Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Menyudahi ~ Amoera


__ADS_3

Marvin hanya diam mendengarkan pernyataan amoera bahwa dirinya menolong marvin hanya semata mata untuk adiknya . Tak lama kemudian


Albert datang membawa makanan untuk amoera .


" amoera ayo aku suapi kau " pinta albert membuka bungkus makanan tersebut


" biar saya  makan sendiri tuan , " ucap amoera


" sudahlah , buka mulutmu aku suapi saja " pinta albert kembali dengan menyodorkan sesuap makanan , amoera pun menuruti permintaan albert .


Sementara marvin masih memandangi amoera dengan rasa kebingungan dan  banyak pertanyaan di dalam pikirannya .


" setelah makan , kita pergi dari sini " pinta marvin


" marvinnnn , biarkan amoera istirahat setidaknya satu malam disini " seru albert


" dia bisa istirahat di mobil ! Jangan terlalu memanjakan wanita ini , dia tidak pantas untuk dimanjakan ! " celetuk marvin sembari mengernyitkan dahinya


" tuan albert aku baik baik saja ! " ucap amoera , albert pun tak bisa berkutik untuk berbicara lagi , masih terlihat raut wajahnya geram karna perkataan marvin .


Seusai makan mereka bertiga berjalan keluar rumah sakit dengan dikawal oleh penjaganya . Amoera di bantu berjalan perlahan lahan oleh albert , wajah amoera masih terlihat begitu pucat . Albert tak henti memandanginya dari dekat ..


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan mobil tersebut di kemudikan oleh salah satu anak buah marvin


" amoera bersandarlah di bahuku , agar kau bisa beristirahat " pinta albert


" tidak tuan " tolak amoera , ia agak menjauhkan duduknya dari albert , marvin hanya meliriknya dari kaca spion


Sekitar perjalanan 3,5 jam mereka sampai di rumah , sangking lelahnya amoera tertidur dan albert langsung membopang tubuhnya masuk ke dalam kamar , ia meletakan tubuh amoera perlahan di atas tempat tidur dan menyibakan halus rambutnya . Marvin memperhatikan sikap albert kepada amoera dari depan pintu .

__ADS_1


Kemudian ia kembali menyuruh  marvin untuk beristirahat di kamarnya


" marvin , ayo istirahatlah .. " pinta albert , marvin mengiyakannya , ia mengikuti marvin ke dalam kamarnya .


" bagaimana , apa kau masih merasa sakit ? "  tanya albert membantu marvin berbaring


" hanya sedikit .. " saut marvin dengan menahan bahunya


" kau terlihat sangat tertarik kepada wanita itu .. " kata marvin melirik


" tidak .. aku hanya kasian terhadapnya " ucap albert , Tak lama kemudian alice menghampiri kamar marvin


" kakak kau darimaja saja , aku sangat merindukanmu " ujar alice ia menghampiri marvin dengan berjalan tertatih tatih , marvin pun beranjak dan memeluk alice


" kakak juga merindukanmu " saut marvin


" kakak kenapa bahumu ini ? Kau terluka ? " tanya alice khawatir , namun marvin hanya diam saja


" iya kakak hanya terjatuh saja , ayo istirahatlah " saut marvin


" bagaimana kak marquez kak ? " tanya alice dengan mata yang berkaca kaca


" kak marquez baik baik saja , kau jangan terlalu khawatir .. Aku akan segera mengajak kakak pulang untuk berkumpul bersama kita lagi " tutur marvin ia memeluk adiknya tersebut


" alicee .. Ayo aku antar kau ke kamarmu biar kakakmu istirahat " pinta albert ,


" sebentar kak albert  .. aku ingin menemui amoera " pinta alice , albert pun mengiyakannya dan mengantar alice ke kamar amoera , terlihat amoera masih tertidur , alice pun mencoba duduk di tepi tempat tidur sembari memperhatikan wajah amoera yang begitu nampak pucat .


" kak albert apa amoera sakit ? kenapa dia terlihat pucat seperti ini  ? " tanya alice

__ADS_1


" ehm .. dia hanya kelelahan saja " ucap albert berbohong


" aku sangat kasian terhadapnya , kakak tidak pernah memperlakukannya dengan baik .. dia  sama sekali bukan  seorang pembunuh . tapi kenapa kak marvin selalu menuduhnya sebagai orang yang pembunuh ayah   " ujar alice ,


" alice .. kakakmu sangat terpukul karna kehilangan ayahmu jadi dia tidak bisa berpikir mana yang benar dan mana yang salah , tunggu sampai kak marquez kembali  , agar dia bisa terbebas dari tuduhan sebagai pembunuh . aku juga yakin gadis sepolos ini tidak mungkin seorang pembunuh " saut albert sembari menyentuh bahu alice , alice menyeka air matanya yang terjatuh karna begitu ibah melihat amoera


" kak albert , bisakah kau  tinggalkan aku disini ? aku akan beristirahat bersama amoera disini " pinta alice


" tentu saja istirahatlah , aku juga mau karna pergi ada urusan " saut albert ia langsung mengusap lembut kepala alice dan berlalu meninggalkannya bersama amoera .


dari kecil albert sudah berteman dengan marvin jadi tak heran ia begitu dekat dengan semua  keluarga marvin termasuk alice , karna ia sudah menganggap alice seperti adiknya sendiri .


 


* Di rumah charlotte


Clarissa mendatangi  charlotte yang kala itu sedang  berada di kamarnya .


" kakak .. kau mau kemana  " tanya clarissa


" aku akan pergi kota .. ada pekerjaan yang perlu aku  selesaikan  " jawab charlotte seraya menarik resleting yang terdapat pada jacketnya


" apa kau akan melenyapkan nyawa orang lagi ? " tanya clarissa dengan mata yang berkaca kaca  , charlotte hanya diam menatap kedua mata  adiknya tersebut


" tidurlah .. ini sudah malam " pinta charlotte  hendak berjalan keluar dari kamarnya


" kakak .. apa kau tidak bisa menyudahi pekerjaanmu ini ? " tanya clarissa , langkah kaki charlotte pun terhenti , ia hanya menghela nafas panjang , ia berbalik mendekati clarissa dan  menyentuh wajah adiknya itu  .


" rissa .. kau tidak tau apa apa ! , cepat istirahatlah  kakak sangat menyayangimu  " ucap charlotte  mencium kening adiknya , ia langsung berlalu meninggalkan clarissa . charlotte mengambil mobil dan mengajak beberapa anak buah nya untuk ikut ke kota bersama dengannya

__ADS_1


 


 


__ADS_2