
Amoera keluar dari kamarnya bersama marvin dan menuju ke ruang tamu. Dilihatnya seorang perempuan yang tak asing di kedua matanya tengah duduk dengan mengenakan mantel tebal dan pandangan menatap ke arah luar jendela.
" alice " panggil amoera. Alice pun menoleh.
" amoera " sapa alice. Ia pun beranjak dari duduknya dan menghampiri amoera.
" amoera " panggil alice seraya memeluk erat tubuh amoera, amoera pun membalas pelukan alice.
" kau kemari? " tanya amoera.
" amoera aku sangat merindukanmu, aku tidak punya teman dirumah , aku sangat kesepian " ucap alice
" aku juga sangat merindukanmu sayang " ucap amoera. Ia terlihat begitu bahagia saat melihat alice. Begitu juga alice raut wajahnya benar benar menyiratkan kebahagiaan.
Tiba tiba alice melepaskan pelukannya terhadap amoera karna ia merasa ada sesuatu yang mengganjal. Kini kedua mata alice memusat ke arah perut amoera .
" amoera.. Kau? " ucap alice terkejut .
Amoera melirik ke arah marvin.
" kau hamil? " tanya alice. namun Amoera membungkam. Alice melihat ke arah Marvin dan melangkahkan kaki mendekati kakaknya tersebut.
" kakak.. Kau tidak melakukan nya kan? " tanya alice , Marvin hanya terdiam .
" kakak jawab alice! kakak tidak menghamili amoera kan? " teriak alice.
" kakak Kenapa kau diam saja? Jawab alice! " teriak alice semakin keras ia juga menggoyang goyangkan tubuh kakaknya berharap kakaknya berbicara.
" iya benar .. Kakak yang menghamili Amoera " teriak marvin , kedua mata Alice membulat seakan tak percaya.
" kakak .. Kenapa kau tega melakukannya? " teriak alice.
" ini sebuah kecelakaan " ucap Marvin.
" kecelakaan kakak bilang? Kau menyiksa amoera berkali kali atas kesalahan yang sama sekali tidak Amoera lakukan dan kau sekarang menghamilinya, dimana hati dan otak kakak? " teriak Alice.
" Alice sudah.. " saut Amoera
" Amoera diamlah " ucap alice
" kakak harus tanggung jawab kakak harus menikahi Amoera " teriak Alice
" kakak tidak bisa " ucap Marvin . Saat kata kata itu keluar dari mulut Marvin tiba tiba air mata Amoera terjatuh, entah apa yang membuat dirinya merasa sebegitu terlukanya.
__ADS_1
" kakak harus menikahinya " teriak Alice seraya mendorong keras tubuh Marvin.
" kakak tidak bisa menikahi dia " teriak Marvin semakin keras.
" kenapa? Apa karna Elsa ? " tanya Alice
" Alice sudah.. Ayo ke kamarku " ajak amoera seraya menarik tangan Alice, namun ia menepisnya.
" kenapa kakak diam ? Aku akan mengadukan semuanya kepada kak Marquez " seru Alice.
" Alice , kakak mohon jangan memberi tau siapapun masalah ini " pinta Marvin
" kalau begitu kakak harus menikahi Amoera! " teriak Alice.
" Alice.. Kakak sudah berapa kali bilang kakak tidak bisa menikahi Amoera " ucap Marvin.
" Alice, aku mohon ayo ikut denganku ke dalam " Amoera menarik tangan Alice dengan paksa.
" Amoera " ucap alice
" Alice ku mohon! " pinta Amoera. Alice pun terpaksa mengiyakan dan mengikuti Amoera untuk pergi ke kamarnya.
Di kamar Alice memeluk Amoera dengan begitu erat. Air matanya berjatuhan membasahi wajahnya.
" Amoera maafkan kakakku " ucap Alice.
" aku berjanji akan membuat kakakku mau bertanggung jawab terhadapmu " ucap Alice
" Alice , aku dan kakakmu tidak bisa hidup bersama jadi ku mohon mengertilah. " saut Amoera
" Amoera aku tidak akan membiarkanmu menderita " ucap alice
" Alice.. Ku mohon jangan bahas ini lagi " sela Amoera. Alice pun mengiyakannya .
