
clarissa masih tak sadarkan diri , ia tiba tiba sudah berada di sebuah rumah yang terbilang sederhana ,
Tak lama kemudian Matanya mengerjab dan terbuka perlahan lahan .
" kau sudah sadar nak ? " suara nenek tua mengejutkan clarissa . Clarissa pun mencoba menguatkan tubuhnya untuk beranjak duduk .
" saya dimana ? " tanya clarissa lirih
" kau sedang dirumahku nak .. Tadi saat nenek dari pasar , nenek melihatmu tidak sadarkan diri di tepi jalan . Nenek meminta bantuan orang lain agar membawamu kemari " kata nenek , nenek itu bernama nenek tiny ia hanya hidup sebatang kara didunia ini , ia sudab tidak memiliki siapapun ,suami dan anaknya meninggal saat terkena bencana alam .
" terimakasih banyak nek sudah mau menolong saya " ucap clarissa seraya memegang tangan nenek tiny
" namamu siapa ? Dan sepertinya kau bukan berasal dari kota cambridge ? " tanya nenek tiny
" saya clarisaa nek .. Saya berasal dari london , saya kemari hendak menemui seseorang , tapi saya tidak menemukannya .. Saya bingung harus kemana saya mau pulang tapi saya tidak membawa uang sepeser pun " ucap clarissa dengan bersedih
" untuk sementara . Kau tinggalah disini bersama nenek karna kau sepertinya sedang hamil " ucap nenek tiny . Clarissa pun terkejut saat nenek tiny tau bahwa dirinya sedang hamil , sebelum menemui marquez clarissa sudah tau bahwa dirinya tengah hamil anak marquez . Ia berencana akan memberi tau marquez saat bertemu dengannya , namun kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang clarissa harapkan
" bagaimana nenek bisaa tau kalau saya sedang hamil ? " tanya clarissa dengan heran .
" nenek dulu seorang bidan nak , jadi nenek tau ! Lalu dimana suamimu nak ? " tanya nenek tiny kembali , clarisaa terdiam sejenak air matanya memecah . Ia menceritakan semuanya kepada nenek tiny . Namun nenek tiny mencoba menenangkan clarissa dan menyuruhnya untuk tinggal bersamanya .
Di rumah
Ketika marvin melihat marquez dan albert pergi , ia memiliki kesempatan untuk pergi ke kamar amoera ia berpikir saat itu ialah waktu yang tepat untuk membawa amoera pergi jauh dari keluarganya , ia membuka pintu kamar tersebut dan menutupnya kembali . Kala itu amoera sedang menyisir rambut didepan cermin , ia begitu terkejut melihat marvin masuk kembali kedalam kamarnya.
" mau apa kau kemari lagi ? Pergiiiii darisini " teriak amoera dengan geram
" ayo ikut aku pergi ! Aku akan mengantarmu kembali ke tempat asalmu " pinta marvin .
" aku tidak mau ! Aku bisa pergi sendiri darisini .. kau jangan coba coba membodohiku , kau pasti ingin melecehkanku kembali " teriak amoera
__ADS_1
" pergi dari siniiiiii " teriak amoera kembali ,ia ketakutan dan berjalan mundur menjauhi marvin , namun marvin mendekat dan mengapit kedua pipi amoera .
" jangan berteriakkkk ! dengar aku baik baik ! waktu itu aku tidak sadar dan aku mabuk berat! kalau pun aku sadar , aku juga tidak sudi melakukannya denganmu ! Aku hanya ingin kau pergi menjauh dari keluargaku , aku tidak ingin melihatmu disini , cepat ikut aku pergi " teriak marvin, ia menarik tangan amoera dengan begitu kasar namun saat marvin melangkahkan kakinya menarik tangan amoera .
Ceklek (tiba tiba pintu kamar amoera terbuka ternyata alice yang membuka pintu kamar tersebut )
" kakak .. Kau mau apakan amoera " teriak alice , ia menghempaskan tangan marvin dari tangan amoera .
