
Siang itu clarissa tengah berjalan kaki dari kerjaannya menuju ke rumah nenek tiny keringat mengucur deras dahinya , ia mengatur nafasnya kembali karna rasanya nafasnya terbuang dengan begitu berat .
Saat ia hendak menyabrang di tikungan jalan raya .
Cittttttttttt (tiba tiba sebuah taxi mendadak berhenti di depannya)
Clarissa memegangi dadanya dengan terkejut . Rupanya sang pengemudi taxi itu juga terkejut melihat clarissa menyabrang secara tiba tiba di tikungan tajam jalan raya itu .
Pengemudi taxi itu turun dan memaki maki clarissa .
" nona .. Lain kali kau harus berhati hati , apa kau tau sangat berbahaya menyabrang di tikungan jalan raya seperti ini " teriak sang pengemudi .
" maaf tuan .. Saya kira tadi jalan raya sepi makanya saya langsung menyabrang , maafkan saya " ucap clarissa , tiba tiba seorang perempuan turun dari taxi itu dan menghampiri clarisaa .
" nona apa kau baik baik saja ? " tanya perempuan itu seraya memegang lengan clarissa , ia memastikan keadaan clarissa . Dan ternyata perempuan itu tak lain ialah hanna .
" saya baik baik saja nona .. Maaf karna saya menyabrang sembarangan , perjalananmu menjadi terganggu " ucap clarissa .
" tidak apa apa .. Yang penting kau tidak kenapa kenapa " tutur hanna .
" kau mau kemana nona ? " tanya hanna .
" aku mau pulang ke bridge street nona " saut clarissa .
" Ayo ikutlah naik taxi denganku biar sekalian aku akan mengantarkanmu " ajak hanna .
" tidak usah nona terimakasih .. Biar saya jalan kaki saja " ucap clarissa .
" nona .. Bridge street cukup jauh darisini dan kau terlihat nampak kurang sehat , ayo ikutlah bersamaku saja " pinta hanna . Clarissa terdiam sejenak . Rasanya ia benar benar sangat lelah dan ia terpaksa mengiyakan dan menerima tawaran dari wanita asing yang baru ia temui saat ini .
Clarissa dan hana pun kini berada di dalam taxi yang sama dan duduk berdampingan di belakang pengemudi taxi tersebut . Clarissa menundukan pandangannya karna merasa tidak enak dengan hana .
" namamu siapa nona ? " tanya hana .
" panggil saja clay nona " ucap clarissa
" oh baiklah clay , aku hana . Senang bisa bertemu denganmu " ucap hana dengan melebarkan senyumnya . Begitu juga clarissa ia membalas senyuman hana .
" memangnya kau tadi dari mana clay ? " tanya hana
" aku tadi pulang dari bekerja nona " ucap clarissa .
" panggil aku hana saja " ucap hana . Clarissa pun mengiyakannya
" kau bekerja dimana memangnya ? " tanya hana
" aku bekerja di wang glamoure EO " ucap clarissa .
" kau bekerja di event organizer ? wah kebetulan sekali . Beberapa bulan lagi Aku juga akan menikah dengan kekasihku apa aku bisa meminta bantuanmu untuk mengurus pesta pernikahan Kami berdua ? " tanya hana
" tentu saja han .. Kapan kau akan menikah ? " tanya clarissa
" sekitar 5 - 6 bulan kedepan karna kami masih perlu mempersiapkan semuanya dengan matang , apalagi ayah dari kekasihku baru beberapa bulan yang lalu meninggal jadi kami perlu memberi jeda waktu untuk pernikahan kami " tutur hana .
" baiklah .. " saut clarissa . kedua mata hana memperhatikan lekuk tubuh clarissa .
__ADS_1
" ehm maaf clay .. apa kau sedang hamil ? " tanya hana
" iya aku sedang hamil " saut clarissa dengan tersenyum .
" wahh kau dan suamimu pasti sangat senang akan segera punya baby " ujar hana , namun clarissa hanya terdiam dan memaksakan senyumnya .
Tak lama kemudian clarissa tiba di tempat tujuannya yaitu rumah nenek tiny .
" hana aku pamit pulang dulu terimakasih banyak atas tumpangannya , apa kau tidak mau mampir terlebih dulu ? " tanya clarissa
" tidak clay .. Lain kali saja aku akan bermain ke rumahmu atau di tempat kerjamu sekalian bertanya tanya tentang package wedding organizer " tutur elsa .
" baiklah akan ku tunggu kedatanganmu , hati hati dijalan ya han " ucap clarissa , hana pun pamit dan mengiyakannya . pengemudi sopir taxi tersebut melajukan kembali taxinya menuju ke apartement hana .
Sementara di rumah yang di tempati oleh amoera . Rasanya kini ia sudah tidak ada semangat lagi di dalam dirinya .
Hari berganti hari . Yang ia lakukan tetaplah sama duduk Didalam kamar merenungi nasibnya . Marvin selalu datang menemui amoera setiap hari untuk memastikan keadaannya .
Sikap amoera terhadap marvin juga tetaplah sama semakin lama semakin membenci laki laki itu . Namun setiap kali ada marvin . Dirinya selalu diam dan tidak menunjukan kebenciannya . Karna rasanya ia lelah harus beradu mulut untuk mencaci laki laki yang telah menghancurkan hidupnya itu .
* Malam itu
Amoera tengah duduk bersandar diatas tempat tidurnya seraya kedua matanya memperhatikan rembulan yang terlihat nampak begitu terang di luar jendela kamarnya .
Namun terdengar suara langkah kaki yang menghampirinya . Langkah kaki tersebut tak lain berasal dari suara sepatu marvin .
