
* 1 minggu kemudian
Dirumah marvin .
Marvin terlihat sudah membaik , kala itu ia sedang memandangi potret bersama keluarganya . Namun lagi lagi amarahnya memuncak kembali ketika mengingat kata kata alex bahwa amoera yang melenyapkan ayahnya . Ia menajamkan alisnya hingga terlihat begitu menyatu . Rasanya tangan dan mulutnya begitu gatal karna selama ia sakit dirinya membiarkan amoera menghirup udara kebebasan di dalam rumahnya .
Malam itu amoera sedang berendam dengan air hangat didalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya . kemudian keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang terbalut handuk .
Kedua mata amoera sontak terkejut ketika melihat marvin sudah duduk memangku satu kakinya didalam kamarnya dan ia terlihat sedang menikmati secawan anggur . melihat amoera yang sudah keluar dari dalam kamar mandi . marvin pun meletakan cawan yang sedang ia pegang kemudian beranjak menghampiri amoera .
Dengan ketakutan amoera menundukan pandangannya .
Tangan marvin dengan keras menaikan dagu amoera .
" aku sudah berbaik hati kepadamu dalam seminggu ini ! Kau jangan menyalah artikan kebaikanku karna tidak menyiksamu lagi ! Tetapi bukan berarti aku melupakan semua kejahatan yang kau lakukan kepada ayahku " teriak marvin , amoera hanya terdiam air mata amoera meleleh kembali . Tangan marvin berpindah ke leher amoera dan begitu keras mencekiknya . hingga ia kesulitan bernafas
" tuan marvin , tolong lepaskan tanganmu " pinta amoera dengan mencoba menyingkirkan tangan marvin , marvin langsung menghempas tubuh amoera hingga ia terbatuk batuk dan hampir terjatuh .
langkah kaki marvin mendekati amoera kembali . tangannya berpindah memegang handuk yang kala itu sedang di kenakan oleh amoera . ia mencoba menarik kasar handuk yang amoera kenakan namun amoera menahan handuknya begitu erat dengan keua tangannya .
" tuan marvin . ku mohon jangan " pinta amoera . ia memundurkan langkah kakinya menghindari marvin , langkah kaki marvin tak gentar semakin mendekati amoera hingga tubuh amoera terbentur dinding dan tak bisa memundurkan langkah kakinya kembali .
marvin mencoba menarik handuk yang amoera kenakan kembali , amoera langsung berjongkok menahan handuk yang ia kenakan agar tetap membaluti tubuhnya .
" kau jangan sok suci seperti ini . apa kau tau ? tubuhmu ini tidak ada harganya di banding dengan anggurku ! " seru marvin sembari telunjuk tangannya menunjuk anggur yang ada di atas meja kamar amoera .
amoera tak memperdulikan perkataan marvin . ia begitu takut rasanya ingin sekali berteriak . namun percuma , karna ia sedang berada di rumah marvin sang pemilik rumah yang berkuasa penuh atas semuanya . siapa yang akan membantu amoera ?. bi yona ? apa daya dia hanya seorang pekerja yang tak memiliki peran penting di mata marvin . alice ? amoera tidak bisa melihat gadis itu bersedih .
kedua tangan marvin menarik dan menggeret tangan amoera mendekati tempat tidur , ia melempar tubuh wanita malang itu dengan keras diatas tempat tidur .
__ADS_1
tangan amoera tak bergeming sedikitpun . ia masih memegang erat handuknya . dengan kasar marvin mencoba kembali menarik handuk amoera dari tubuhnya . sekali tarikan handuk yang di pegang erat oleh amoera terlepas seketika .
amoera menjauhkan tubuhnya dari marvin , ia mencoba meraih selimut yang ada di tempat tidur untuk menutupi tubuhnya yang kala itu sudah telanjang bulat . marvin pun mendekat dan menarik kedua tangan amoera ke belakang tubuhnya hingga amoera merasa kesakitan .
" tuan marvin lepaskan tanganku " ucap amoera lirih , air matanya tak henti berjatuhan hingga mengalir membasahi tubuhnya .
kedua mata marvin begitu takjub memandangi keindahan tubuh amoera yang tak terbalut sehelai kain . marvin merebahkan tubuh amoera dengan kasar tubuhnya mencoba menindih kedua kaki amoera begitu erat karna amoera sempat meronta ,
ia melepaskan tangan amoera dan ia lentangkan kedua tangannya di atas tempat tidur sembari menguncinya hingga amoera tidak bisa bergeming dari pegangan marvin . marvin mencoba melucuti semua baju yang ia kenakan .
