin wanita yang ada di hadapannya saat ini semakin membencinya, cukup waktu itu saja, cukup 2 kesalahan itu saja yang ia perbuat, Marvin mengingat kembali bagaimana dirinya menyiksa Amoera bahkan melihat wanita malang itu seringkali terluka karenanya, Marvin mendesis ngilu. ia benar - benar merasa menyesal. Marvin kembali mengeratkan pelukannya dan mencium kening Amoera.
lagi - lagi rasa nyaman itu selalu hadir saat dirinya mengeratkan pelukan itu. rasanya Marvin ingin selalu seperti ini, mendekap erat tubuh Amoera.
"Aku berjanji, tidak akan menyakitimu lagi," gumam Marvin lirih.
***
Keesokan paginya Marvin dan Amoera terlihat sudah bangun. Dan mereka berdua sarapan bersama di meja makan, Saat di tengah sibuknya sarapan, dering telepon memecah suasana rumah,
Bi Lian pun segera menuju ke ruang depan untuk mengangkat panggilan telpon itu, tak lama kemudian Bi Lian menghampiri Marvin dan juga Amoera.
"Tuan Marvin, ada telepon dari Nona Elsa." Bi Lian memberitaukan kepada Marvin yang saat ini sedang makan. Ia sejenak melihat Amoera dan beradu pandang, Amoera memalingkan pandangannya dan kembali melanjutkan sarapannya seolah tak memperdulikan akan hal itu.
Marvin beranjak dari duduknya dan pergi ke ruang depan untuk mengangkat telepon itu.
"Hallo, Kak Marvin." Elsa menyapa dari balik telepon itu.
"Ada apa? Aku kan sudah bilang, aku sedang bekerja jangan menelpon di nomor ini, "seru Marvin.
"Lalu aku harus menghubungi mu kemana? Kamu kenapa jadi marah-marah?" tanya Elsa.
"Maaf, ada apa menelpon?" tanya Marvin.
"Kenapa kau semalam tidak pulang lagi?" tanya Elsa.
"Aku sedang bekerja." Marvin berbohong kembali.
__ADS_1
"Cepat pulang-lah, sakit Alice kambuh lagi." saat Marvin hendak berbicara, Elsa sudah mengakhiri panggilan teleponnya.
"Alice," gumam Marvin. ia masuk kedalam kamar Amoera untuk mengambil kunci mobil, dan saat keluar dari kamar itu. ia berpapasan dengan Amoera. hingga membuat kedua mata mereka beradu pandang sejenak.
"Aku pulang dulu." Marvin berkata pelan.
"Apa kau tidak apa - apa, jika aku tinggal?" tanya Marvin.
"Aku sudah terbiasa sendiri, pergilah." Amoera berlalu melewati Marvin. ia menuju ke arah laci kecil untuk mencari sesuatu dan Marvin dengan posisi semula memperhatikannya dari pintu kamar itu, Marvin menghela nafas dan berlalu meninggalkan Amoera.
saat Amoera merasa Marvin sudah pergi, ia menghentikan aktivitasnya. seketika itu, saat Amoera mendengar suara mesin mobil yang baru saja di nyalakan oleh Marvin, ia berjalan mendekati jendela dan sedikit menyingkap tirai jendela tersebut, terlihat jelas dari balik jendela itu. bahwa Marvin memundurkan mobilnya untuk keluar dari halaman rumah dan pergi meninggalkan rumah itu. Amoera menutup kembali tirainya dan ia duduk melemas di tepi tempat tidur dengan menatap ke sembarang arah dengan tatapan kosong.
***
Setibanya dirumah,
Marvin turun dari mobil dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamar Alice. disana Alice terlihat sedang beristirahat di temani dengan Elsa.
"Alice, apa kamu baik - baik saja sayang?" tanya Marvin dengan khawatir.
"Elsa, katamu tadi--"
"Semalam kondisi Alice memang memburuk tapi baru saja membaik," tutur Elsa.
"Alice hanya pusing saja, tidak perlu di khawatirkan," kata Alice dengan ucapan yang sinis, karna masalah antara Marquez dan Hanna, Alice juga ikut kesal kepada Marvin, mengingat kedua kakaknya sudah menyakiti seorang wanita. bukankah dirinya juga wanita? Alice sungguh kesal akan hal itu.
"Kau pasti lelah bekerja?" tanya Elsa dengan mengusap keringat yang membasahi dahi Marvin. Marvin hanya mengangguk. Alice melirik ke arah Marvin dan Elsa dengan begitu kesal.
"Kau kembali-lah ke kamar, biar aku yang disini bersama Alice," perintah Marvin.
"Tapi sayang--"
"Elsa, ku mohon beristirahat-lah, kau tampak kurang tidur," kata Marvin dengan menyibakan rambut yang menutupi dahi Elsa kala itu.
"(Menghela napas) baiklah, aku akan kembali ke kamarku," kata Elsa seraya menicum pipi Marvin dan berlalu keluar dari kamar itu.
__ADS_1
"Apa kakak semalam dari Amoera?" tanya Alice, ia melirikan kedua matanya dengan sangat tajam.
"Alice, jangan pelankan suaramu." Seketika itu, Marvin membungkam mulut Alice dengan tangannya, agar, tidak bicara sembarangan tentang Amoera di rumah, karna takut seseorang akan mendengarnya. Marvin beranjak berdiri dan menutup pintu kamar itu rapat - rapat.
"Iya, semalam kakak dari tempat Amoera."
"Sampai kapan kakak akan seperti ini? menyembunyikan kebenaran ini semua dari Elsa, sampai kapan?" tanya Alice dengan menahan emosinya.
"Entahlah." Marvin dengan melemaskan tubuhnya duduk di samping adiknya tersebut.
"Kakak sudah berbuat kejam kepada Amoera," seru Alice.
"Kakak sudah berjanji tidak akan menyakiti Amoera lagi, dan Kakak akan menebus semua kesalahan kakak," tutur Marvin.
"Menebus kesalahan kakak dengan cara apa? dengan cara kakak mengambil dan merawat anak yang akan Amoera lahirkan, bersama Elsa? lalu, kakak akan meninggalkanya dan memisahkannya dari anaknya, iya?" teriak Alice dengan mata yang memerah dan berkaca - kaca.
"Alice, Kakak tidak bisa menikahi Amoera ... " Marvin setengah berteriak.
"Kenapa, Kak. karna Elsa?" teriak Alice dengan geram.
"Iya, karna Elsa. karna kakak sudah berjanji kepada mendiang Ibunya akan menikahi dan menjaga Elsa," saut Marvin dengan penuh penekanan.
"Kakak tidak bisa ingkar akan itu," imbuh Marvin pelan dengan begitu frustasi.
"Lalu bagaimana dengan Amoera?" teriak Alice, air matanya memecah hingga membasahi seluruh wajahnya.
.
.
.
.
.
hai semuanya maaf banget ya , aku slow update karna aku sekarang lagi sibuk revisi novel MIH season 1 yang insya allah bakal di bukukan, jadi untuk bulan ini mohon maaf banget aku bakal jarang update AMOERA dan MY GEEKY WIFE karna sibuk benerin novel MIH 1. seenggaknya sampai tanggal 15 november, dan setelah itu aku bakal update rutin. karna aku ngga mau ngawur buat nulis alur ceritanya. maaf banget ya temen - temen.
__ADS_1