Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Tak percaya ~ Amoera


__ADS_3


Amoera sedang tidur , waktu menunjukan pukul 00.45 am , dirinya tiba tiba terbangun dengan keringat yang membasahi tubuhnya sepertinya amoera sedang mimpi buruk


Tenggorokannya terasa kering ia merasa kehausan namun di kamarnya tidak ada sedikitpun air , amoera mencoba keluar dari kamarnya untuk pergi ke dapur mengambil air , ia menuang air kedalam gelas dan


Saat ia meneguk air tiba tiba ada marvin , ia mendorong amoera dari belakang hingga gelas yang amoera pegang pecah , ia pun tersungkur tangannya mengenai serpihan gelas tersebut



" Arghhh " teriak amoera kesakitan , telapak tangannya berdarah seketika. Marvin berjongkok mendekati amoera , ia memegang keras dagu amoera



" kau sudah terlalu lancang sekarang ! Kau disini bukan untuk bersenang senang nona " teriak marvin dengan penuh amarah , ia menarik kedua tangan amoera kebelakang punggungnya hingga amoera merasa kesakitan



" tuan lepaskan .. Tangan saya sakit " ucap amoera lirih , ia pun menangis



" menangis dan memohonlah kepadaku " bisik marvin lirih ia semakin keras mencengkram kedua tangan amoera


Marvin menarik tangan amoera dan menyeretnya ke belakang rumah , ia menceburkan amoera kedalam kolam renang dengan keras ia mendekati amoera dan menarik rambutnya



" jangan pernah keluar dari kolam renang ini , sebelum aku menyuruhmu " teriak marvin ia pun memasukan kepala amoera kedalam air hingga ia kesulitan bernafas marvin menariknya kembali dan melakukannya berulang kali



" tuan ku mohon lepaskan saya " pinta amoera dengan lirih , amoera hanya bisa menangis



Marvin pun beranjak, ia duduk di kursi yang ada di dekat kolam tersebut , dirinya mengawasi amoera ya tengah berdiri kedinginan didalam kolam renang sembari meneguk anggur yang sudah disiapkan oleh penjaganya



" ayah tolong amoera " gumam amoera dalam hati. Air matanya menetes berbaur menjadi satu dengan air yang ada di dalam kolam itu , kurang lebih 2 jam amoera berdiri dan menangis dengan kedua tangan mendekap erat tubuhnya , tubuhnya menggigil kedinginan dan terlihat membiru , sementara mata marvin masih tetap mengawasinya dengan wajah yang seakan kurang puas menyiksa amoera ,


Tiba tiba tubuh amoera sempoyongan ia terjatuh dan tenggelam dalam kolam tersebut


__ADS_1


" ayah tolong amoera " gumamnya lirih



Paginya amoera terbangun dan sudah berada ditempat tidur , tubuhnya begitu melemah seakan tak bertenaga untuk duduk , wajahnya terlihat pucat dan suhu badannya sangat panas , bi yona pun datang membawa makanan untuk amoera , ia terlihat berat hati menyuruh amoera untuk makan


Amoera terkejut bahwa yang dibawakan oleh bi yona adalah makanan basi yang sudah berhari hari



" amoera maafkan bibi " ucap bi yona bersedih , sepertinya memang marvin yang menyuruh bi yona memberikan makanan basi untuk amoera


Tiba tiba marvin datang , ia menyuruh bi yona pergi . Bi yona pun mengiyakannya



" kau sudah bangun ? " tanya marvin seraya menarik rambut amoera



" cepat makan ini " pinta marvin menyodorkan makanan basi tersebut



mendengar penolakan amoera , marvin langsung memasukan makanan basi tersebut kedalam mulut amoera dengan kasar


Amoera pun langsung memuntahkannya



" beraninya kau " teriak marvin dengan geram lalu tiba tiba seorang penjaga menghampiri marvin Dan amoera



" tuan marvin .. Tuan albert ingin menemuimu " kata penjaga itu



" suruh. Dia kemari " saut marvin



Tak lama setelah itu albert pun masuk , ia terkejut melihat kondisi amoera yang begitu memprihatinkan


__ADS_1


" ada apa kau kemari , kalau kau kemari hanya untuk ikut campur urusanku lebih baik pergilah ? " pinta marvin



" marvin kau sahabatku , jadi aku akan mengingatkanmu mana yang benar dan mana yang salah " tutur albert , namun marvin tak menggubris ia berlalu keluar meninggalkan amoera dan albert


Albert pun mendekati amoera


Dengan penuh rasa ibah ia memperhatikan amoera yang sedang menunduk dan menangis



" amoera apa kau baik baik saja ? " tanya albert , amoera pun mengangguk



" tanganmu terluka. kemarikan akan ku obati " pinta albert ia melihat kotak obat di samping tempat tidur , amoera menyodorkan tangannya , albert mengobati luka yang ada di tangan amoera karna terkena serpihan gelas semalam , ia masih menangis dan menundukan wajah cantiknya



" aku yakin kau bukan seorang pembunuh " ucap albert



" tapi saya memang pembunuh " saut amoera , albert pun menaikan dagu amoera dengan lembut



" tatap mataku dan katakan jika memang kau yang membunuh paman louis " ucap albert lirih sembari menatap kedua mata amoera yang sayup karna menyimpan begitu banyak kesedihan.


Namun amoera langsung mengalihkan pandangannya



" tuan ku mohon pergilah dari sini , aku tidak ingin karna diriku kau dan tuan marvin bertengkar , ku mohon pergilah , jangan menambah masalah untukku " pinta amoera mengatupkan kedua tangannya , albert pun mengiyakannya dengan berat hati dirinya meninggalkan amoera , dan matanya tak lepas memandangi amoera






__ADS_1


__ADS_2