
Amoera kini duduk berhadapan di meja makan bersama Alice , sembari menunggu kue buatanya matang , kedua perempuan itu bercerita dan tertawa bersama begitu lepas . sementara Marvin ia juga duuk di ujung meja makan sembari kedua matanya tak henti memperhatikan Amoera . rasanya begitu menenangkan melihat senyuman perempuan itu hingga saat ia melihat Alice dan Amoera tertawa rasanya ia juga ingin ikut tertawa .
Aroma kue kelapa yang sempat Amoera buat semakin menyeruak di hidung Alice hingga ia mengendus aroma itu berkali kali . begitu juga Marvin , mencium aroma bau kue kelapa rasanya ingin ia habiskan dengan lahap , karna sudah lama sekali ia tak menikmati kue kelapa setelah ibunya meninggal . karna dulu ibunya tak pernah absen membuatkan kue kelapa untuk Marvin . bukan hanya Marvin saja , tetapi Alice dan juga Marquez juga menyukai kue kelapa .
Elsa kekasihnya juga sering membuatkan kue kelapa untuk Marvin namun rasa kue kelapa buatan Elsa tidak selezat buatan ibunya .
" Alice sebentar aku akan mengangkat kuenya " ucap Amoera dengan beranjak berdiri . tiba tiba Marvin beranjak berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Amoera .
" Duduklah , biar aku saja yang mengangkatnya " ucap Marvin . Amoera pun menganggukan kepalanya dan mendudukan kembali tubuhnya .
Kini tangan Marvin bergerak membuka oven tersebut dan mengangkat beberapa loyang kue kelapa yang sudah berwarna kecoklatan dan berjajar rapi diatas loyang .
sungguh menggoda , Marvin menelan ludahnya akan aroma kue yang begitu tercium lezat di rongga hidungnya tersebut .
" Di letakan dimana ? " tanya Marvin .
" Letakan disitu saja biar lekas dingin " tutur Amoera . Marvin pun mengiyakannya dan menaruh loyang yang berisi kue tersebut diatas meja yang terbuat dari batu .
Dengan menunggu waktu 20 menit ,kue tersebut sudah cukup dingin untuk di hidangkan . Amoera memindahkan sebagian kue tersebut kedalam toples yang berwarna bening , dan sebagaiannya lagi di atas piring untuk di nikmati bersama , kemudian Amoera membuat teh hangat dan menyuguhkan kue kelapa itu bersama teh hangat diatas meja .
" Alice , Marvin .. ayo makanlah kuenya " ajak Amoera seraya menuangkan teh kedalam cangkir berwarna putih yang kini ada di hadapan adik kakak itu .
" Kalian makan saja , aku sudah kenyang " tutur Marvin .
" Kakak tidak ingin mencicipi kue buatan Amoera ? " tanya Alice sembari memasukan satu kue kelapa ke dalam mulutnya . Marvin melirik ke arah kue tersebut .
" Tidak " saut Marvin .
" Yakin kakak tidak mau ? ini sungguh lezat sekali , sangat lezat seperti buatan ibu " ucap Alice , ia sibuk mengunyah Kue kelapa didalam mulutnya .
" Baiklah , kalau kau memaksa kakak akan memakannya " ucap Marvin , ia pun mengambil satu kue tersebut dan mulai memakannya .
__ADS_1
" Haha Alice kan tidak memaksa kakak , dasar kakak ini " seru Alice dengan tertawa . Amoera pun juga menahan tawanya . Kini Marvin mulai mengunyah kue tersebut di dalam mulutnya .
" Sungguh lezat sekali , aku sangat merindukan ibu " gumam Marvin dalam Hati . ia mengunyah kue tersebut dengan cepat dan bahkan ia tak sadar telah mengambil dan memakan kue tersebut berkali kali .
" Katanya tidak mau tetapi kenapa , makannya begitu lahap sekali ? " Alice pun meledek kakak keuanya tersebut .
" Kakak hanya menghargai Amoera karna dia sudah susah payah membuat kue kelapa ini " saut Marvin .
" Kakak bisa saja menjawabnya " ucap Alice .
" Kalian habiskan " tutur Amoera .
" Kakak , aku ingin sekali pergi ke taman hiburan " pinta Alice .
" Iya nanti sore kita kesana " saut Marvin . dengan penuh semangat Alice pun mengiyakannya . Marvin pun memperhatikan adiknya tersebut yang sekilas terlihat seperti orang yang tak sakit . bahkan wajahnya begitu sangat riang saat bersama Amoera , keceriaan yang terpancar di wajah adiknya saat ini sangat berbeda sekali tidak seperti di rumah .
Amoera mengernyit karna merasa perut dan punggunya seakan tidak nyaman . apalagi kakinya terlihat sedikit membengkak .
" Kau kenapa ? " tanya Marvin yang tidak sengaja memperhatikan Amoera .
" Alice , kakak menghampiri Amoera sebentar ya " ucap Marvin .
" Iya kak " saut Alice , ia masih sibuk memakan kue kelapa buatan Amoera .
Marvin pun menghampiri Amoera di dalam kamar . dan terlihat Amoera baru saja menudukan tubuhnya di atas tempat tidur .
" Ada apa kau kemari ? " tanya Amoera .
" Apa kau sakit ? " tanya Marvin seraya duduk bersimpuh di depan Amoera
" Tidak ! aku baik - baik saja " tutur Amoera . Marvin memperhatikan kaki Amoera yang sedikit membengkak .
__ADS_1
" Kakimu bengkak , aku akan mengambilkan air hangat untuk mengompresnya " ucap Marvin . ia beranjak berdiri dan hendak pergi kedapur namun Amoera menghentikannya .
" Tidak ! aku baik baik saja , aku hanya butuh istirahat " ucap Amoera .
" Tapi kakimu bengkak " ucap Marvin .
" Aku tidak apa apa , tolong pergilah tinggalkan aku sendiri " seru Amoera , dengan sedikit kesal Marvin yang tanpa berkata meninggalkan Kamar Amoera
Sore harinya Marvin mengajak Amoera dan Alice untuk bermain di taman hiburan seperti waktu yang lalu , sebenarnya Marvin mau membatalkan rencananya untuk pergi ke taman hiburan , mengingat bahwa kaki Amoera sempat membengkak namun saat seusai Amoera istirahat bengkak di kakinya tersebut menghilang dan saat tubuhnya merasa lebih baik Amoera memaksa agar dirinya bisa ikut pergi ke taman hiburan .
namun saat di taman hiburan Amoera hanya duduk di bangku panjang yang letaknya tepat di bawah pohon seraya memperhatikan Marvin yang tengah membantu adiknya untuk bermain mesin boneka . Amoera tidak ikut bermain bersama mereka karna dirinya merasa sangat begitu lelah .
Namun saat Amoera memperhatikan adik kakak tersebut dari kejauhan tiba - tiba ada seorang laki - laki melangkahkan kakinya menghampiri Amoera .
" Amoera " sapa laki - laki itu , Amoera pun menoleh dan melihat laki - laki itu seraya menyipitkan kedua matanya , rasanya laki - laki itu terlihat tak asing baginya .
Sementara Marvin dengan seketika ia menghentikan aktivitasnya saat ia melihat Amoera di hampiri oleh seorang laki laki .
.
Maaf yah untuk beberapa hari kedepan author izin libur update ..
__ADS_1
terimakasih jangan lupa tekan like terimakasih