Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Menemani ~ Amoera


__ADS_3

Siang itu clarissa tengah berjalan kaki dari kerjaannya menuju ke rumah nenek tiny keringat mengucur deras dahinya , ia mengatur nafasnya kembali karna rasanya nafasnya terbuang dengan begitu berat .


Saat ia hendak menyabrang di tikungan jalan raya .


Cittttttttttt (tiba tiba sebuah taxi mendadak berhenti di depannya)


Clarissa memegangi dadanya dengan terkejut . Rupanya sang pengemudi taxi itu juga terkejut melihat clarissa menyabrang secara tiba tiba di tikungan tajam jalan raya itu  .


Pengemudi taxi itu turun dan memaki maki clarissa .


" nona .. Lain kali kau harus berhati hati , apa kau tau  sangat berbahaya menyabrang di tikungan jalan raya seperti ini " teriak sang pengemudi .


" maaf tuan .. Saya kira tadi jalan raya sepi makanya saya langsung menyabrang , maafkan saya " ucap clarissa , tiba tiba seorang perempuan turun dari taxi itu dan menghampiri clarisaa .


" nona apa kau baik baik saja ? " tanya perempuan itu seraya memegang lengan clarissa , ia memastikan keadaan clarissa . Dan ternyata perempuan itu tak lain ialah hanna .


" saya baik baik saja nona .. Maaf karna saya menyabrang sembarangan , perjalananmu menjadi terganggu " ucap clarissa .


" tidak apa apa .. Yang penting kau tidak kenapa kenapa " tutur hanna .


" kau mau kemana nona ? " tanya hanna .


" aku mau pulang ke bridge street nona " saut clarissa .


" Ayo ikutlah naik taxi denganku biar sekalian aku akan mengantarkanmu " ajak hanna .


" tidak usah nona terimakasih .. Biar saya jalan kaki saja " ucap clarissa .


" nona .. Bridge street cukup jauh darisini dan kau terlihat nampak kurang sehat , ayo ikutlah bersamaku saja " pinta hanna . Clarissa terdiam sejenak . Rasanya ia benar benar sangat lelah dan ia terpaksa mengiyakan dan menerima tawaran dari wanita asing yang baru ia temui saat ini .


Clarissa dan hana pun kini berada di dalam taxi yang sama dan duduk berdampingan di belakang pengemudi taxi tersebut  . Clarissa menundukan pandangannya karna merasa tidak enak dengan hana .


" namamu siapa nona ? " tanya hana .


" panggil saja clay nona " ucap clarissa


" oh baiklah clay , aku hana . Senang bisa  bertemu denganmu " ucap hana dengan melebarkan senyumnya . Begitu juga clarissa ia membalas senyuman hana .


" memangnya kau tadi dari mana clay ? " tanya hana


" aku tadi pulang dari bekerja nona " ucap clarissa .


" panggil aku hana saja " ucap hana . Clarissa pun mengiyakannya


" kau bekerja dimana memangnya ? " tanya hana


" aku bekerja di wang glamoure EO " ucap clarissa .


" kau bekerja di event organizer ? wah kebetulan sekali . Beberapa bulan lagi Aku juga akan menikah dengan kekasihku apa aku bisa meminta bantuanmu untuk mengurus pesta pernikahan Kami berdua ? " tanya hana


" tentu saja han .. Kapan kau akan menikah ? " tanya clarissa


" sekitar 5 - 6 bulan kedepan karna kami masih perlu mempersiapkan semuanya dengan matang , apalagi ayah dari kekasihku baru beberapa bulan yang lalu meninggal jadi kami perlu memberi jeda waktu untuk pernikahan kami  " tutur hana .


" baiklah .. " saut clarissa .  kedua mata hana memperhatikan lekuk tubuh clarissa .

__ADS_1


" ehm maaf clay .. apa kau sedang hamil ? " tanya hana


" iya aku sedang hamil " saut clarissa dengan tersenyum .


" wahh kau dan suamimu pasti sangat senang akan segera punya baby " ujar hana , namun clarissa hanya terdiam dan memaksakan senyumnya .


Tak lama kemudian clarissa tiba di tempat tujuannya yaitu rumah nenek tiny .


"  hana aku pamit pulang dulu terimakasih banyak atas tumpangannya , apa kau tidak mau mampir terlebih dulu ? " tanya clarissa


" tidak clay .. Lain kali saja aku akan bermain ke rumahmu atau di tempat kerjamu sekalian bertanya tanya tentang package wedding organizer " tutur elsa .


" baiklah akan ku tunggu kedatanganmu ,  hati hati dijalan ya han " ucap clarissa , hana pun pamit dan mengiyakannya . pengemudi sopir taxi tersebut melajukan kembali taxinya menuju ke apartement hana .


 


Sementara di rumah yang di tempati oleh amoera . Rasanya kini ia sudah tidak ada semangat lagi di dalam dirinya .


Hari berganti hari . Yang ia lakukan tetaplah sama duduk Didalam kamar merenungi nasibnya . Marvin selalu datang menemui amoera setiap hari untuk memastikan keadaannya .


Sikap amoera terhadap marvin juga tetaplah sama semakin lama semakin membenci laki laki itu . Namun setiap kali ada marvin . Dirinya selalu diam dan tidak menunjukan kebenciannya . Karna rasanya ia lelah harus beradu mulut untuk mencaci laki laki yang telah menghancurkan hidupnya itu .


 


* Malam itu


Amoera tengah duduk bersandar diatas tempat tidurnya seraya kedua matanya memperhatikan rembulan yang terlihat nampak begitu terang di luar  jendela kamarnya .


Namun terdengar suara   langkah kaki yang menghampirinya . Langkah kaki tersebut tak lain berasal dari suara sepatu marvin .


