
"Clay, tolong, kembalilah kepada Marquez," pinta Hanna dengan sesenggukan.
"Aku tidak bisa, Hanna. Marquez milikmu, aku tidak bisa! tidak seharusnya, aku bertemu denganmu dan merusak kebahagiaanmu, aku tidak bisa kembali kepadanya. biarkan aku hidup berdua dengan anakku," jawab Clarissa dengan terisak - isak.
"Ini sudah takdir, Tuhan mempertemukanmu kembali dengan Marquez dengan cara melaluiku, tolong kembalilah dengannya. setidaknya demi anakmu," tutur Hanna. Clarissa menggenggam erat tangan Hanna dan menggeleng - gelengkan kepalanya. ia benar - benar tidak bisa. bagaimana bisa dirinya hidup di atas penderitaan seorang wanita yang ia anggap baik selama ini?
tiba - tiba Hanna melepaskan tangan Clarissa. dan mengusap air matanya. lalu, ia keluar dari rumah itu.
"Hanna, kau mau ke mana?" tanya Clarissa. namun Hanna hanya diam saja dan masih melangkahkan kakinya keluar dari sana. Clarissa sejenak kembali ke kamarnya untuk meletakan anaknya ke dalam keranjang bayi, karna anaknya tiba - tiba tertidur. kemudian, Clarissa keluar dari kamarnya. dan saat ia hendak menyusul Hanna keluar dari pintu rumah. tiba - tiba ia melihat Hanna kembali dengan seorang laki - laki yang tak asing baginya. laki - laki itu tak lain ialah Marquez.
Kedua mata Clarissa yang sembab beradu pandang dengan Marquez. ia benar - benar bertanya - tanya akan keberadaan Marquez yang datang secara tiba - tiba di sana.
"Clarissa." Marquez menyapa wanita itu dengan begitu lembut.
"Kau sedang apa kemari lagi? tolong pergilah!" perintah Clarissa seraya mengalihkan pandangannya. rasanya, ia ingin sekali menangis. namun, Clarissa sekuat tenaga mencoba menahannya.
"Aku yang mengajak Marquez kemari," saut Hanna. namun Clarissa diam saja.
"Clay?" panggil Hanna.
"Tolong kalian pergilah dari sini, aku mohon!" perintah Clarissa.
"Clay, aku mohon kembalilah kepada Marquez. tolong maafkan dia," tutur Hanna.
"Aku sudah memafkannya, Han. tapi, aku tidak bisa bersamanya," ucap Clarissa dengan menatap ke sembarang arah.
"Clarissa, aku mohon maafkan aku! aku memang salah. aku mohon biarkan aku menebus kesalahanku. aku bersumpah aku akan mencintaimu dan anak kita, aku akan melindung kalian berdua," ujar Marquez dengan menahan air matanya. Hanna merasa terluka akan mendengar kata - kata Marquez. namun, mau bagaimana lagi? Clarissa yang lebih berhak atas laki - laki itu. lagi pula, Hanna sadar diri, cinta laki - laki yang ia cinta sudah berpindah kepada Clarissa.
"Aku tidak bisa, Marquez. kembalilah dengan Hanna. kalian sudah di takdirkan untuk bersama," tutur Clarissa. air matanya meleleh kembali. namun ia sesegera mungkin menepisnya.
"Aku sudah memiliki pilihan lain, aku tidak bisa melanjutkan hubunganku dengan Marquez. Clay, ku mohon." Hanna menimpalinya. ia menggenggam erat tangan Clarissa. tiba - tiba suara clackson mobil terdengar dari luar rumah, Hanna melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangannya.
"Clay, tolong selesaikan masalah kalian berdua. aku sangat berharap kau bisa memaafkan Marquez. aku harus pergi karna aku sudah hampir terlambat, aku akan kembali ke kota asalku," pamit Hanna.
"Aku akan mengantarmu," kata Marquez.
__ADS_1
"Tidak usah, selesaikan masalahmu dengan Clarissa," tutur Hanna.
"Hanna, kenapa kau pergi?" tanya Clarissa.
"Aku lebih nyamaan di sana," kata Hanna.
"Maafkan aku, Hanna." Clarissa memeluk Hanna dengan begitu erat.
"Aku akan memaafkanmu jika kau memaafkan Marquez," tutur Hanna.
"Aku permisi dulu," Hanna berlalu pergi dari sana. ia memejamkan matanya dengan menahan rasa yang begitu getir. bahkan air mata ikut tersapu di sana.
