
" albert ayo kita pulang sekarang " pinta marvin
" tuan kau belum pulih betul , lebih baik istirahat dulu " pinta amoera
" diamlah .. Aku tidak berbicara kepadamu " ketus marvin
" marvin .. Yang dikatakan amoera itu benar , lebih baik kau dirawat selama beberapa hari disini " tutur albert
" aku tidak betah disini , ayo bawalah aku pulang " pinta marvin kembali , albert pun mengiyakan namun ia terlebih dulu memanggilkan dokter untuk memeriksa kondisi marvin .
Tak lama kemudian dokter pun datang memeriksa marvin
" tuan marvin luka mu masih belum pulih betul lebih baik kau dirawat disini setidaknya satu hari saja " pinta dokter ,
Namun marvin memaksa ingin pulang karna ia merasa sudah baik baik daja , terpaksa dokter memenuhi permintaan marvin ia keluar dari ruangan marvin untuk membuat surat izin kepulangan dan beberapa resep obat .
Namun tiba tiba
__ADS_1
Brukkkkkkk
Terlihat Amoera terjatuh dari tempat duduknya , albert yang kala itu duduk di tepi tempat tidur marvin . ia langsung beranjak menghampiri amoera ketika tau amoera tergeletak di lantai .
" amoera kau kenapa ? Amoera bangunlah " teriak albert sembari menepuk nepuk pipi amoera
" albert dia kenapa ? " tanya marvin yang menghampiri albert
" aku tidak tau " saut albert
" sebentar akan ku panggilkan dokter , angkatlah dia diatas tempat tidur " pinta marvin , ia pun menekan tombol darurat untuk memanggil dokter sembari menahan rasa sakit di bahunya .
" dokter tolong .. Dia tiba tiba tidak sadarkan diri " seru albert dengan panik. Dokter pun mencoba memeriksa amoera .
" dia kenapa dok ? " tanya albert khawatir
" tuan .. Nona habis melakukan donor darah kepada tuan marvin , karna semalam tuan marvin cukup kehilangan banyak darah akibat luka tembakan , semantara di bank darah kehabisan stok darah dan nona ini memaksa untuk mendonorkan darahnya padahal kondisi tubuhnya tidak stabil dan darahnya sangat rendah , tetapi kau tidak perlu khawatir . Nona ini hanya butuh istirahat saja! nanti perawat akan kemari memberikan obat untuknya " ujar dokter itu dan berlalu keluar meninggalkan ruangan .
__ADS_1
Marvin yang sempat mendengar perkataan dokter ia langsung terkejut dan tertegun seketika , ia mengingat waktu perjalanan ke rumah sakit melihat amoera tak henti menangis karna khawatir dan begitu panik .
" marvin .. Lihatlah gadis polos ini menyelamatkan nyawamu , bagaimana bisa kau masih berpikiran dia seorang pembunuh ? " tutur albert , marvin pun hanya diam saja tak menghiraukan perkataan albert
Beberapa jam kemudian amoera tersadar , ia melihat albert dan marvin sedang menunggu disampingnya , ia mencoba bangun ..
" amoera kau sudah sadar ? , istirahatlah jangan bangun dulu " pinta albert menahan tubuh amoera yang beranjak hendak duduk
" tuan albert ayo kita pulang , aku baik baik saja .. maaf aku sudah merepotkan mu " ucap amoera
" istirahatlah " suara marvin mengejutkan amoera
" istirahatlah dulu amoera .. aku akan keluar membeli makanan untukmu " pinta albert , amoera sempat menolak namun albert tetap memaksanya jadi ia menuruti permintaan albert , albert pun keluar dari ruangan itu .
Marvin tak henti dengan heran menatap tajam mata amoera , amoera hanya menundukan pandangannya .
" jangan harap dengan kau menyelamatkan nyawaku , aku akan mengampunimu atas lenyapnya ayahku " seru marvin
__ADS_1
" tuan marvin .. aku tidak butuh pengampunan atau apapun itu darimu ! Aku melakukan ini semua semata mata hanya demi nona alice ! aku sangat menyayanginya . Dia sudah banyak terluka karna kehilangan orang sekitarnya , jadi aku tidak ingin melihatnya terluka karna kehilangan kakaknya " saut amoera seraya membuang mukanya