Terlihat marvin masuk ke dalam kamar amoera dengan membawa semangkuk sup . Ia mendudukan tubuhnya di samping amoera .


" amoera " panggil marvin .


" aku tidak mau makan " saut amoera  .


" sedikit saja " pinta marvin .


" apa pendengaranmu sudah tidak berfungsi ? Aku tidak mau makan !! " seru amoera seraya menggigil geram . Marvin pun juga ikut kesal terlihat kedua alisnya menajam seketika .


"  Aku menyuruhmu makan karna aku tidak mau anakku kelaparan , cepat makanlah " teriak marvin . Namun amoera tetap diam saja .


" cepat buku mulutmu " pinta marvin sembari menyodorkan satu sendok sup tersebutdi dekat mulut amoera. Amoera tetap tak bergemming


" amoeraaaaa " teriak marvin kembali ,


" kemarikan ! Aku bisa makan sendiri " seru amoera ia pun menyaut mangkuk sup tersebut dan memakannya , marvin masih berada duduk di samping amoera memperhatikan gadis itu makan . Namun saat amoera sedang sibuk menikmati sup itu  . tiba tiba ada sesuatu yang naik di tenggorokannya . Ia pun meletakan mangkuk tersebut dan berlari ke kamar mandi . Ia memuntahkan semua makanan itu dari mulutnya .


marvin pun mengikuti amoera ari belakang . ia berdiri di belakang amoera yang sedang memuntahkan makanannya ,tangannya bergerak hendak membantu amoera namun ia urungkan karna takut amoera akan marah jika ia menyentuhnya , amoera pun berkumur dan mengatur nafasnya yang begitu berat .


" apa kau baik baik saja ? " tanya marvin , namun amoera hanya diam saja dan berlalu meninggalkan marvin . ia kembali mendudukan tubuhnya diatas tempat tidur , marvin pun mengikutinya .


" aku tidak mau makan jangan memaksaku " seru amoera dengan geram . lalu marvin mengambil gelas yang berisi air putih di atas meja dekat tempat tidur .


" minumlah .. " pinta marvin seraya menyodorkan gelas tersebut . amoera hanya terdiam dan melirik ke arah gelas itu  , ia menelan ludahnya karna rasa haus yang melanda tenggorokannya  . ia pun menyaut gelas itu dengan kasar dari tangan marvin dan meneguk air tersebut .

__ADS_1


tok .. tok .. tok ( suara ketuka pintu dari luar kamar amoera ternyata bi lian )


" permisi tuan marvin , ada wanita yang menelponmu katanya bernama nona elsa " ucap bi lian , terlinga amoera tersentak dan meliriknya .


" iya bi sebentar " saut marvin bi lian pun meninggalkan kamar itu . kedua mata marvin masih sibuk memperhatikan amoera .


" istirahatlah , aku tinggal mengangkat telpon dari  kekasihku dulu " pamit marvin .


" kau tidak perlu meminta izin kepadaku ,  sekalipun kau pergi dan mati aku juga tidak peduli , kau bukan siapa siapa bagiku " seru amoera dengan tatapan kosongnya , marvin mengernyit dengan geram akan kata kata amoera , ia mengepalkan tangannya . namun marvin menahan rasa kesalnya . tanpa berbicara ia pun langsung meninggalkan kamar amoera . dan mengangkat telpon dari elsa ,


" ada apa ? " tanya marvin kepada elsa dari balik telpon tersebut .


" sayang .. kenapa bicaramu seperti itu ? " tanya elsa


" tidak apa apa .. kau tau darimana nomer telpon ini ? " tanya marvin .


" aku menemukan nomer ini di tasmu . aku kira ini nomer kantormu  tapi ternyata nomer rumah , memangnya kau sedang di rumah siapa ? " tanya elsa dengan curiga .


" ehm .. ini ..  nomer mes kantor tempatku bekerja saat ini  " saut marvin dengan gugup .


" oh oke baiklah " saut elsa .


" ada apa memangnya ? " tanya marvin kembali .


" aku khawatir saja , kenapa kau jam segini belum pulang , kau pulang jam berapa ? " tanya elsa


" aku masih banyak pekerjaan , sepertinya akan pulang besok " saut marvin ,


" sayang .. aku sangat merindukanmu , kenapa kau akhir akhir ini selalu saja jarang  di rumah , pulang dirumah sebentar lalu pergi lagi , apa kau tau aku sangat kesepian sendirian disini " seru elsa dengan suaranya yang begitu manja .


" iya sayang maafkan aku , aku juga masih sibuk dengan pekerjaanku , untuk pernikahan kita . kau kan tau sendiri , kehidupan keluargaku tidak seperti dulu lagi " ucap marvin


" baiklah sayang , aku bisa mengerti " saut elsa .


" yasudah aku akhiri dulu panggilan telponnya , kau cepatlah tidur " pinta marvin , elsa pun mengiyakannya , dan sepasang kekasih itu sama sama mengakhiri panggilannya . saat marvin hendak kembali ke dalam kamar amoera , ia terlebih dulu menghampiri bibi lian .


" bi .. kalau ada wanita yang bernama elsa tadi menelpon lagi . bilang kalau  ini mes kantor dan jangan pernah memberi tau alamat rumah ini , apalagi memberitau bahwa amoera tinggal disini " pinta  marvin


" baiklah tuan .. apa malam ini tuan akan pulang ? " tanya bi lian .


" tidak .. malam ini aku akan tidur disini " saut marvin , bi lian pun mengiyakannya ,  marvin  pun berlalu meninggalkan bi lian  dan kembali ke kamar amoera .


 


.


.


.


.


 


maaf ya slow update . jadi harap bersabar hehe

__ADS_1


 


 


__ADS_2