Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Menyuruh ~ Amoera


__ADS_3

* keesokan sorenya


Marvin tengah menikmati secangkir teh di ruangannya tiba tiba seorang penjaga datang menghampirinya ia memberi tahu bawa mata mata kepercayaannya ingin menemuinya , marvin pun menyuruh mata mata itu masuk


" Tuan marvin .. Saya sudah menemukan lokasi keberadaan tuan marquez " ucap mata mata tersebut , marvin langsung beranjak dari duduknya dan memegang erat kera kemeja mata mata itu


" cepat katakan dimana " teriak marvin


" tuan marquez berada di rumah seorang wanita bernama charlotte suruhannya tuan alex , letaknya tidak jauh dari lereng gunung .. Tetapi Pengamanan disana benar benar sangat ketat tuan , jadi saya kesulitan untuk mencari informasi tuan marquez lebih men-detail " ucap mata mata itu sembari memberikan sebuah peta lokasi tempat tersebut  , marvin langsung melepas kera kemeja mata mata itu


" alex .. Ternyata Kau hanya bisa berlindung  di balik wanita saja " gumam marvin  , dengan tatapan mata yang begitu penuh dengan amarah , ia pun menyuruh mata mata itu pergi


" aku akan mengajak wanita itu " gumam marvin dalam hati , ia langsung beranjak menuju ke kamar amoera ,


Kala itu amoera sedang menyulam didalam kamarnya ia ingin membuat sesuatu untuk alice , namun dirinya tiba tiba terkejut karna tangannya ditarik dan digeret paksa keluar oleh marvin , hingga dirinya hendak terjatu

__ADS_1


" tuan lepaskan aku ? " pinta amoera


" Diammmmmm , ikut aku  " teriak marvin , hingga membuat seluruh pekerja dirumahnya melihat kearah marvin dan amoera , mereka menatap amoera dengan tak tega karna ditarik paksa seperti itu oleh marvin . marvin pun menyuruh amoera masuk kedalam mobilnya , dengan air mata yang mengalir amoera pun mengikuti permintaan marvin .


" tuan kau mau membawaku kemana ? " tanya amoera lirih , namun marvin hanya diam saja tiak menggubris perkataan amoera , ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dengan raut wajah yang terbakar oleh kemarahan , amoera pun ketakutan hingga dirinya menangis terisak isak


" Apa kau bisa diammmmmm ? teriak marvin melototkan kedua matanya . amoera pun lansgung mencoba diam menahan suara isak tangisnya .


kurang lebih perjalanan 5 jam yang harus marvin tempuh untuk mencapai lereng gunung , hingga malam mereka berdua melewati hutan belantara yang sangat jarang sekali dilewati oleh manusia jika tidak memilik tujuan tertentu  ,


" seharusnya letaknya tidak jauh dari sini "  gumam marvin sembari mengamati peta yang ia pegang , ia langsung melirik ke arah amoera dan mencekik lehernya


" kau pasti tau dimana persembunyian alex , cepat bawa aku kesana menemui kakakku " pinta marvin dengan meninggikan suaranya , amoera hanya menangis sembari menggelengkan kepalanya karna dirinya benar benar tidak tau menahu tentang alex


" saya tidak tau tuan " ucap amoera lirih , mendengar jawaban amoera , marvin langsung menghempas tubuh amoera hingga kepalanya terbentur kaca mobil ,

__ADS_1


tempat yang sedang mereka pijak sangatlah gelap tidak ada penerangan cahaya sedikitpun disana hanya ada cahaya yang berasal dari lampu mobil milik marvin saja , mata marvin tak henti  melihat kearah sekitar , ia terlihat begitu kebingungan untuk mencari tempat persembunyian charlotte  . namun terlihat  ada sebuah mobil melintas , marvin langsung mematikan mesin mobilnya dan menyuruh amoera menelungkupkan kepalanya di bawah bermaksud agar orang yang sedang mengemudi mobil itu tidak melihatnya , setelah mobil tersebut tidak terlihat ia pun beranjak ,


" mobil itu dari arah sana , sepertinya orang yang mengendarai mobil itu salah satu anak buah alex , aku harus kesana ke arah yang mobil itu lewati tadi " gumam marvin , ia meletakan petanya dan menyalakan mesin mobilnya kembali , ia melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah  sembari melihat ke arah sekitar


sekitar jarak kurang lebih 1 km ia menemukan pemukiman penduduk namun semua rumah yang terletak disana sudah tak berpenghuni semua , kemudian  marvin melihat salah satu rumah besar yang berbeda dari rumah penduduk lainnya dan rumah  itu terlihat masih berpenghuni dengan gerbang  yang menjulang tinggi , hingga membuat marvin kesusahan untuk mengamatinya .


" sepertinya itu tempat persembunyian alex , karna hanya rumah itu yang berpenghuni di antara semua rumah yang ada disini " gumam marvin


" apa kau tau tempat itu " tanya marvin meninggikan suaranya kepada amoera ,


" saya tidak pernah tau tempat ini tuan " ucap amoera sembari menggelengkan dan menundukan kepalanya


" cepat turun dan cari tau " pinta marvin


" tuan saya takut , saya mohon jangan menyuruhku kesana " pinta amoera menangis , marvin langsung mencengkram erat bahu amoera

__ADS_1


" kau bilang takut ? tapi melenyapkan nyawa seseorang kau tidak takut ? cepat turunnnnn " teriak marvin dengan keras , amoera pun yang menjadi ketakutan ia hendak turun dari mobil menyiyakan permintaan marvin ,


__ADS_2