Terlihat marvin masuk ke dalam kamar amoera dengan membawa semangkuk sup . Ia mendudukan tubuhnya di samping amoera .
" amoera " panggil marvin .
" aku tidak mau makan " saut amoera .
" sedikit saja " pinta marvin .
" apa pendengaranmu sudah tidak berfungsi ? Aku tidak mau makan !! " seru amoera seraya menggigil geram . Marvin pun juga ikut kesal terlihat kedua alisnya menajam seketika .
" Aku menyuruhmu makan karna aku tidak mau anakku kelaparan , cepat makanlah " teriak marvin . Namun amoera tetap diam saja .
" cepat buku mulutmu " pinta marvin sembari menyodorkan satu sendok sup tersebutdi dekat mulut amoera. Amoera tetap tak bergemming
" amoeraaaaa " teriak marvin kembali ,
" kemarikan ! Aku bisa makan sendiri " seru amoera ia pun menyaut mangkuk sup tersebut dan memakannya , marvin masih berada duduk di samping amoera memperhatikan gadis itu makan . Namun saat amoera sedang sibuk menikmati sup itu . tiba tiba ada sesuatu yang naik di tenggorokannya . Ia pun meletakan mangkuk tersebut dan berlari ke kamar mandi . Ia memuntahkan semua makanan itu dari mulutnya .
marvin pun mengikuti amoera ari belakang . ia berdiri di belakang amoera yang sedang memuntahkan makanannya ,tangannya bergerak hendak membantu amoera namun ia urungkan karna takut amoera akan marah jika ia menyentuhnya , amoera pun berkumur dan mengatur nafasnya yang begitu berat .
" apa kau baik baik saja ? " tanya marvin , namun amoera hanya diam saja dan berlalu meninggalkan marvin . ia kembali mendudukan tubuhnya diatas tempat tidur , marvin pun mengikutinya .
" aku tidak mau makan jangan memaksaku " seru amoera dengan geram . lalu marvin mengambil gelas yang berisi air putih di atas meja dekat tempat tidur .
" minumlah .. " pinta marvin seraya menyodorkan gelas tersebut . amoera hanya terdiam dan melirik ke arah gelas itu , ia menelan ludahnya karna rasa haus yang melanda tenggorokannya . ia pun menyaut gelas itu dengan kasar dari tangan marvin dan meneguk air tersebut .
__ADS_1
tok .. tok .. tok ( suara ketuka pintu dari luar kamar amoera ternyata bi lian )
" permisi tuan marvin , ada wanita yang menelponmu katanya bernama nona elsa " ucap bi lian , terlinga amoera tersentak dan meliriknya .
" iya bi sebentar " saut marvin bi lian pun meninggalkan kamar itu . kedua mata marvin masih sibuk memperhatikan amoera .
" istirahatlah , aku tinggal mengangkat telpon dari kekasihku dulu " pamit marvin .
" kau tidak perlu meminta izin kepadaku , sekalipun kau pergi dan mati aku juga tidak peduli , kau bukan siapa siapa bagiku " seru amoera dengan tatapan kosongnya , marvin mengernyit dengan geram akan kata kata amoera , ia mengepalkan tangannya . namun marvin menahan rasa kesalnya . tanpa berbicara ia pun langsung meninggalkan kamar amoera . dan mengangkat telpon dari elsa ,
" ada apa ? " tanya marvin kepada elsa dari balik telpon tersebut .
" sayang .. kenapa bicaramu seperti itu ? " tanya elsa
" tidak apa apa .. kau tau darimana nomer telpon ini ? " tanya marvin .
" aku menemukan nomer ini di tasmu . aku kira ini nomer kantormu tapi ternyata nomer rumah , memangnya kau sedang di rumah siapa ? " tanya elsa dengan curiga .
" ehm .. ini .. nomer mes kantor tempatku bekerja saat ini " saut marvin dengan gugup .
" oh oke baiklah " saut elsa .
" ada apa memangnya ? " tanya marvin kembali .
" aku khawatir saja , kenapa kau jam segini belum pulang , kau pulang jam berapa ? " tanya elsa
" aku masih banyak pekerjaan , sepertinya akan pulang besok " saut marvin ,
" sayang .. aku sangat merindukanmu , kenapa kau akhir akhir ini selalu saja jarang di rumah , pulang dirumah sebentar lalu pergi lagi , apa kau tau aku sangat kesepian sendirian disini " seru elsa dengan suaranya yang begitu manja .
" iya sayang maafkan aku , aku juga masih sibuk dengan pekerjaanku , untuk pernikahan kita . kau kan tau sendiri , kehidupan keluargaku tidak seperti dulu lagi " ucap marvin
" baiklah sayang , aku bisa mengerti " saut elsa .
" yasudah aku akhiri dulu panggilan telponnya , kau cepatlah tidur " pinta marvin , elsa pun mengiyakannya , dan sepasang kekasih itu sama sama mengakhiri panggilannya . saat marvin hendak kembali ke dalam kamar amoera , ia terlebih dulu menghampiri bibi lian .
" bi .. kalau ada wanita yang bernama elsa tadi menelpon lagi . bilang kalau ini mes kantor dan jangan pernah memberi tau alamat rumah ini , apalagi memberitau bahwa amoera tinggal disini " pinta marvin
" baiklah tuan .. apa malam ini tuan akan pulang ? " tanya bi lian .
" tidak .. malam ini aku akan tidur disini " saut marvin , bi lian pun mengiyakannya , marvin pun berlalu meninggalkan bi lian dan kembali ke kamar amoera .
.
.
.
.
maaf ya slow update . jadi harap bersabar hehe
__ADS_1