Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Kehancuran ~ Amoera


__ADS_3

* 1 minggu kemudian


Dirumah marvin .


Marvin terlihat sudah membaik , kala itu ia sedang memandangi potret bersama keluarganya . Namun lagi lagi amarahnya memuncak kembali ketika mengingat kata kata alex bahwa amoera yang melenyapkan ayahnya . Ia menajamkan alisnya hingga terlihat begitu menyatu . Rasanya tangan dan mulutnya begitu gatal karna selama ia sakit dirinya membiarkan amoera menghirup udara kebebasan  di dalam rumahnya .


Malam itu amoera sedang  berendam dengan air hangat didalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya . kemudian keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang terbalut handuk .


Kedua mata amoera sontak  terkejut ketika melihat marvin sudah duduk memangku satu kakinya didalam kamarnya dan ia terlihat sedang menikmati secawan anggur . melihat amoera yang sudah keluar dari dalam kamar mandi . marvin pun meletakan cawan yang sedang ia pegang kemudian beranjak menghampiri amoera .


Dengan ketakutan amoera menundukan pandangannya .


Tangan marvin dengan keras menaikan dagu amoera .


" aku sudah berbaik hati kepadamu dalam seminggu ini ! Kau jangan menyalah artikan kebaikanku karna tidak menyiksamu lagi  ! Tetapi bukan berarti aku melupakan semua kejahatan yang kau lakukan kepada ayahku " teriak marvin , amoera hanya terdiam air mata amoera meleleh kembali . Tangan marvin berpindah ke leher amoera dan begitu keras mencekiknya . hingga ia kesulitan bernafas


" tuan marvin , tolong lepaskan tanganmu " pinta amoera dengan mencoba menyingkirkan tangan marvin , marvin langsung menghempas tubuh amoera hingga ia terbatuk batuk dan hampir terjatuh .


langkah kaki marvin mendekati amoera  kembali . tangannya berpindah memegang handuk yang kala itu sedang di kenakan oleh amoera . ia mencoba menarik kasar handuk yang amoera kenakan namun amoera menahan handuknya begitu erat dengan keua tangannya .


" tuan marvin . ku mohon jangan " pinta amoera . ia memundurkan langkah kakinya menghindari marvin , langkah kaki marvin tak gentar semakin mendekati amoera hingga tubuh amoera terbentur dinding dan tak bisa memundurkan langkah kakinya kembali .


marvin mencoba menarik handuk yang amoera kenakan kembali , amoera langsung berjongkok menahan handuk yang ia kenakan agar tetap membaluti tubuhnya .


" kau jangan  sok suci seperti ini . apa kau tau ? tubuhmu ini tidak ada harganya di banding dengan anggurku ! " seru marvin sembari telunjuk tangannya menunjuk anggur yang ada di atas meja kamar amoera .


amoera tak memperdulikan perkataan marvin . ia begitu takut rasanya ingin sekali berteriak . namun percuma  , karna ia sedang berada di rumah marvin sang pemilik rumah yang berkuasa penuh atas semuanya  . siapa yang akan membantu amoera ?. bi yona ? apa daya dia hanya seorang pekerja yang tak memiliki peran penting di mata marvin . alice ? amoera tidak bisa melihat gadis itu  bersedih .


kedua tangan marvin menarik dan menggeret tangan amoera mendekati tempat tidur , ia melempar tubuh wanita malang itu dengan keras diatas tempat tidur  .

__ADS_1


tangan amoera tak bergeming sedikitpun . ia masih memegang erat handuknya . dengan kasar marvin mencoba kembali menarik handuk amoera dari tubuhnya . sekali tarikan handuk yang di pegang erat oleh amoera terlepas seketika .


amoera menjauhkan tubuhnya dari marvin , ia mencoba meraih selimut yang ada di tempat tidur untuk menutupi tubuhnya yang kala itu sudah  telanjang bulat . marvin pun mendekat dan menarik kedua  tangan amoera ke belakang tubuhnya hingga amoera merasa kesakitan .


" tuan marvin lepaskan tanganku " ucap amoera lirih , air matanya tak henti berjatuhan hingga mengalir membasahi tubuhnya .


kedua mata marvin begitu takjub memandangi keindahan tubuh amoera yang tak terbalut sehelai kain .  marvin merebahkan tubuh amoera dengan kasar tubuhnya mencoba menindih kedua kaki amoera begitu  erat karna amoera sempat meronta ,


ia melepaskan tangan amoera dan ia lentangkan kedua tangannya di atas tempat tidur sembari menguncinya hingga amoera tidak bisa bergeming dari pegangan marvin  . marvin mencoba melucuti semua baju yang ia kenakan .