"Ini bukanlah kesalahan Clarissa. ini kesalahanku, karna aku pernah meninggalkan Marquez,"
"Aku kira, jika aku kembali. Cinta itu akan sama seperti sebelumnya. namun, nyatanya aku salah. cinta tidak akan pernah menetap jika kita membiarkannya begitu saja," gumam Hanna dalam hati.
Hanna berjalan menuju ke arah taxi yang sedang menunggunya di seberang rumah Clarissa. dan Hanna masuk ke dalam taxi itu, dan taxi itu melaju meninggalkan tempat tersebut.
***
"Marquez pergilah dari sini," perintah Clarissa.
"Aku tidak akan pernah pergi, tidak akan!" kata Marquez.
Marquez berjalan mendekat. ia menggenggam tangan Clarissa. Clarissa mencoba melepaskannya. namun, tangan Marquez terlalu kuat untuk itu.
"Marquez, ku mohon. biarkan aku hidup berdua dengan anakku, ku mohon," pinta Clarissa memelas.
"Lalu, bagaimana denganku?" tanya Marquez, ia semakin mendekat. kedua tangannya beralih menyentuh lembut wajah Clarissa.
"Apa kau sudah tidak mencintaiku?" tanya Marquez. namun Clarissa hanya diam. matanya yang sedang mengalirkan cairan bening menatap kedua mata Marquez dengan begitu senduh. air mata menyiratkan isi hati Clarissa.
"Katakan, Clarissa?" tanyanya sekali lagi. Demi apapun, Clarissa ingin berkata tidak. tapi tatapan kedua mata itu begitu melemahkannya.
"Clarissa, aku sangat mencintaimu. ku mohon, maafkan aku. aku sudah tidak peduli siapa keluargamu siapa kakakmu, aku tidak peduli itu. yang aku pedulikan hanya dirimu dan anakku. aku minta maaf jika pernah membuat dirimu menjadi bahan balas dendam atas kematian Ayahku. aku melakukan itu karna aku sangat menyayangi Ayahku. aku tidak bisa berpikir antara mana yang salah dan mana yang benar. jangan pernah membenciku! ku mohon maafkan aku, maafkan aku!" ujar Marquez suaranya terdengar begitu memberat. bahkan kedua sudut matanya terlihat basah. Demi Tuhan. Clarissa tidak bisa menahan perasannya yang begitu menyiksa, seketika itu Clarissa tak segan memeluk tubuh Marquez dengan begitu erat. dan ia menumpah ruahkan tangisannya di pelukan laki - laki itu.
__ADS_1
"Aku tidak pernah membencimu, aku sama sekali tidak pernah membencimu. aku sangat mencintaimu. dan sampai kapanpun akan seperti itu," ucap Clarissa. Marquez membalas pelukan Clarissa dan mencium keningnya.
lashback
Sebelum menemui Clarissa, Hanna berniat baik pergi ke rumah Marquez. karna ia ingin berpamitan kepada Marquez dan juga Alice untuk kembali ke kota asalnya. namun, Hanna tidak melihat Clarissa. Hanna mengira, Marquez mengajak Clarissa dan juga anaknya untuk tinggal di sana bersamanya. namun, ia sama sekali tak melihat Clarissa di sana. lalu, Marquez menceritakan semuanya kepada Hanna. bahwa Clarissa menolak keras tidak ingin menemuinya.
Hanna pun terkejut. ia juga tidak tega melihat Marquez, dirinya bisa melihat penyesalan dan kesedihan yang begitu mendalam di kedua mata laki - laki itu. karna, Hanna sudah bertahun - tahun lamanya bersama Marquez, jadi ia sangat tau betul bagaimana Marquez.
Hanna, mengajak Marquez ke tempat Clarissa, ia ingin membantu laki - laki itu untuk menyelesaikan masalahnya dengan Clarissa. Marquez awalnya menolak akan ajakan Hanna, karna, ia berpikir rasanya akan percuma. tapi, karna Hanna memaksa, Marquez akhirnya terpaksa mengiyakannya.
dan setiba di rumah Clarissa. Hanna menyuruh Marquez menunggu didalam mobil. dan Hanna terlebih dulu menemui Clarissa.
.
.
.
.
sabar ya sayang sayangkuh, aku mau ngelarin masalahnya si Marquez dan Clarissa dulu.
baru deh Amoera sama Marvin. karna ini sudah mendekati akhir cerita .
terimakasih ya sudah mau sabar menunggu. maaf aku belum bisa tepatin janji buat update rutin :(
__ADS_1