Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Its Hurt ~ Amoera


__ADS_3

Marvin melakukan perjalanan menuju ke rumah


bersama Alice dan setibanya di rumah ia mengajak adiknya tersebut masuk dan


menyuruhnya untuk istirahat , naun tiba tiba Marquez menghampiri mereka berdua


.


" Kau mengajak Alice kemana saja sampai sesore ini dan bahkan sudah hampir malam kau baru mengajaknya pulang ? " tanya Marquez


" kakak .. Jangan marah marah seperti itu , kak Marvin mengajakku keliling kota dan pergi ke taman hiburan . Tadi kami bermain lalu melihat sirkus . Sungguh menyenangkannn sekali " seru Alice dengan begitu riangnya . Marquez pun mengernyit keheranan melihat adik perempuannya tersebut sebegitu bahagiannya


.


" Alice masuk dan istirahatlah " pinta Marvin Alice pun mengiyakannya .


" bagaimana Alice bisa begitu riang ? " tanya Marquez .


" entahlah " saut Marvin seraya berlalu meninggalkan kakaknya tersebut masuk kedalam kamar .


Saat didalam kamar Marvin pun melepas Kaos yang kala itu ia kenakan karna dirinya merasa begitu gerah kemudian dari belakang Elsa memeluk tubuhnya yang kekar itu .


" sayang  " panggil Elsa seraya menenggelamkan


wajahnya di punggu Marvin yang kekar .


" Elsa "


saut Marvin , ia membalikan tubuhnya berhadapan dengan Elsa .


" kenapa lama sekali ? " tanya Elsa


" ehm , iya tadi Alice masih ingin  jalan jalan dan tidak ingin terburu buru pulang " ujar Marvin .


" apa kau masih marah karna tadi aku tidak mengajakmu ? " tanya Marvin .

__ADS_1


" tidak sayang ! Aku tidak marah " ucap Elsa . ia menenggekamkan wajahnya di dada Kekasihnya tersebut seolah wanita itu begitu merindukan kekasihnya itu


" kak Marvin .. Aku sangat merindukanmu .Apa kita bisa melakukannya malam ini ? " pinta Elsa . Marvin terdiam sejenak dan menjauhkan Elsa dari Tubuhnya


" kita lakukan lain kali saja ya sayang " ucap Marvin


" kenapa kau begitu berubah ? Dulu kau tidak pernah menolakku seperti ini , bahkan tanpa aku minta kau selalu memulai duluan . setelah aku pulang dari Italia kita


sudah tidak pernah melakukannya lagi. apa kau sudah bosan dengan ku? apa kau sudah tidak mencintaiku? " tanha Elsa .


" Sayang ..  Bukan seperti itu aku sangat mencingaimu. Tapi Ku mohon jangan


sekarang aku sangat lelah sekali " pinta Marvin .


" baiklah aku bisa mengertikanmu , istirahatlah aku akan kembali ke kamarku " pamit Elsa . Marvin pun mencium


kening Elsa dan Elsa berlalu meninggalkan Marvin keluar dari kamarnya .


Marvin pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang lengket akibat seharian  terkena sinar matahari. seusai mandi Marvin merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur .


mengingat perkataan Elsa yang baru saja ia dengarkan .


" sebenarnya ada apa denganku ini ? Biasanya aku tidak pernah mau menolak Elsa , bahkan  sudah beberapa bulan ini aku tidak


berhubungan dengannya . Padahal tidak biasanya aku seperti ini  rasanya aku tidak berselera untuk melakukannya " gumam Marvin


" entahlah , aku pusing memikirkan hidupku yang semakin hari semakin Rumit " imbuhnya .


* Keesokan paginya di rumah Nenek Tiny


Clarissa duduk


mematung di depan jendela kamarnya , tak di pungkiri air matanya masih menetes


mengingat kehidupan yang ia alami saat ini begitu pahit .

__ADS_1


Kedua mata Clarissa


terlihat begitu sembab karna  semalaman penuh ia menangis karna begitu terluka akan mengetahui kebenaran Marquez yang akan


menikahi wanita yang ia kenal . Wanita yang ia kenal baik dalam beberapa bulan belakangan ini .


Clarissa mengelus perutnya yang membesar.


" kita bisa hidup tanpa Ayahmu nak " ucap Clarissa. ia memejamkan matanya dengan begitu getir mencoba membuat semuanya agar menjadi baik baik saja.


" Nak " suara nenek Tiny memecahkan kesedihan Clarissa. ia cepat cepat menghapus air matanya.


" Nenek " saut Clarissa seraya mencoba menepiskan senyumannya. dengan langkah tertatih nenek Tiny menghampiri Clarissa dan duduk disampingnya.


kedua mata wanita tua itu memperhatikan wajah Clarissa dengan seksama.


" berceritalah masalahmu kepadaku " ucap nenek Tiny. Clarissa menunduk dan mrnggelengkan kepalanya.


" Rissa tidak punya masalah nek " ucap Clarissa lirih. kedua tangan nenek Tiny mengangkat wajah Clarissa.


" katakan kepada nenek, ada apa? " tanya Nenek Tiny sekali lagi sembari menatap kedua mata Clarissa. memang benar kata -kata itu kata - kata yang menyebutkan bahwa mata tidak bisa berbohong. kini kedua mata Clarissa berkaca kaca tak sanggup membendung kesedihannya yang teramat mendalam. kesedihan yang saat ini dirinya dan anaknya rasakan. ia tak langsung segan memeluk tubuh nenek Tiny dan menangis sejadi jadinya dalam pelukan wanita tua itu .


" nenek.. apa salah Clarissa? kenapa tuhan memberi takdir yang begitu menyakitkan seperti ini " tanya Clarissa, suaranya membaur begitu bsrat dengan pecahan tangisannya. nenek Tiny mengusap usap punggung Clarissa dan mencoba menenangkannya


.


.


.


.


.


gak bisa crazy up tapi aku update tiap hari 😂😂😂😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2