
Marvin hanya diam mendengarkan pernyataan amoera bahwa dirinya menolong marvin hanya semata mata untuk adiknya . Tak lama kemudian
Albert datang membawa makanan untuk amoera .
" amoera ayo aku suapi kau " pinta albert membuka bungkus makanan tersebut
" biar saya makan sendiri tuan , " ucap amoera
" sudahlah , buka mulutmu aku suapi saja " pinta albert kembali dengan menyodorkan sesuap makanan , amoera pun menuruti permintaan albert .
Sementara marvin masih memandangi amoera dengan rasa kebingungan dan banyak pertanyaan di dalam pikirannya .
" setelah makan , kita pergi dari sini " pinta marvin
" marvinnnn , biarkan amoera istirahat setidaknya satu malam disini " seru albert
" dia bisa istirahat di mobil ! Jangan terlalu memanjakan wanita ini , dia tidak pantas untuk dimanjakan ! " celetuk marvin sembari mengernyitkan dahinya
" tuan albert aku baik baik saja ! " ucap amoera , albert pun tak bisa berkutik untuk berbicara lagi , masih terlihat raut wajahnya geram karna perkataan marvin .
Seusai makan mereka bertiga berjalan keluar rumah sakit dengan dikawal oleh penjaganya . Amoera di bantu berjalan perlahan lahan oleh albert , wajah amoera masih terlihat begitu pucat . Albert tak henti memandanginya dari dekat ..
Mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan mobil tersebut di kemudikan oleh salah satu anak buah marvin
" amoera bersandarlah di bahuku , agar kau bisa beristirahat " pinta albert
" tidak tuan " tolak amoera , ia agak menjauhkan duduknya dari albert , marvin hanya meliriknya dari kaca spion
Sekitar perjalanan 3,5 jam mereka sampai di rumah , sangking lelahnya amoera tertidur dan albert langsung membopang tubuhnya masuk ke dalam kamar , ia meletakan tubuh amoera perlahan di atas tempat tidur dan menyibakan halus rambutnya . Marvin memperhatikan sikap albert kepada amoera dari depan pintu .
__ADS_1
Kemudian ia kembali menyuruh marvin untuk beristirahat di kamarnya
" marvin , ayo istirahatlah .. " pinta albert , marvin mengiyakannya , ia mengikuti marvin ke dalam kamarnya .
" bagaimana , apa kau masih merasa sakit ? " tanya albert membantu marvin berbaring
" hanya sedikit .. " saut marvin dengan menahan bahunya
" kau terlihat sangat tertarik kepada wanita itu .. " kata marvin melirik
" tidak .. aku hanya kasian terhadapnya " ucap albert , Tak lama kemudian alice menghampiri kamar marvin
" kakak kau darimaja saja , aku sangat merindukanmu " ujar alice ia menghampiri marvin dengan berjalan tertatih tatih , marvin pun beranjak dan memeluk alice
" kakak juga merindukanmu " saut marvin
" kakak kenapa bahumu ini ? Kau terluka ? " tanya alice khawatir , namun marvin hanya diam saja
" iya kakak hanya terjatuh saja , ayo istirahatlah " saut marvin
" bagaimana kak marquez kak ? " tanya alice dengan mata yang berkaca kaca
" kak marquez baik baik saja , kau jangan terlalu khawatir .. Aku akan segera mengajak kakak pulang untuk berkumpul bersama kita lagi " tutur marvin ia memeluk adiknya tersebut
" alicee .. Ayo aku antar kau ke kamarmu biar kakakmu istirahat " pinta albert ,
" sebentar kak albert .. aku ingin menemui amoera " pinta alice , albert pun mengiyakannya dan mengantar alice ke kamar amoera , terlihat amoera masih tertidur , alice pun mencoba duduk di tepi tempat tidur sembari memperhatikan wajah amoera yang begitu nampak pucat .
" kak albert apa amoera sakit ? kenapa dia terlihat pucat seperti ini ? " tanya alice
__ADS_1
" ehm .. dia hanya kelelahan saja " ucap albert berbohong
" aku sangat kasian terhadapnya , kakak tidak pernah memperlakukannya dengan baik .. dia sama sekali bukan seorang pembunuh . tapi kenapa kak marvin selalu menuduhnya sebagai orang yang pembunuh ayah " ujar alice ,
" alice .. kakakmu sangat terpukul karna kehilangan ayahmu jadi dia tidak bisa berpikir mana yang benar dan mana yang salah , tunggu sampai kak marquez kembali , agar dia bisa terbebas dari tuduhan sebagai pembunuh . aku juga yakin gadis sepolos ini tidak mungkin seorang pembunuh " saut albert sembari menyentuh bahu alice , alice menyeka air matanya yang terjatuh karna begitu ibah melihat amoera
" kak albert , bisakah kau tinggalkan aku disini ? aku akan beristirahat bersama amoera disini " pinta alice
" tentu saja istirahatlah , aku juga mau karna pergi ada urusan " saut albert ia langsung mengusap lembut kepala alice dan berlalu meninggalkannya bersama amoera .
dari kecil albert sudah berteman dengan marvin jadi tak heran ia begitu dekat dengan semua keluarga marvin termasuk alice , karna ia sudah menganggap alice seperti adiknya sendiri .
* Di rumah charlotte
Clarissa mendatangi charlotte yang kala itu sedang berada di kamarnya .
" kakak .. kau mau kemana " tanya clarissa
" aku akan pergi kota .. ada pekerjaan yang perlu aku selesaikan " jawab charlotte seraya menarik resleting yang terdapat pada jacketnya
" apa kau akan melenyapkan nyawa orang lagi ? " tanya clarissa dengan mata yang berkaca kaca , charlotte hanya diam menatap kedua mata adiknya tersebut
" tidurlah .. ini sudah malam " pinta charlotte hendak berjalan keluar dari kamarnya
" kakak .. apa kau tidak bisa menyudahi pekerjaanmu ini ? " tanya clarissa , langkah kaki charlotte pun terhenti , ia hanya menghela nafas panjang , ia berbalik mendekati clarissa dan menyentuh wajah adiknya itu .
" rissa .. kau tidak tau apa apa ! , cepat istirahatlah kakak sangat menyayangimu " ucap charlotte mencium kening adiknya , ia langsung berlalu meninggalkan clarissa . charlotte mengambil mobil dan mengajak beberapa anak buah nya untuk ikut ke kota bersama dengannya
__ADS_1