" tuan marvin tolong jangan lakukan ini .. aku mohon jangan " pinta amoera semakin menangis , ia mencoba menghindar dari dekapan tubuh marvin namun tangan marvin begitu erat memeganginya ,
" kalau aku ingin melakukannya kau bisa apa ? kau mau berteriak ? cepat berteriaklah ! siapa yang akan menolongmu ? " marvin berbisik lirih dengan begitu geram di telinga kanan amoera .
lidah dan mulut marvin menyapu perlahan lahan menikmati seluruh lekuk tubuh amoera , amoera hanya memejamkan mata menangis dengan pasrah . kemudian marvin mencari cela untuk menikmati tubuh amoera .
" ahhhhhhhh sakittttttttttt " pekik amoera tubuhnya menggeliat kesakitan ketika marvin menghentakan tubuhnya begitu kasar , air matanya semakin mengucur deras . pertama kalinya ia benar benar merasakan kehancuran yang mendalam dalam dirinya . senyuman pun menyeringai wajah marvin .
" marvin aku sungguh membencimu .. demi tuhan aku tidak akan pernah memaafkanmu " gumam amoera dalam hati ,
hatinya terasa begitu hancur . marvin pun tak melepaskan amoera begitu saja . semalaman penuh ia tak henti menggagahi tubuh amoera hingga amoera merasakan nyeri yang begitu luar biasa
dan paginya terlihat marvin masih tertidur memeluk amoera . amoera yang kala itu juga tertidur matanya langsung terbuka perlahan , melihat tangan marvin sedang memeluknya , ia langsung menyingkirkan keras dari tubuhnya .
amoera turun dari tempat tidur dengan tubuh yang masih telanjang ia meraih handuk yang sempat ia kenakan malam lalu dan dibalutkan kembali handuk tersebut di tubuhnya .
kedua tangannya memegang perut bawahnya dengan berdesis menahan rasa nyeri . ia masuk kedalam kamar mandi dan mengisi penuh air didalam bath up .
amoera duduk di lantai kamar mandi dan menangis sejadi jadinya .
__ADS_1
ia merasa begitu hancur karna apa yang seharusnya ia jaga di renggut paksa oleh laki laki yang selama ini menyiksanya atas kesalahan yang sama sekali tak pernah ia lakukan . hati amoera benar benar hancur , pikirannya begitu kalut seolah ia sudah tak memiliki kehidupan lagi .
meskipun di negaranya semua wanita sebelum menikah yang sudah tidak virgin ialah hal yang lazim tetapi bagi amoera itu sebuah hal yang sangat pantang bagi nya .
amoera menyeka air matanya . kedua matanya menyapu isi kamar mandi itu terlihat ia sedang mencari sesuatu , namun ia sepertinya tak menemukan apa yang sedang ia cari .
amoera mencoba keluar dari kamar mandi . terlihat marvin masih tertidur pulas didalam kamar nya . mata amoera masih mengamati sekitar mencari sesuatu . tiba tiba kedua matanya berhenti berpusat pada meja yang terdapat sebotol anggur diatasnya , amoera berjalan meraih botol anggur tersebut . ia kembali kedalam kamar mandi dan mengunci rapat rapat pintu kamar mandi tersebut . amoera masuk merendam seluruh tubuhnya kedalam air yang sempat ia penuhi didalam bath up tadi .
amoera membuang semua isi cairan anggur yang tinggal setengah didalam botol tersebut . dan setelah botol tersebut kosong amoera langsung memukul keras botol itu di pinggiran bath up ,
PYARRRRRRRR
suara pecahan botol itu begitu nyaring hingga terdengar dari luar kamar mandi . marvin yang kala itu sedang tertidur sontak membuka matanya karna terkejut mendengar pecahan yang begitu keras .
sementara didalam kamar mandi amoera mengamati pecahan dari botol anggur tersebut , amoera menahan nafas panjang dan tanpa berpikir dua kali ia langsung menancapkan pecahan tersebut di pergelangan tangannya .
" ayah sakitttttt ayahhhh " gumam amoera lirih , darah terlihat mengucur deras dari pergelangan tangannya
ia menangis manahan rasa sakit , namun amoera mencoba memejamkan matanya menahan rasa sakit tersebut , tak lama kemudian ia tak sadarkan diri . hingga seluruh tubuhnya terendam kedalam air yang memenuhi bath up tersebut .
Marvin bangun dengan tatapan masih setengah sadar . kemudian ia baru sadar bahwa ia sedang berada di kamar amoera . dan dirinya mengingat begitu keras tentang apa yang sudah ia lakukan kepada amoera semalam . melihat amoera yang tidak ada didalam kamar . marvin langsung beranjak turun dari tempat tidur , ia mengenakan pakaiannya dan bergegas keluar kamar untuk mencari amoera .
__ADS_1