Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Menahan ~ Amoera


__ADS_3

" albert ayo kita pulang sekarang " pinta marvin


" tuan kau belum pulih betul , lebih baik istirahat dulu " pinta amoera


" diamlah .. Aku tidak berbicara kepadamu " ketus marvin


" marvin .. Yang dikatakan amoera itu benar , lebih baik kau dirawat selama beberapa hari disini " tutur albert


" aku tidak betah disini , ayo bawalah aku pulang " pinta marvin kembali , albert pun mengiyakan namun ia terlebih dulu memanggilkan dokter untuk memeriksa kondisi marvin .


Tak lama kemudian dokter pun datang memeriksa marvin


" tuan marvin luka mu masih belum pulih betul lebih baik kau dirawat disini setidaknya satu hari saja " pinta dokter ,


Namun marvin memaksa ingin pulang karna ia merasa sudah baik baik daja , terpaksa dokter memenuhi permintaan marvin ia keluar dari ruangan marvin untuk membuat surat izin kepulangan dan beberapa resep obat .


Namun tiba tiba

__ADS_1


Brukkkkkkk


Terlihat Amoera terjatuh dari tempat duduknya , albert yang kala itu duduk di tepi tempat tidur marvin . ia langsung beranjak menghampiri amoera ketika tau amoera tergeletak di lantai .


" amoera kau kenapa ? Amoera bangunlah " teriak albert sembari menepuk nepuk pipi amoera


" albert dia kenapa ? " tanya marvin yang menghampiri albert


" aku tidak tau " saut albert


" sebentar akan ku panggilkan dokter , angkatlah dia diatas tempat tidur " pinta marvin , ia pun menekan tombol darurat untuk memanggil dokter sembari menahan rasa sakit di bahunya .


" dokter tolong .. Dia tiba tiba tidak sadarkan diri " seru albert dengan panik. Dokter pun mencoba memeriksa amoera .


" dia kenapa dok ? " tanya albert khawatir


" tuan .. Nona habis melakukan donor darah kepada tuan marvin , karna semalam tuan marvin cukup kehilangan banyak darah akibat luka tembakan , semantara di bank darah kehabisan stok darah dan nona ini memaksa untuk mendonorkan darahnya padahal kondisi tubuhnya tidak stabil dan darahnya sangat rendah , tetapi kau tidak perlu khawatir . Nona ini hanya butuh istirahat saja! nanti perawat akan kemari memberikan obat untuknya " ujar dokter itu dan berlalu keluar meninggalkan ruangan .

__ADS_1


Marvin yang sempat mendengar perkataan dokter ia langsung terkejut dan tertegun seketika , ia mengingat waktu perjalanan ke rumah sakit melihat amoera tak henti menangis karna khawatir dan begitu panik .


" marvin .. Lihatlah gadis polos ini menyelamatkan nyawamu , bagaimana bisa kau masih berpikiran dia seorang pembunuh ? " tutur albert , marvin pun hanya diam saja tak menghiraukan perkataan albert


Beberapa jam kemudian amoera tersadar , ia melihat albert dan marvin sedang menunggu disampingnya , ia mencoba bangun ..


" amoera kau sudah sadar ? , istirahatlah jangan bangun dulu " pinta albert menahan tubuh amoera yang beranjak hendak duduk


" tuan albert ayo kita pulang , aku baik baik saja .. maaf aku sudah merepotkan mu " ucap amoera


" istirahatlah " suara marvin mengejutkan amoera


" istirahatlah dulu amoera .. aku akan keluar membeli makanan untukmu " pinta albert , amoera sempat menolak namun albert tetap memaksanya jadi ia menuruti permintaan albert , albert pun keluar dari ruangan itu .


Marvin tak henti dengan heran menatap tajam mata amoera , amoera hanya menundukan pandangannya .


" jangan harap dengan kau menyelamatkan nyawaku , aku akan mengampunimu atas lenyapnya ayahku " seru marvin

__ADS_1


" tuan marvin .. aku tidak butuh pengampunan atau apapun itu darimu ! Aku melakukan ini semua semata mata hanya demi nona alice ! aku sangat menyayanginya . Dia sudah banyak terluka karna kehilangan orang sekitarnya , jadi aku tidak ingin melihatnya terluka karna kehilangan kakaknya " saut amoera seraya membuang mukanya


__ADS_2