" tuan marvin tolong jangan lakukan ini .. aku mohon jangan " pinta amoera semakin menangis , ia mencoba menghindar dari dekapan tubuh marvin namun tangan marvin begitu erat memeganginya ,


" kalau aku ingin melakukannya kau bisa apa ? kau mau berteriak ? cepat berteriaklah ! siapa yang akan menolongmu ? " marvin berbisik lirih dengan begitu geram di telinga kanan amoera .


lidah dan mulut marvin menyapu perlahan lahan menikmati seluruh lekuk  tubuh amoera , amoera hanya memejamkan mata menangis dengan pasrah . kemudian marvin mencari cela untuk menikmati tubuh amoera .


" ahhhhhhhh sakittttttttttt  " pekik amoera tubuhnya menggeliat kesakitan ketika marvin menghentakan tubuhnya begitu kasar  , air matanya semakin mengucur deras . pertama kalinya ia  benar benar merasakan kehancuran yang mendalam dalam dirinya . senyuman pun menyeringai wajah marvin .


" marvin aku sungguh membencimu .. demi tuhan aku tidak akan pernah memaafkanmu " gumam amoera dalam hati ,


hatinya terasa begitu hancur . marvin pun tak melepaskan amoera begitu saja . semalaman penuh ia tak henti menggagahi tubuh amoera hingga amoera merasakan nyeri yang begitu luar biasa


dan paginya terlihat marvin masih tertidur memeluk amoera . amoera yang kala itu juga tertidur matanya langsung terbuka perlahan , melihat tangan marvin sedang memeluknya , ia langsung menyingkirkan keras  dari tubuhnya .


amoera turun dari tempat tidur dengan tubuh yang masih telanjang ia meraih handuk yang sempat ia kenakan malam lalu dan dibalutkan kembali handuk tersebut di tubuhnya .


kedua tangannya memegang perut bawahnya dengan berdesis menahan rasa nyeri . ia masuk kedalam kamar mandi dan mengisi penuh air didalam bath up .


amoera duduk di lantai kamar mandi dan menangis sejadi jadinya .

__ADS_1


ia merasa begitu hancur karna apa yang seharusnya ia jaga di renggut paksa oleh laki laki yang selama ini menyiksanya atas kesalahan yang sama sekali tak pernah ia lakukan . hati amoera benar benar hancur , pikirannya begitu kalut seolah ia sudah tak memiliki kehidupan lagi .


meskipun di negaranya semua wanita sebelum menikah yang sudah tidak virgin ialah hal yang lazim tetapi bagi amoera itu sebuah hal yang  sangat pantang  bagi nya .


amoera menyeka air matanya . kedua matanya menyapu isi kamar mandi itu terlihat ia sedang mencari sesuatu , namun ia sepertinya tak menemukan apa yang sedang ia cari .


amoera mencoba keluar dari kamar mandi . terlihat marvin masih tertidur pulas didalam kamar nya . mata amoera masih mengamati sekitar mencari sesuatu . tiba tiba kedua matanya berhenti berpusat pada meja yang terdapat sebotol anggur diatasnya , amoera berjalan meraih botol anggur tersebut . ia kembali kedalam kamar mandi dan mengunci rapat rapat pintu kamar mandi tersebut . amoera masuk  merendam seluruh tubuhnya kedalam air yang sempat ia penuhi didalam bath up  tadi .


amoera membuang semua isi cairan anggur yang tinggal setengah didalam botol tersebut  . dan setelah botol tersebut kosong amoera langsung  memukul keras botol itu di pinggiran bath up ,


PYARRRRRRRR


suara pecahan botol itu begitu nyaring hingga terdengar dari luar kamar mandi . marvin yang kala itu sedang tertidur sontak membuka matanya karna terkejut mendengar pecahan yang begitu keras .


sementara didalam kamar mandi amoera mengamati pecahan dari botol anggur tersebut , amoera menahan nafas panjang dan tanpa berpikir dua kali ia langsung menancapkan pecahan tersebut di pergelangan tangannya .


" ayah sakitttttt ayahhhh " gumam amoera lirih , darah terlihat  mengucur deras dari pergelangan tangannya


ia menangis manahan rasa sakit , namun amoera mencoba memejamkan matanya menahan rasa sakit tersebut , tak lama kemudian ia tak sadarkan diri . hingga seluruh tubuhnya terendam kedalam air yang memenuhi bath up tersebut .


Marvin bangun dengan tatapan masih setengah sadar . kemudian ia baru sadar bahwa ia sedang berada di kamar amoera . dan dirinya mengingat begitu keras tentang apa yang sudah ia lakukan kepada amoera semalam  . melihat amoera yang tidak ada didalam kamar . marvin langsung  beranjak turun dari tempat tidur , ia mengenakan pakaiannya dan bergegas keluar kamar untuk mencari amoera .


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2