" apa kakak mau menyiksanya lagi ? Kakak sudah tau jika amoera bukan pembunuh Ayah kan ? Kenapa kakak mau menyiksanya lagi ? Alice tidak akan membiarkan kakak menyiksa amoera " seru alice dengan melentangkan tangannya di depan tubuh amoera .
" alice .. Kau ini bicara apa ? Kakak tidak berniat menyiksanya , kakak kemari hanya untuk meminta maaf coba saja kau tanyakan kepadanya " tutur marvin
" iya kan amoera ? " tanya marvin , ia menatap amoera dengan tajam agar amoera mengiyakan perkataannya ,
" amoera .. Apa benar yang dikatakan kakakku ? " tanya alice .
" ehmm , eh i..iyaaa nona alice " ucap amoera , ia masih terlihat ketakutan .
" kakak keluarlah dari sini , jangan pernah mengganggu amoera . Atau kakak akan berurusan dengan kak marquez " teriak alice kepada marvin . Marvin pun tak menggubris perkataan alice , ia berlalu meninggalkan kamar amoera , marvin bukan takut akan ancaman alice . Ia hanya tidak ingin berdebat dengan adik kesayangannya satu satunya itu .
" tidak nona alice ! Aku baik baik saja . Kakakmu tidak melukaiku " tutur amoera , ia masih menyembunyikan rasa takutnya terhadap marvin .
" nona alice kenapa kau kemari ? " tanya amoera ,
" aku ingin mengajakmu jalan jalan " pinta alice dengan begitu riang .
" nona alice maaf ! Bukannya aku tidak mau , tapi kau sedang sakit " tutur amoera , ia menarik tangan alice dan mengajaknya duduk di tempat tidur .
" amoera .. Aku baik baik saja , kenapa kau meremehkanku seolah aku selemah itu itu " tanya alice sedikit kesal
" nona alice aku bukan meremehkanmu . Tapi kau sedang sakit , aku takut kau kenapa kenapa tolong mengertilah " ucap amoera ia mencoba membuat alice mengerti .
__ADS_1
" baiklah .. Kalau begitu kita duduk di depan pekarangan rumah saja " ajak alice dengan bersemangat , amoera pun mengiyakannya .
Mereka berdua duduk di depan pekarangan rumah , mereka berbincang bincang sembari bersenda gurau . Wajah alice tampak begitu riang saat bersama amoera . Sepertinya kehadiran amoera memperbaik suasana hati alice .
Marvin masih begitu bingung didalam kamarnya .
" aku harus menjauhkan amoera dari sini sebelum elsa tau yang sebenarnya , jika elsa tau bahwa aku pernah melecehkan amoera , dia pasti akan membenci dan meninggalkanku . Aku tidak mau itu terjadi " gumam marvin , tiba tiba elsa datang menghampiri marvin di kamarnya .
" sayang .. Kenapa rumah ini sangat sepi ? Kemana semua orang ? Tanya elsa dengan menyandarkan kepalanya di bahu marvin
" kak marquez dan albert sedang pergi , bi yonna sedang ke pasar , alice sepertinya bersama amoera di dalam kamarnya " ucap albert
" kak albert sudah disini ? " tanya elsa
" iya .. Tapi entahlah dia pergi kemana dengan kak marquez " ujar marvin
" sayang .. Kenapa wanita yang bernama amoera itu masih tinggal disini ? " tanya elsa dengan penasaran ,
" dia hanya sementara tinggal disini , nanti dia juga akan pergi " kata marvin meyakinkan elsa. Seraya memeluk tubuh kekasihnya itu
.
.
.
saya sudah mengusahakan up setiap hari
tetapi
mohon maaf akhir akhir ini up sangat lama karna harus menunggu review dari pihak mangatoon . dan pihak mangatoon review terkadanga tengah malam atau satuhari setelahnya .
__ADS_1
dan untuk crazy up mohon maaf untuk sementara belum bisa . tapi jika ada luang saya usahakan , tolong jika sudah membaca bantu tekan like
terimakasih ^_^