Tak lama kemudian Marvin menghampiri mereka berdua di dalam kamar Amoera.
" Alice , kakak ingin berbicara berdua denganmu " ucap Marvin
" Alice tidak mau! " seru Alice.
" Alice, bicaralah dengan kakakmu. Aku akan ke dapur membuatkanmu susu " ucap Amoera , ia pun berlalu meninggalkan Marvin dan Alicr berdua di dalam kamar.
Alice mengernyitkan dahi dan membuang wajahnya dengan begitu penuh kebencian.
__ADS_1
" Alice.. Dengarkan kakak baik baik! Kakak akan tanggung jawab kepada Amoera, tapi kakak harus menunggu waktu yang tepat " tutur Marvin. Alice pun terdiam
" Alice, kakak juga bingung kakak harus bagaimana . Ku mohon jangan memberitahu masalah ini dulu kepada siapapun " pinta Marvin.
" pokoknya kakak harus meninggalkan Elsa dan menikahi Amoera " seru Alice. Marvin menganggukan kepalanya, ia mencoba membohongi Alice karna Marvin tau Alice sangat keras kepala. Jadi ia mengiyakan apa yang dikatakan oleh adiknya supaya Alice tidak memberitau orang rumah tentang kehamilan Amoera.
" kakak janji kan? " tanya Alice
" iya sayang " saut Marvin. Ia pun langsung memeluk tubuh adiknya tersebut.
" Apa kau ingin pergi ke taman hiburan? " tanya Marvin
" bersama Amoera? " tanya Alice.
" tentu saja " saut Marvin.
" Baiklah aku mau " ucap Alice dengan tersenyum, Amoera datang dengan membawa satu gelas susu.
" Alice minumlah " pinta Amoera seraya menyodorkan susu tersebut. Dan Alice pun meminumnya hingga habis.
" Amoera bersiaplah, aku akan mengajakmu dan Alice untuk pergi ke Taman hiburan " ajak Marvin. Amoera pun mengiyakannya.
Mereka bertiga pun pergi mengendarai mobil ke taman hiburan yang letaknya tak jauh dari rumah yang di tempati oleh Amoera.
Selama dalam Mobil Alice tak berhenti bercerita apa saja yang ia lakukan selama 5 bulan ini tanpa Amoera. Sesekali mereka berdua tertawa bersama dan Marvin memperhatikan raut wajah adiknya dari balik kaca spion dengan begitu riang.
" sepertinya benar kata kak Marquez, Amoera sangat mempengaruhi kesehatan Alice, tapi bagaimana bisa apa yang istimewa di dalam diri wanita itu " gumam Marvin dengan kedua mata yang tak lepas memandang Amoera dari balik kaca spion mobilnya.
Setibanya di taman hiburan Alice dan Amoera bermain mesin boneka dan melihat sirkus . Mereka berdua begitu riang seolah tak memiliki beban dalam dirinya , Marvin juga berkali kali menepiskan senyumannya saat melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah mereka berdua .
" Amoera ayo kita bermain lempar bola " ajak Alice.
" Alice aku sangat lelah rasanya , kau mainlah sendiri ya? Aku akan duduk menunggu disitu " ucap Amoera seraya menunjuk sebuah bangku kosong.
" baiklah tunggu aku ya " ucap Alice, ia pun menuju ke tempat permainan lempar bola.
Amoera berjalan , ia mendudukan tubuhnya di bangku kosong tersebut dan tak lama kemudian Marvin menghampirinya dan ikut duduk bersana Amoera.
" minumlah " ucap marvin menyodorkan air mineral.
" terimakasih " saut Amoera.
Amoera memperhatikan Alice yang sedang bermain dari kejauhan. Tiba tiba perhatian Amoera Teralihkan ke arah orang penjual manisan. Ia menelan ludanya dengan begitu keras . Marvin pun memperhatikannya.
__ADS_1
" apa kau ingin makan itu? " tanya marvin
Amoera terdiam sejenak memandang Marvin kemudian ia menganggukan kepalanya tanpa bersuara.